Syurga yang dekat

13.18.00

Sedikit kisah tentang Abu Hurairah, beliau radhiyallahu anhum adalah salah seorang shahabat Rasulullah yang sangat menyayangi ibunya, suatu hari ia mendatangi  Rasulullah dengan tangis berderai, setelah berada dihadapan Rasulullah, ia pun bercerita “wahai Rasulullah, sungguh aku berusaha untuk mendakwahi ibuku agar masuk Islam namun dia masih saja menolak ajakanku. Hari ini kembali beliau aku dakwahi namun dia malah mencaci dirimu. Oleh karena itu berdoalah kepada Allah agar Dia memberikan hidayah kepada ibu-nya Abu Hurairah.” Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam lantas berdoa, “Ya Allah, berilah hidayah kepada ibu dari Abu Hurairah.”

Dan masyaallah, do'a dari Rasulullah itu bersambut, ibunda Abu hurairah pun bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah dan Muhammad adalah hamba dan utusannya.”

Pertama kali membaca kisah ini, yang ada dalam pikiran saya adalah saya pada orang tua saya. Apa yang telah saya usahskan untuk menjaga diri dan orang tua saya dari api neraka? saya mendapati bahkan saya sendiri pun tidak yakin bisa menjaga diri dari neraka yang menakutkan itu. Cerita-cerita dakwah yang lalu bergelora seolah menyadari bahwa rasa-rasanya dakwah yang terlampau bersemangat ini tidak pernah lebih mendalam pada orang tua dan entah mengapa dakwah pada orang tua keseringan cepat putus asa, sekali tolakan saja sudah membuat malas sedang untuk orang lain saya bahkan rela berdara-darah, padahal manisnya dakwah dari seorang anak lebih berhak dinikmati oleh orang tua dibanding siapapun. :'(

Hal ini, saya pikirkan hingga larut malam tiga bulan yang lalu, pemikiran ini diperdalam oleh pernyataan bapak yang belum mengerti baik keutamaan La ilaa ha illallah serta apa konsekuensi dari kalimat agung itu. Saya sangat menyesal karena tidak pernah sungguh-sungguh menyampaikan kebenaran yang sudah saya ketahui pada orang tua saya. Maka, bagaimana mungkin saya ini bisa berharap syurga yang jauh di sana itu, sedang yang syurga yang dekat saja sudah terluput. Maka bagaimana mungkin saya ingin mengajak orang lain pada kebenaran, sedang orang tua sendiri terlupakan. Maka, sudah sedalam apa do'a, selarut apa harap yang telah saya upayakan untuk kedua orang tua yang telah berpayah untuk saya, anaknya? Ya Allah...


11 Juni 2013















You Might Also Like

2 comments

I'm Proud Member Of