Buku: 5 Guru Kecilku (Bagian 1)

14.58.00

Pertemuan saya dengan buku ini karena Ruwaifi, hamil Ruwaifi membawa saya pada banyak hal, salah satunya adalah mengikuti status demi status facebook penulis buku ini, dan alhamdulillah, status bertabur hikmah dari sang penulis akhirnya dibukukan. Ada bagian-bagian yang membuat saya menitikan air mata saat membaca buku 5 Guru kecilku, apalagi pas ketemu bagian ini langsung deh nangis air terjun.

“Memandang kehamilan, melahirkan, dan menyusui sebagai bagian dari ibadah kepada Allah akan melahirkan sikap yang berbeda dalam menjalankannya, begitu juga dengan nilainya di mata Allah. Tentu akan sangat berbeda rasanya bila dibandingkan dengan para wanita yang melihat kehamilan, melahirkan, menyusui sebagai tambahan beban apalagi hambatan mereka dalam mencapai karir. Karena kesulitan dalam menjalaninya adalah sebuah keniscayaan, maka sangat disayangkan jika kita menjalankannya tanpa memandangnya sebagai bagian dari ibadah kita kepada Allah” (halaman 12-13) 

Saya mengenal Teh Kiki Barkiah, penulis buku 5 guru kecilku, setahun lalu melalui status beliau yang dishare teman saya, dan dari situlah saya mulai jatuh cinta pada tulisan-tulisan beliau, hingga tanpa pikir panjang saya mem follow facebook beliau.

Bagi saya teh Kiki Barkiah adalah jawaban dari kegalauan ibu-ibu muda yang banyak beredar di media sosial. Apa lagi yang kurang dari beliau, pendidikan yang baik, ia tamat dari perguruan tinggi dan jurusan yang selalu membuat saya mupeng setiap kali mendengarnya (baca: alumnus Institut Teknologi Bandung jurusan Teknik elektro), tidak hanya itu, ia juga seorang aktivis dakwah dengan segudang pengalaman organisasi, tapi ia memilih berkarir di ‘rumah’.

Buku 5 Guru kecilku begitu mengagumkan untuk saya, kekaguman saya semakin bertambah-tambah saat saya mengetahui bahwa tek Kiki barkiah memiliki lima orang anak, merantau ke negri paman sam, merawat anak tanpa asisten rumah tangga, tidak mengenyam pendidikan berbau Psikologi, dan usia beliau hanya lebih tua beberapa tahun saja dari saya, tapi hikmah-hikmah dari setiap tulisan beliau berasa banget kalau beliau ini seperti bukan orang baru dalam pengasuhan anak, dan masyaallah, lembaran-lembaran buku ini membuat saya mengangguk-nganggguk takzim, merenung, yaaa, mengasuh anak butuh ilmu, semua teori parenting itu akan buyar saat kita tidak sabar. Dan saya merasa beruntung karena bertemu buku ini sebelum diperhadapkan pada pengasuhan anak.

Buku 5 guru kecilku merupakan kumpulan kisah-kisah Teh Kiki bersama ke lima anaknya, bahasa yang mengalir membuat pembaca buku ini seperti bisa merasakan langsung bagaimana Teh Kiki berinteraksi dengan ke lima anaknya. Bukan hanya teori tapi langsung praktek dalam keseharian. Dari kisah-kisah yang teh kiki ceritakan terbaca jelas bagaimana perjuangan beliau untuk memberikan yang terbaik dari pengasuhan anak, tidak mudah, saya sangat yakin bahwa pasti tidak mudah, namun kisah-kisah dalam buku ini semakin meyakinkan bahwa kemudahan itu datang dari Allah, buktinya, dalam kesibukan mengurus lima orang anak, masyaallah teh Kiki masih bisa membagi pengalaman pengasuhan kepada para ibu yang lain.

Kisah dalam buku ini dibuka dengan “Niatmu kekuatanmu” dan mata saya langsung berair, hehe, ingat Ruwaifi. Teh kiki mengigatkan arti penting niat saat seseorang memilih dan menjalankan sebuah peran, sebab peran dan amanah pengasuhan bukanlah perkara mudah. Pada bagian ini dipaparkan kedudukan seorang anak dalam islam, kemudian hal inilah yang mendasari niat kuat untuk mengasuh dan mendidik anak dengan sebaik-baiknya.

Ada 35 kisah dalam buku ini, dan semuanya mengagumkan. Dalam buku ini teori parenting itu menjadi ‘nyata’ dalam pola pengasuhan yang diaplikasikan Teh kiki pada pengasuhan anak. Dalam buku ini juga Teh kiki menekankan bahwa pola pengasuhan tidak boleh dipukul rata, setiap anak punya keunikan tersendiri. Seorang ibu tidak harus berkecil hati saat pencampaian anak-anaknya tidak sama dengan anak lain. Setiap anak punya nilai tersendiri.

Dibagian lain teh Kiki menceritakan secara gamblang bahwa ia bukanlah seorang supermom, keletihan itupun terkadang menghampirinya, disinilah peran seorang suami untuk memberikan suplai semangat kepada istri, bahwa pengasuhan itu bukan tugas bunda seorang. Ada peran ayah.

Dari buku ini, saya banyak belajar tentang penerapan teori parenting, tentang keikhlasan seorang ibu.

Akhir kata, buku ini saya rekomendasikan untuk setiap perempuan, setiap ibu. :)

Judul Buku: 5 Guru Kecilku (Bagian 1)
Penulis: Kiki Barkiah

*Makasih untuk Qadar Rachmadani Idris... sudah memesankan buku ini untuk saya :*

Senin, 18 Januari 2015
Lagi hujaaaan derasss banget dan saya kangen Ruwaifi'. :')

You Might Also Like

0 comments

I'm Proud Member Of