My New Year’s Resolution

15.01.00


Sebenarnya saya sudah menulis Resolusi saya tahun ini di buku agenda, tapi setelah membaca tulisan saya ditahun sebelumnya, saya jadi tergerak untuk menulis Resolusi yang saya rencanakan di blog, tujuannya untuk apa? Bukan untuk eksis pastinya, hehe, menulis untuk saya saat ini seperti ruang untuk mengumpulkan energi positif, membagi apa yang yang saya rasakan benar-benar membantu saya memahami diri sendiri, saya menemukan kekuatan baru dari tiap tulisan yang saya buat. Mungkin akhir tahun kemarin saya banyak membagi cerita sedih kehilangan Ruwaifi, dari cerita-cerita yang saya tuliskan itu, saya mendapat banyak hikmah, terutama dari mereka yang mau berbagi kisah bagaimana bangkit lagi setelah ditinggal buah hati.

Well, tahun lalu begitu berwarna untuk saya. Tidak pernah terpikir sebelumnya bahwa Tuhan akan mengirimkan ujian kehilangan anak untuk saya dan suami, kini telah berlalu hampir empat bulan, Jika diumpamakan luka, kehilangan Ruwaifi adalah luka yang belum kering untuk saya. Namun saya coba memperlakukan luka yang saya rasakan sebagaimana mestinya, saya tidak mungkin memelihara luka dan sebisa mungkin harus mencarikannya obat agar lekas sembuh. Harus Kuat!
 
Sekarang Januari hampir mendekati penghujungnya dan ada kejuatan saat saya iseng-iseng tes kehamilan pakai tespek. Alhamdulillah positif, masyaallah ini diluar perencanaan, rasanya masih terlalu cepat, sempat nggak percaya, tapi saya percaya bahwa rencana Allah selalu lebih baik. Alhamdulillah. Hasil positif di tespek menjadi hadiah untuk saya dan suami, dan jujur membuat saya lebih bersamangat menyambut tahun ini, untuk menjadi lebih baik lagi, dan lebih baik lagi.


Setelah lihat dua garis merah samar di tespek saya kembali menyusun resolusi saya tahun ini, dan inilah resolusi yang saya tuliskan.


1. Memperbaiki hubungan dengan Allah

Point pertama ini saya rasakan sekali jatuh bangunnya, tidak istiqomahnya saya, sempat kepikiran untuk tidak menuliskannya dalam resolusi tahunan karena rasa-rasanya selalu tidak maksimal, tapi saya juga tidak merasa pantas membuat bereretan resolusi urusan dunia sedang hubungan sama Allah tidak saya buat perencanaannya. Untuk resolusi ini saya sudah membuat list amalan harian.

2. Hidup Sehat

Salah satu kebiasaan baik yang saya pelihara sejak masa nifas selesai adalah rajin minum air putih serta sebisa mungkin tidak meneguk minuman berwarna-warni, dan rajin juga memperhatikan komposisi makanan yang saya makan, apalagi jika itu makanan siap saji, prinsipnya semakin banyak komposisi aneh-aneh di lebel makanan, maka kemungkinan makanan itu tidak sehat untuk tubuh juga semakin besar. 

Olahraga? Untuk ini saya sampai beli sepatu baru loh, hehe. Setelah melakukan tes kehamilan aktivitas rutin lari pagi disetiap hari sabtu ahad saya hentikan untuk sementara, insyaallah akan diganti jalan pagi, dan akan saya rutinkan lagi setelah memasuki kehamilan bulan ke empat.

3. Umrah dan Visit New Places

Untuk umrah tabunganya belum cukup sih, tapi saya dan suami merencanakan untuk umrah di bulan 12 tahun ini, semoga ada jalan dan rezki. Kalaupun ada rencana Allah yang lain, saya ingin ibu saya bisa berumrah tahun ini.

Dan jalan-jalan, saya udah mulai nabung untuk liburan akhir tahun nanti bersama suami. 

“Jangan mengukur sebuah perjalanan dari banyaknya biaya yang dikeluarkan atau waktu yang dihabiskan. Ukurlah sebuah perjalanan dari kayanya pengalaman yang kita dapatkan setelah kembali ke rumah. Perjalanan membuat kita belajar untuk menjadi lebih sabar, tangguh, dan pengertian. (Traveling is Possible, Claudia Kaunang)

4. Hafal Juz 30, 29 dan asmaul husna

Saya udah pernah hafal ke dua juz ini tapi ilang lagi. Hiks. Insyaallah tahun ini harus kembali hafal.

5. Mempersiapkan diri menjadi ibu yang baik.

Masyaallah, senyum sumringah belum hilang dari wajah saya sejak melihat dua garis merah itu. Insyaallah sabtu nanti baru periksa ke dokter, semoga semuanya baik-baik, dan tidak ada cara lain untuk mensyukuri nikmat ini selain mendekat dan mendekat kepada Allah, dan mempersiapkan diri untuk menjadi ibu yang baik, diantara persiapan yang akan saya lakukan adalah banyak belajar, banyak membaca, banyak menulis, banyak berbagi. :)

6. Resign

Sengaja saya menulis Resign sebagai Resolusi tahun ini, semoga dipenghujung tahun nanti saya sudah resign, dan tidak LDMan lagi dengan suami. Aamin

Resolusi saya tahun ini tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya, intinya saya ingin lebih baik lagi dari tahun yang sudah berlalu.

Gambar dari sini

21 Januari 2016
Setelah 113 hari meninggalnya kesayangan, Ruwaifi’ Tauhid



You Might Also Like

2 comments

  1. ummu ziyad (eni)15 April 2016 11.16

    Semoga dimudahkan semua resolusiya ukhti.. tetap semangat dan terus bersabar..insya Allah semua akan indah pada waktunya

    BalasHapus

I'm Proud Member Of