Ini awal tahun dan Allah memberi ganti

09.16.00

Sudah lebih sebulan saya kembali bekerja setelah cuti melahirkan. Rasanya, saya seperti de javu, ada perasaan nggak percaya kalau semua rencana saya di awal tahun lalu tidak sejalan dengan rencana Allah, saya yang sedari awal selalu menganggap diri kuat berhati baja, nyatanya saya jadi perempuan berhati gulali saat diperhadapkan dengan urusan anak, saya ini masih suka nangis di atas motor saat mengingat Ruwaifi dan kenang-kenangannya.

Hari ini 14 Januari, masih terlalu sebentar jika saya harus menghitung mundur ke 30 september yang lalu,  mata dan hati saya nggak harus diguyur air untuk basah kuyup, mamakmu ini nak rindu waarbyasaaa. hehe

Awal tahun, seperti awal tahun sebelumnya saya selalu membuat oret-oretan, semacam resolusi tahunan, yang keseringan berulang dari tahun-tahun sebelumnya.

Sekarang pertengahan Januari, dan ada kejutan. Dua hari yang lalu saya iseng-iseng beli tespek, hasilnya cuma satu garis, sempat bersyukur juga karena saya pikir masih terlalu cepat untuk hamil lagi, dann saya syok setelah melihat si tespek selang beberapa menit kemudian, apaa? duaaa garis samar? maaak, jantung saya serasa mau lompat. Oke saya belum yakin.

Besoknya beli tespek lagi, yang agak mahalan dikit, daaaan, benar, positif. Alhamdulillah. Hati saya seperti lari mundur ke penghujung tahun lalu, setelah menanti berbulan-bulan, saya dinyatakan hamil Ruwaifi, sedang untuk kehamilan ke dua ini, saya dan suami malah berikhtiar untuk tidak hamil dulu. Kami butuh waktu untuk kembali menata hati, tapi rencana Allah emang nggak bisa ditebak, kehamilan, kelahiran, kematian, dan segala sesuatunya ada di tanganNya.

Sore ini  saya mengingat lagi kenangan tentang Ruwaifi, air mata saya sempat meniti haru.

14 Januari 2016





You Might Also Like

0 comments

I'm Proud Member Of