Hal yang menggelisahkan part 5

08.47.00

Saya ingin menceritakan sedikit pengalaman saya waktu ke tanah suci, gak ada niatan mau pamer, cuma mau berbagi penderitaan  saja :p

Persiapan perjalanan ke tanah suci, sudah saya siapkan dari enam sebelumnya, deg-degannya yang akut karena dari dua tahun sebelumnya saya sudah kebelet ingin cepat-cepat kesana. Seminggu sebelum keberangkatan, mata saya ini susah diajak kompromi untuk tidur padahal biasanya sambil berdiri pun saya bisa tertidur, dan akhirnya hari yang ditunggu datang juga. Semua terasa sempurna, saya bisa merasakan sensasi yang tidak bisa diceritakan tapi mampu membuat air mata tumpah-tumpah. Gerakan-gerakan slow motion tercipta begitu saja saat sudah berhadapan langsung dengan ka'bah, suara riuh dengan nada yang sama seperti sepakat menyerukan 'Duhai Rabb, kami memenuhi panggilanmu' . Kebahagian saya melambung jauh melampaui menara masjid. awasome banget deh. oh iya selain bahagia saya juga norak. hehe. ..


Perasaan sempurna yang saya rasakan mulai 'gak enak' saat saya dibuat heran oleh panggilan untuk sholat berjamaah lagi, padahal sholat wajib baru saja selesai. Saya mulai bertanya-tanya 'ini sholat apa'. Mau nanya ke samping kiri kanan tapi saya gak tahu musti ngomong apa, bahasa arab saya masih kelas ayam..haha. katro. Akhirnya saya mengikuti sholat tanpa tahu sholat apa yang saya lakukan, baru ngeh setelah takbir ke dua, kemudian pusing karena ternyata saya sudah lupa bacaan sholat jenazah setelah takbir ke tiga, beban batin saya harus berulang lima kali sehari karena sholat jenazah di Arab sana dilakukan hampir setiap selesai sholat wajib.


Persiapan saya yang panjang melupakan satu hal penting yang harusnya diilmui saat  ke tanah suci yakni sholat jenazah. Yang saya sesalkan, sedih juga, mungkin saya bisa sholat dengan lebih baik andai saya mengilmuinya baik-baik, saya juga bisa lebih bersemangat karena ternyata keutamaannya sangat banyak. iya, jadi demikianlah, kalau ke mau ke tanah suci, sertakan ilmu ini dalam list persiapanmu ya. Oh iya lagi, saya merasa ilmu ini emang penting, mungkin menyesal saya selama di tanah suci tidak akan ada apa-apanya dibandingkan penyesalah karena tidak menyolatkan kerabat dengan cara yang benar.

Oleh karena itu, di pagi yang penuh cintah ini (lebay) kita akan melanjutkan pembahasan kita mengenai pengurusan jenazah, pembahasan kali ini ada diseputan sholat jenazah. Informasi pertama, saya terlambat tahu kalau sholat jenazah itu pahalanya sungguh besar, perbandingannya sebanding gunung uhud, tidak percaya, silahkan hayati hadits dibawah ini. #Jangan lupa banyak-banyak berdo'a juga agar kelak penyelenaggaraan jenazah kita bisa benar-benar sesuai syari'at.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda "Barangsiapa yang menyolatkannya, maka baginya satu qiroth. Lalu barangsiapa yang menyaksikan jenazah hingga dimakamkan, maka baginya dua qirath." ada yang bertanaya, 'apa yang dimaksud dengan dua qirath?' Rasulullah alaihi wa sallam lantas menjawab 'dua qirath itu semisal dua gunung yang besar' (HR. Bukhari-Muslim)

Subhanallah kan? Semoga keutamaan ini mentenagai kita, untuk terus-terus semangat mempelajari pengurusan jenazah hingga tuntas :)

Di bawah ini ada point-point dalam prosesi mensholatkan jenazah. Bismiillah, selamat menghayati..

Pertama, sholat jenazah hukumnya fardhu kifayah

Kedua, Imam sholat jenazah disunnahkan berdiri di dekat bagian kepala jenazah laki-laki dan sejajar dengan bagian tengah badan jenazah perempuan. hal ini berdasarkan apa yang dilakukan nabi shallallahu alaihi wa sallam yang diriwayatkan abu daud dan dishahihkan oleh syaikh al albani.

Ketiga, imam disunnahkan maju lebih ke depan dari makmum. Akan tetapi apabila bagian makmm ada yang tidak mendapatkan tempat untuk shalat maka mereka boleh berdiri di samping kiri atau kanan imam.

