Moment to remember

08.08.00

Tidak terasa bulan pun berganti nama, namun saya masih saja gugup saat terkenang bapak, hati saya mendadak kosong saat mengingat lagi bahwa jarak perpisahan  kami ini tidak dapat diselesaikan dengan rumus-rumus, bahwa jarak ini sejauh apapun ditempuh akan sia-sia saja, meski menggunakan kecepatan cahaya sekalipun. Saya sungguh tidak bisa menerka-nerka bagimana kesudahannya nanti, masih ada adakah lagi pertemuan, tanya ini membuat saya sakit kepala.

Lebih dalam, bukan kematian itu yang membuat air mata-mata tumpah, saya meyakini dengan keyakinan yang amat yakin bahwa memang beginilah hidup, hanya saja saya belum menemukan cara bagaimana agar perasaan saya bisa terbiasa menerima perpisahan ini. Saya tahu bukan soal mudah merindukan seseorang yang kita tahu tidak akan pernah kembali. Semoga nanti, setelah kehidupan ini, Tuhan berkenan mempertemukan saya dan bapak. Aamiin.

31 Oktober 2013
Kebanyakan tidur, lama-lama bisa game over.







You Might Also Like

1 comments

  1. wah mau coment apa ya kalo udah rindu gitu...
    semoga diberi yang terbaik oleh Alloh deh Mbak

    BalasHapus

I'm Proud Member Of