Sunnah-sunnah wudhu

11.24.00

Bismillah. Alhamdulillah atas kesempatan bisa bertemu jum'at lagi. Bisa dibilang kesempatan adalah nikmat tiada terkira dalam penciptaan manusia. Dalam salah satu ayat al qur'an diceritakan bahwa keinginan terbesar mereka yang sudah meninggal adalah diberi kesempatan untuk hidup lagi agar bisa beramal. Subhanallah, awal kali mendengar ayat ini saya merinding membayangkan kenikmatan yang sedang saya kejar-kejar selama ini, setelah meninggal nanti bukan kesempatan untuk menikmati nikmat dunia yang kita angan-angankan, satu saja, bisa beramal.

Salah satu keistimewaan agama kita adalah hal amalnya, ibadahnya. Allah kemudian memberi nilai berlipat-lipat dari satu amalan saja, sunnah seperti memudahkan kita meraup pahala saat amalan wajib dibatasi jumlahnya. Sekarang,  yang jadi soal selalu kita, seserius apa kita untuk benar-benar beramal. Jika bicara ibadah maka setelah wajib ada sunnah. Sunnah dengan jumlahnya yang  tidak terbatas selalu mengandung janji kebaikan. Agama kita ini sungguh luar biasa, cuma kasih senyum saja sudah dinilai ibadah apalagi lebih dari itu. Maka, salah satu indikator seriusnya seseorang mengamalkan sunnah adalah tidak memilah-milah alias mengamalkan semua sunnah yang sudah diketahuinya dengan sepenuh hati. Tapi, akan aneh jika seseorang yang berpoligami beralasan ingin serius mengamalkan sunnah, sedang sholat wajib di masjid saja masih bolong-bolong. hehe. piss

Di tulisan kali ini, kita akan belajar sunnah-sunnah wudhu. Jum'at pekan lalu saya mengalami momen menegangkan berkaitan dengan hal ini. Jadi ceritanya, saat berwudhu, mbak-mbak di samping saya wudhunya nggak sempurna, kepala hanya bagian depannya saja yang dibasuh. Awalnya saya segan untuk mengingatkan, tapi saya mengingat lagi kalau wudhu itu syarat sah sholat, wudhu dengan benar saja sholatnya masih susah khusyu' apalagi kalau salah. Bismillah, saya mengingatkan mbak nya pelan-pelan, alhamdulillah mbaknya merespon dengan baik dan menanyakan bagaimana harusnya. Saya mulai mencontohkan. Tahu-tahu salah seorang pimpinan kantor sudah ada saja dibelakang kami dan memperhatikan apa yang saya lakukan. Beliau menanyakan saya tahu dari mana kalau wudhu yang saya praktekan sudah seperti yang Rasulullah contohkan. Beliau juga menanyakan saya kuliah dimana. Saya grogi euy. Singkat cerita, ibunya bilang kalau dalam al qur'an kan cuma bagian ini saja (tangan, kaki, kepala) yang dibasuh, yang lain-lain nggak musti.

Saya menjawab pelan, kan ada sunnah bu, Rasulullah sudah menjelaskan dengan detail bagaimana harus berwudhu. Setelah merapikan jilbab, saya langsung kabur. hehe. Alhamdulillah, hari ini saya berkesempatan lagi untuk membaca sunnah-sunnah wudhu, saya ingin membaginya ke kamu, cekidot :)
  1. Membaca bismillah
  2. Membasuh kedua telapak tangan saat pertama kali berwudhu
  3. Memulai dengan berkumur-kumur dan ber-istinsyaaq (memasukan air ke hidung) sebelum wajah.
  4. Membuang air melalu hidung dengan tangan kiri. Yakni berdasarkan hadits: "Lalu beliau shallallahu alaihi wa sallam membasuh kedua telapak tangannya tiga kali, kemudian berkumur-kumur lalu membuang airnya dari hidung, baru kemudian membasuh wajah tiga kalai (HR. Bukhari & Muslim)
  5. Berkumur dan melakukan instinsyaq secara berlebihan, kecuali  di saat sedang melakukan sham. Dalilnya, "Lakukanlah instinsyaq secara berlebihan, kecuali bila bila engkau sedang menunaikan shaum" (HR. Abu Dawud). Arti berlebihan dalam berkumur adalah adalah mengumurkan air keseluruh bagian mulut. Sementara arti berlebihan dalam istinsyaq yaitu menghisap air ke bagian yang paling dalam.
  6. Berkumur-kumur dan berinstisyaq dengan satu tangan tanpa melakukan kedua nya secara terpisah. Kemudian beliau memasukan tangannya ke dalam bejana lalu berkumur-kumur dan beristinsyaq  dengan satu tangan. (Muttafaq 'alaih)
  7. Bersiwak yakni saat berkumur-kumur, dalilnya adalah sabda nabi shallallahu alaihi wa sallam "Kalaulah tidak khawatir akan menyulitkan ummatku, pasti sudah kuperintahkan mereka bersiwak setiap kali berwudhu" (HR. Ahmad)
  8. Membasuh sela-sela jenggot yang tebal saat membasuh wajah. Dalam hadits disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam biasa membasuh sela-sela jenggotnya saat berwudhu. (HR. At Tirmidzi)
  9. Cara membasuh kepala: Dimulai dari bagian depan kepala hingga bagian tengkuk, kemudian kembali lagi ke bagian depan. Dilakukan sekali saja. Membasuh yang diwajibkan adalah menyapukan air ke seluruh bagian kepala dengan cara apapun. Hanya saja, cara Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam membasuk kepala adalah dari arah depan hingga bagian belakang kepala. (HR. Bukhari & Muslim)
  10. Membasuh sela-sela jari jemari tangan dan kaki. Dasarnya adalah hadits berikut "Lakukanlah wudhu dengan sempurna, basuhlah sela-sela jemari.
  11. At-tayaamum yaitu mendahulukan tangan dan kaki kanan sebelum yang kiri. Dasarnya adalah hadits berikut: "Rasullah shallallahu alaihi wa sallam senang mendahulukan yang kanan saat mengenakan sendal, menyisir dan saat bersuci" (HR. Bukhari& Muslim)
  12. Melakukan pembasuhan lebih dari satu kali hingga tiga kali basuhan di bagian wajah, tangan, dan kaki.
  13. Mengucapkan dua kalimat syahadat usai berwudhu,

