Ramadhan Bulan Kelipatan

06.30.00

Salah satu hal yang menjadikan Ramadhan  menjadi mempesona adalah kelipatan-kelipatan yang ada di dalamnya, kebaikan dibalas dengan pahala yang berlipat-lipat. Khusus untuk puasa, Allah langsung yang akan membalasnya. Ramadhan selain ada puasa didalamnnya, ada juga banyak nostalgia. Di kampung saya jika bulan Ramadhan datang, jalanan pun menjadi ramai, mainan meriam bambu menguasai suasana, sering mengagetkan *imam masjid menjadi salah satu korban* :D di sepanjang jalan kita juga bisa mendapati banyak penjual makanan, selepas sahur muda-mudi berkumpul di dermaga dengan modus cinta, bukan cinta ramadhan tapi asik asoi pacaran sambil melihat matahari terbit.  Di Televisi Ramadhan ditandai dengan banyaknya ceramah, iklan sirup, obat maag dan iklan cat tembok.

Tidak terasa ramadhan tahun ini sudah semakin dekat saja. Jujur saya belum siap. Dicatatan sebelumnya, kita sudah membaca kembali hadits tentang Ramadhan dan janji yang ditawarkannya. Catatan ini masih ada diseputaran janji-janji untuk meraka yang berpuasa di bulan Ramadhan.

Puasa dengan segala keutamaannya merupakan ibadah yang jika dipamerkan akan kelihatan Norak. Tanya kenapa?, coba saja pamerkan puasamu dan lihat respon orang disekitarmu. Begini, Puasa itu ibadah yang sejatinya adalah rahasia seorang hamba dan Rabb-Nya karena andai seseoran ingin berdusta dalam puasanya maka gampang saja. Bisa saja mengaku puasa padahal pagi siang sore nongkrong di rumah makan padang, bisa saja mengaku puasa padahal wudhunya sambil menyelam sambil minum air. :D  Jadi, puasa memang ibadah yang karena Allah banget.

Diantara keutamaan puasa Ramadhan adalah sebagai berikut, selamat menghayati.

1. Puasa diwajibkan atas umat sebelum kita

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman di dalam al-Qur’an:

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagai-mana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.” (QS. al-Baqarah: 183)

Ibadah puasa yang juga diwajibkan atas umat-umat sebelum kita ini menunjukkan akan keagungan ibadah tersebut. Walaupun puasa mereka berbeda dengan puasa kita, ini menandakan bahwa amalan ini sangatlah agung di sisi Allah subhanahu wa ta’ala.

2. Puasa sebab diampuninya dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan pengharapan (pahala), maka diampuni untuknya dosa-dosa yang telah lampau.”  (Muttafaqun ‘alaihi)

Di dalam hadits tersebut terdapat kabar gembira bagi kita yang melaksanakan puasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan pengharapan pahala dari Allah ta’ala serta ridha atas wajibnya puasa Ramadhan tersebut. Allah subhanahu wa ta’ala akan mengampuni dosa-dosa kita yang telah lampau. Karena jika seseorang telah yakin dan ridha akan wajibnya puasa serta tidak benci atas kewajiban puasa Ramadhan, yakin terhadap pahala dan ganjaran yang akan didapat, maka dia akan diampuni dosa- dosanya yang terdahulu. Dan itu semua merupakan suatu bentuk kasih sayang Allah subhanahu wa ta’ala kepada kaum muslimin yang senantiasa taat dalam menjalankan perintah-Nya, karena Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

3. Pahala puasa tidak terikat dengan jumlah tertentu, akan tetapi diberikan kepada orang yang berpuasa tanpa ada batasan

Berkaitan dengan keutamaan ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan:

“Semua amalan anak Adam untuknya, setiap satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali kebaikan dan akan dilipatgandakan lagi menjadi tujuh ratus kali kebaikan. Allah berfirman: Kecuali puasa, karena amalan itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan  membalasnya, sebab ia meninggalkan syahwatnya dan makanannya demi Aku" (HR.Muslim)

4. Dua kebahagiaan bagi orang yang berpuasa

Kebahagiaan yang pertama adalah kebahagiaan ketika berbuka puasa setelah menahan nafsu, lapar dan dahaga sehari penuh. Dalam hal ini disyariatkan untuk segera melaksanakan buka puasa. Sebagaimana hadits dari Sahl bin Sa’d radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:“Manusia akan tetap berada dalam kebaikan apabila menyegerakan berbuka puasa.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Kebahagiaan yang kedua adalah ketika menjumpai Allah subhanahu wa ta’ala di akhirat dengan dimasukkannya ke dalam surga-Nya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan: “Orang yang berpuasa memiliki dua kebahagiaan: kebahagiaan pertama ketika berbuka puasa, dan kebahagiaan kedua ketika berjumpa dengan Tuhan-nya.” (Muttafaq ‘alaihi)

5. Puasa akan memberi syafa’at kepada orang yang berpuasa pada hari kiamat

Sebagaimana al-Qur’an akan memberikan syafa’at di akhirat kelak kepada orang yang membacanya, maka puasa pun juga akan memberi syafa’at kepada orang yang berpuasa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Puasa dan al-Qur’an memberi syafa’at bagi seorang hamba pada hari kiamat. Puasa berkata: Wahai Rabb, aku telah menahannya dari makanan dan syahwat, maka berikanlah syafa’at kepadanya. Al-Qur’an juga berkata: Wahai Rabb, aku telah menahannya dari tidur di malam hari maka berilah syafa’at kepadanya. Rasulullah  berkata: maka keduanya memberi syafa’at.”  (HR. Ahmad, ath-Thabrani dan al-Hakim)

6. Puasa dapat memasukkan seorang hamba ke dalam surga

Puasa yang dikerjakan seorang hamba dapat menjauhkan dirinya dari api neraka, yang berarti ia dapat mendekatkan dan memasukkannya ke dalam surga dengan izin Allah subhanahu wa ta’ala. Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Wahai Rasulullah, tunjukkan kepadaku suatu amalan yang bisa memasukkanku ke dalam surga.” Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Hendaklah engkau melaksanakan puasa, karena tidak ada amalan yang semisal dengannya.”  (HR. an-Nasa’i, Ibnu Hibban dan al-Hakim)

Semoga kita dipertemukan dengan Ramadhan  tahun ini dan mendapatkan berlipat-lipat kebaikannya. Aamiin.

Sumber bacaan : Majelis Bulan Ramadhan karya syaikh Muhammad bin shalih al-‘Utsaimin

23 Rajab 1434 H

You Might Also Like

0 comments

I'm Proud Member Of