Pasangan sempurna itu, mate made from heaven.

10.02.00


Dear, Mely...

Anggap saja tulisan ini sebagai penenang atas segala kegelisahan menyambut esok. Rasanya, jika berpulang pada perasaan yang saya rasakan dulu menjelang pernikahan, mungkin kegalauan yang saya derita kadarnya lebih sedikit, di banding kamu. Kenapa? Karena saya tahu perjuanganmu bebeb, dan juga perjuanganku menjodohkamu dengan para jomblowan. Haha. 

Setelah waktu tergulung-gulung tanpa bisa kita lawan, hari ini masih teringat jelas pertemuan pertama kita, di toilet. 

Tanpa perlu proses yang rumit, kita seketika menjadi sahabat baik dengan rupa-rupa obrolan, dengan rupa-rupa janji, kamu menjadi sahabat yang setia dan mengagumkan, keputusanmu untuk meninggalkan rupa-rupa celana jeansmu, perjuanganmu untuk berjilbab lebar, kesabaranmu menjaga kaos kaki, keputusanmu untuk resign, perjuanganmu untuk  menjaga hati, keuletanmu memasak, perhatianmu pada kehamilanku, selalu membuatku kagum. Betapa beruntungnya laki-laki itu. Aku padamu mely.

Dan laki-laki itu, jangan kira saya tidak mengagumi upayanya menjadi baik, meninggalkan rokok, upayanya untuk berhijrah. I knew that Allah knows best. 

".... dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang. Bagi mereka ampunan dan rizki yang mulia (surga)."(Q.S An-Nur : 26)

Masih ingat banget obrolan kita di motor, saya memberikan petuah ala-ala mamah dede, semoga kalian dipertemukan dalam kondisi yang lebih baik, dan sekali lagi Allah tahu yang terbaik, jika berdasarkan indeks kegalauan mungkin maumu kalau bisa nikahnya dari tahun kemarin, dan kamu tahu, rupanya tertundanya yang lalu itu karena Allah ingin mempertemukan kalian dalam kondisi yang lebih baik. Dan saya bahagia untukmu.

Well, pernikahan adalah perjalanan yang tidak selalu mulus. Dari pengalaman saya hampir dua tahuanan ini, segala teori yang sudah saya pelajari jadi nggak waras saat saya nggak sabaran. Haha. Mel, pernikahan bukan hanya bagaimana memupuk cinta dari waktu ke waktu, kamu harus membersamainya dengan kesabaran. Semoga kalian menjadi pasangan yang saling menyempurnakan. Rasulullah mengabarkan bahwa kesetaraan pasangan itu dilihat dari ketakwaan mereka, bagi mereka yang istiqomah dalam ketakwaan, maka pernikahan akan benar-benar menjadi penyempurna agama mereka, laki-laki yang baik hanya untuk perempuan yang baik, Pasangan sempurna itu, mate made from heaven. Semoga Sakinah, mawaddah, wa Rahmah.

Mely, ndak mau bulan madu ke cileungsi kah? ... :v

15 January 2015
Ingat sahabat saya Hapsari yang bilang  pasangan sempurna itu, mate made from heaven. :*

You Might Also Like

3 comments

  1. Suka tulisannya.. Yuk, gabung komunitas blogger. Sudah kah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kak vitaaa... :)

      sudah daftar di keb tapi belum ada balasan imel..

      Hapus
  2. I'm smiling while reading this post. haha

    BalasHapus

I'm Proud Member Of