Keempat, imam bertakbir sebanyak empat kali,
  1. Setelah takbiratul ihram atau takbir pertama membaca al fatihah setelah ta'awwudz terlebih dahulu.
  2. Setelah takbir kedua membaca shalawat kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam seperti shalawat   dalam tasyahud shalat,  yaitu membaca.  
Allaahumma shalli 'alaa  muhammadin, wa 'alaa aali  muhammadin, kamaa shallaita 'alaa ibraahiima, wa 'alaa aali  ibraahiima. Wa baarik 'alaa  muhammadin, wa 'alaa aali  muhammadin, kamaa baarakta 'alaa ibraahiima, wa 'alaa aali  ibraahiima.  Fil 'aalamiina innaka hamiidum majiid

 (“Ya Allah, berilah rahmat kepada Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah memberikan rahmat kepada Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung. Berilah berkah kepada Muhammad dan keluarganya (termasuk anak dan istri atau umatnya), sebagaimana Engkau telah memberi berkah kepada Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung)

Jika di ringkas dengan membaca Allahumma sholli 'ala Muhammad  saja, maka hal itu dibolehkan.

3. Setelah takbir ketiga mendo'akan jenazah dengan do'a yang dicontohkan Nabi shallallahu alaihi wa  sallam, di antaranya.


اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ

"Ya Allah ampuni dan rahmatillah ia (jenazah), selamatkan dan maafkan ia. Bersiahkanlah ia dari segala kesalahan sebagaiamana baju putih dibersihkan dari kotoran. Dan gantikanlah baginya rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia). Gantikanlah baginya keluarga yang lebih baik dari keluarganya di Dunia. dan gantikanlah baginya yang lebih baik dari istrinya di dunia, serta masukkanlah ia ke dalam syurga dan lindungilah ia dari siksa kubur dan neraka" *Bacaan do'a ini musti dipelajari lagi, bagaimana untuk bacaan jenazah perempuan, Untuk jenazah dua orang atau banyak. Ayo belajar bahasa arab :)

Adapun janin yang lahir prematur, yang telah mencapai usia empat bulan atau lebih lalu meninggal, maka kedua orang tuanya yang dido'akan agar mendapatkan ampunan dan rahmat Allah. hal ini berdasarkan sabda Nabi shallalhu alaihi wa sallam " Adapun bayi yang keguguran, maka ia dishalatkan dan di do'akan bagi kedua orang tuanya agar diberikan ampunan dan rahmat"( HR. Abu dawud)

    4. Setelah takbir yang keempat berhenti sejenak lalu mengucapkan salam ke arah kana saja satu kali  salam. Dibolehkan pula bersalam kedua ke arah kiri.

Kelima, disunnahkan mengangkat kedua tangan di tiap takbir. (HR. Ad Daruquthni)

Keenam, Makmum masbuq yang tertinggal sebagian takbirnya imam hendaknya langsung mengikuti imam. *Kasus ini sempat membuat saya bingung tingkat dewa selam di tanah suci. hehe

Misalnya ia baru masuk ke dalam shaff ketika imam melakukan takbir yang ketiga, maka ia pun membaca do'a untuk jenazah. Barulah setelah imam takbir yang ke empat, makmum masbuq tersebut bertakbir lalu membaca surat al fatihah. Kemudian ia takbir lagi, lalu membaca shalawat. setelah itu barulah salam. Hal ini ia lakukan jika waktu memang memungkinakan  dan jenazah tidak langsung di bawa. Adapun jika tidak memungkinkan, maka ia langsung salam bersama imam, tidak ada kewajiban apapun atasnya.

Ketujuh, barang siapa tertinggal sholat jenazah maka ia boleh sholat jenazah dikuburan. penjelasannya baca di sini. Caranya, berdiri dan menjadikan kuburan diantara dia dan kiblat, lalu ia shalat jenazah sebagaimana lazimnya.

Kedelapan, dianjurkan shalat jenazah untuk mayat yang meninggal di tempat lain, jika disana mayat tersebut tidak dishalatkan. (Inilah yang disebut shalat ghaib) *Penjelasan lebih jelasnya baca di sini ya.

Alhamdulillah selesai. Pembahasannya masih ada satu bagian lagi.  Untuk pembahasan selanjutnya  janji pahalanya dua qirath untuk yang mengamalkan :)

Sumber : Tata cara mengurus jenazah karya syaikh Abdullah bin abdurrahman al jibrin.

7 September 2013











You Might Also Like

1 comments

  1. ngaji lagi ah disini...
    Subhannalloh kakak ini udah pergi Haji ya..

    BalasHapus

I'm Proud Member Of