     أَشْهَدُ اَنْ لاَإِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

    "Aku bersaksi bahwa tidak ada yang berhak di ibadahi secara benar melainkan Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-nya". Buah dari mengucapkan kalimat syahadaadalah: "...akan dibukakan baginya pintu-pintu jannah yang delapan. Ia bisa masuk dari pintu mana saja yang dia kehendaki" (HR. Muslim)
  14. Berwudhu di rumah. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda "Barang siapa bersuci di rumahnya  kemudian berjalan ke salah satu rumah Allah (masjid) untuk melaksanakan shalat wajib, maka dengan dua langkahnya, salah satunya akan dihapuskan kesalahannya, dan dengan langkah yang lain akan ditingkatkan derajatnya" (HR. Muslim)
  15. Menggosok-gosok yakni mengusap usapkan tangan ke salah satu anggota wudhu bersamaan dengan membasuh air dan sesudahnya.
  16. Hemat dalam menggunakan air Rasulullah biasa berwudhu dengan satu mud air. Diriwayatkan oleh bukhari 
  17. Membasuh melebihi batas yang wajid di basuh pada empat anggota wudhu (kedua tangan dan kedua kaki) karena Abu hurairah radhiyallahu anhu bila berwudhu membasuk kedua tangannya hingga sampai ke lengan bagian atas lalu membasuh kedua kakinya hingga sampai ke betis. Kemudian ia berkata: "Demikianlah aku menyaksikan Rasulullah berwudhu" (HR. Muslim)
  18. Shalat dua rakaat sesudah wudhu. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang berwudhu seperti wudhu yang kulakukan ini, kemudian shalat dua rakaat tanpa hilang konsestrasinya, pasti seluruh dosanya yang telah lalu di ampuni. (HR. Bukhari & Muslim)
  19. Melakukan wudhu dengan sempurna. Yakni semua anggota wudhu' mendapat bagian untuk dibasuh secara sempurna dan tuntas.
Subhanallah, sunnah wudhu lumayan buanyak juga. Saudariku fillah, dalam sehari kita bisa berwudhu sampai berulang-ulang. Jika kita berupaya melakukan sunnah ini maka insyaallah sebanyak itu juga kita akan mendapatkan pahala. Move on hidup sesuai sunnah, yuk? 

"Barangsiapa yang berwudhu secara baik, maka akan keluar segala kotoran (dosa) dari tubuhnya hingga mengucur dari sela-sela jarinya"(HR. Muslim)

Sumber: 1001 Sunnah dalam sehari semalam karya Khalid Al Husain.

Salam, 

25 Oktober 2013
Buku Fiqh wanita karya Syaikh Muhammad Kamil 'Uwaidah rekomended banget kalau mau belajar wudhu,  lengkap banget pembahasannya.




You Might Also Like

3 comments

  1. Alhamdulillah, bisa bersilaturahim ke sini. Salam ukhuwah. Tulisannya sangat bermanfaat bagi pembaca.

    BalasHapus
  2. syukron ukhti sudah mengingatkan,,,,

    BalasHapus

I'm Proud Member Of