Hujan turun undangan bertaburan

10.59.00

Seperti dugaanku, musim hujan tahun ini kembali di ramaikan oleh undangan pernikahan. Hujan yang tidak malu-malu lagi membawa kabar mengagetkan perihal dua orang yang sedang gelisah menanti tanggal pernikahan. Pertama, kabar datang dari senior di LDK dulu dengan teman seangkatan di teknik, pasangan ini menurut saya adalah yang paling top, betapa takdir mereka membuat banyak jantung berdengup tidak karuan. Teman saya yang di makassar mengirimkan undangan pernikahan mereka dengan keterangan aneh 'sabar ya Rahma', saya menimpali 'kamu juga, tabahkan hatimu'. haha. sarap.


Kedatangan kabar bahagia ini adalah salah satu dari sekian banyak pembuktian kebenaran janji Allah bahwa yang baik untuk yang baik, yang nakal siap-siapa saja mendapat yang nakal. Janji ini benar-benar membuat saya kuatir, saya yang begini ini, aduh -_-'

Tahu tidak, banyaknya kabar pernikahan selain menjadi kabar gembira ada juga yang sampai sebagai kabar duka. hehe. Menjadi kabar duka untuk mereka yang cem-cemannya tertambat pada hati yang lain. Sampai saat ini saya masih bingung bagaimana menyelami hati mereka yang memilih mengakhiri hidup karena cinta yang tak sampai, barangkali mereka juga merasakan kekuatiran yang saya alami tapi dengan dosis yang agak berat. Terlampau kecewa karena cinta barangkali adalah nama lain dari cinta gila alias nggak yakin kalau jodoh nggak bakalan ketuker.

Kita yang sudah sama-sama tahu, sama-sama mengerti juga kalau urusan jodoh itu sama pastinya dengan kematin masih saja sering ragu-ragu, sering galau, keyakinan itu seperti belum benar-benar yakin hingga ada-ada saja tingkah tidak sabaran dalam kurun waktu menunggu dia yang inisialnya masih dirahasiakan.

Pagi ini, saya kembali memikirkan hari-hari tidak sabaran yang sudah saya lewati dari masa anak-anak sampai sekarang ini. Waktu masih anak-anak, saya terbilang paksa dewasa, ingin cepat-cepat besar. Setelah besar ini, masa anak-anak yang dulu tidak sabaran begitu saya rindukan. Andai saya tahu akan ada keinginan ini mungkin masa anak-anak itu akan lebih terhayati, toh nantinya juga saya akan besar. Di masa-masa perkuliahan saya sangat buru-buru ingin cepat sarjana dan bekerja, sekarang ini setelah berkeja ada-ada saja rindu pada masa itu. Keadaan ini mengajarkan untuk menghargai setiap keadaan, cukup berhasil. Jika sedang bosan melihat pekerjaan yang monoton maka saya akan menghibur diri 'Rahma suatu saat nanti setelah kamu menikah dan resign, gambar-gambar ini akan kamu rindukan, hitungan-hitungan yang membuat kepala pusing ini ingin kamu datangi lagi' setelah mengingat ini saya akan lebih rileks.

Sama halnya dengan pernikahan, konon, banyak diantara mereka yang sudah menikah merindukan masa-masa sendiri, bebas kemana-mana, tapi sedihnya waktu masih sendiri, kesendirian itu kurang ternikmati karena bayang-bayang tanya kapan akan menikah sudah menghantui saja. 

Aneka skenario tentang mereka yang berjodoh harusnya bisa lebih menenangkan namun masih ada saja yang menempuh jalan pintas uji coba cinta pranikah, padahal bisa jadi nama mereka sudah berdampingan dalam buku semesta yang mencatat nama-nama mereka yang berjodoh, namun karena tidak sabaran akhirnya ditempuhlah jalan yang tidak dibenarkan. Yakin itu bisa membuat kita stay kalem, yakin sejauh apapun jarak membentang jodoh pasti bertemu. Hanya butuh bersabar saja sementara ini untuk selamanya nanti.

Maka, mari nikmati saja masa sendiri ini sebelum masa berdua, bertiga, bereempat, keseblasan itu datang. Jika masa itu tiba tiada lagi jalan untuk berpaling.

Pesan yang amat penting buat kamu yang sedang dirundung nestapa karena urusan jodoh-jodohan ini: jangan sekali-kali mendengarkan lagu manja, bahaya pake banget, selain haram, lagu manja juga dapat mengurangi daya tahan jiwa. hehe. ohh iya kabar kedua yang sangat mengagetkan datang dari senior saya di jurusan, pasangan serasi juga, sama-sama manis.

30 Oktober 2013
Welkam November..






You Might Also Like

1 comments

I'm Proud Member Of