Mata sayu itu berlinang

12.26.00

110913- Saya selalu terpesona pada upaya-upaya sederhana dalam pembuktian cinta, juga do'a yang diam-diam dibisikkan pada penghuni langit karena cinta yang bergemuruh di dada. Ada momen dimana saya sangat terharu melihat kakak laki-laki saya membuktikan baktinya setelah beberapa bulan terakhir ini ia begitu setia menemani dan mengingatkan bapak untuk berdzikir, ia selalu mengatakan bahwa bukan sakit itu yang ia takutkan dari bapak, ia sangat ketakutan kalau-kalau bapak meninggal dalam keadaan tidak sadar dan tidak mengingat Allah. 

Kesetiaannya tidak hanya sampai disitu, ia juga selalu berupaya menjaga agar bapak selalu dalam keadaan suci (berwudhu), sebelum bapak meninggalpun, ia masih sempat mengganti pakaian bapak dan memwudhukan bapak pelan-pelan. Setelah bapak meninggal, kesetiaanya tak juga berubah, setiap pagi dan sore, ia datang menyapu area kuburan bapak :'(

Bulan dua lalu, ia mengumrahkan ibu dan bapak, sebelum berangkat ke tanah suci, ia menelponku dengan tangis berderai, ia mengatakan pada saya untuk menjaga ibu dan bapak dengan baik di sana. Tangis yang berderai itu kemudian ia jelaskan pelan saat kami melewatkan sore di samping kuburan bapak, ia menuturkan bawah salah satu penyesalan terbesarnya adalah tidak menemani bapak saat berumrah, di hari keberangkatan kami ke tanah suci, ia menangis seharian memikirkan siapa yang akan mendorong bapak di kursi roda, mengapa ia tidak ikut juga padahal uang untuk kesana tersedia dengan lapang" mendengar ini, saya menangis, ia kakak laki-laki berhati lembut yang selalu menguatkan diri dihadapan kami adik-adiknya.


110813- Sore ini, setelah meyakinkan bapak untuk kembali memeriksakan kesehatan, kakak saya tiba-tiba saja mendekati bapak yang terbaring lemah dan pelan-pelan mengeluarkan uang dari tas yang dibawanya "Pak hari rabu nanti kita ke Makassar lagi memeriksakan kondisi bapak, ini uang buat bekal bapak"

Bapak saya terdiam, saya melihat mata bapak berkaca-kaca, tangan bapak gemetar menerima uang itu. Saya yang menjadi penonton tak luput dari haru, entah apa yang dirasakan bapak, bisa jadi air mata  yang meniti dari mata sayunya adalah haru yang tidak tertahan atas pengertian dari kakak bahwa bapak membutuhkan bantuan. Bapak dengan kepribadiannya yang mandiri, paling anti meminta pada anak-anaknya, bahkan dalam kondisi sakit sedemikian sakitpun, bapak masih juga tak ingin merepotkan kami anak-anaknya.

Setelah dewasa ini, saya barulah memahami bahwa orang tua memang tak ingin merepotkan anak-anaknya, namun ada harapan dalam hati yang tak pernah mereka ceritakan, harapan itu semakin menguat setelah mereka berusia lanjut. Pada masa-masa ini, orang tua sangat perlu dibantu dan dijaga, perkataan baik pada mereka memiliki kedudukan lebih tinggi dibanding sekedar menafkahi. Barangkali hal ini menjadis salah satu sebab mengapa perkataan 'ah' dilarang keras dalam agama, larangan perkataan 'ah' lebih pada perintah untuk bertutur kata dengan baik baik pada orang tua. Bakti pada usia senja ini, kemudian diperkuat oleh sabda Nabi bahwa 'merugilah mereka yang mendapati orang tuanya dalam keadaan senja namun tidak dapat masuk syurga dengan itu.' Hadits ini menjadi semacam penekanan bahwa bakti seorang anak sangat dibutukan oleh orang tua saat mereka memasuki usia senja.

Sehari sebelum bapak meninggal, salah seorang ustadz memberikan nasehat bahwa adalah kebahagian tak terkira untuk orang tua tak kala mendapati usia senja, dan di sampingnya ada anak berbakti yang setia mendampingi. Keadaan ini semoga menjadi sebab mata sayu itu berlinang..







You Might Also Like

3 comments

  1. jadi teringat orang tua juga, bahkan sy sempat kaget ketika orang tua bilang terima kasih kepada anaknya,

    BalasHapus
  2. keharmonisan keluarga jika dilandasi dg keimanan sungguh indah ya mbak

    BalasHapus
  3. Gerimis lagi sy membaca ini,kak. Kak rahmah bersaudara yg sudah sedemikian berbakti, smg Allah selalu merahmati

    BalasHapus

I'm Proud Member Of