Do'a mengekalkan cinta

14.30.00

140913-Barangkali salah satu alasan mengapa Rasulullah terus saja menyebut-nyebut kebaikan Khadijah adalah karena cinta, betapa Rasulullah menyimpan segala pengorbanan khadijah di dalam hati beliau dengan sangat rapi hingga beliau terus saja mengingatnya, ingatan mengekalkan cinta bahkan setelah kematian itu memisahkan.


Cinta itu kemudian Rasulullah pertegas dengan pengakuan beliau bahwa Allah tidaklah menganugrahkan kepadaku seorang istri sebagai pengganti yang lebih baik daripada khadijah. Dia beriman kepadaku ketika semua orang mengingkari kenabianku. Dia membenarkan ketika semua orang mendustakanku. Dia mengorbankan hartanya ketika semua orang berupaya mempertahankannya.

Cinta, saya semakin paham mengapa hubungan suami istri itu menjadi begitu agung hingga agama pun ikut mempersaksikan, setelah pernikahan hal-hal yang tadinya diharamkan menjadi halal. Dalam pernikahan selalu ada cinta yang siap memberi, menadah segala asa, menampung semua kelu, dan setia. Maka, benarlah Kesetiaan itu ada dititik terendah kehidupan. Dikatakan setia jika bisa membersamai terus-terus, dalam suka dan duka, dalam sepi maupun riuh, dalam keadaan  sehat maupun sakit. 

Beberapa bulan yang lalu, senior saya pernah mengirimkan cerita tentang kesedihan dari istri mush’ab bin umair saat mendengar kabar bahwa suaminya telah syahid. Bukan karena tak menerima takdir hingga ia menitikan air mata, bukan itu, hanya saja. Kemudian rasulullah menuturkan bahwa "sesungguhnya seorang suami mempunyai kedudukan tersendiri di hati istrinya."

Perasaan sedu-sedu ini telah saya saksikan dengan mata saya sendiri, bagaimana ibu saya bisa lebih kuat dari siapapun dalam merawat bapak saya yang sakit, tidak juga kami anak-anaknya. Ibu bisa tidak tidur bermalam-malam menemani bapak yang tidak bisa tidur dan mengeluh kesakitan, bahkan ibu tak juga memilih untuk tidur saat kami anak-anaknya berniat menggantikan beliau. 

Pernah suatu waktu ibu bercerita kalau beliau itu selalu kuatir jika jauh dari bapak yang sakit, beliau kuatir jika bapak meninggal sedang beliau tak ada disamping bapak. Saya terharu mendengar ini. Bapak pernah bilang begini ke ibu “Apa nanti yang akan kamu lakukan jika saya meninggal, saya sudah menghabiskan uang untuk berobat, saya juga sudah sangat merepotkan”

Ibu hanya bilang “Kita ini suami istri, dan sudah kewajiban saya membersamaimu terus-menerus, tentang uang itu, tidak usah dipikirkan, saya akan bekerja lebih giat lagi”

Jujur, saya terharu mendengar ucapan ibu ke bapak, saat menulis ini juga saya masih saja terharu. Pantas saja seorang istri yang baik itu di janjikan syurga, karena selain repot mengurus anak-anaknya, ia juga setia berpayah membersamai suaminya.

060913-Beberapa hari sebelum meninggal, bapak bilang ke ibu bahwa 'mungkin tidak lama lagi saya akan meninggal, setelah ini kamu akan sendiri' saat ibu menceritakan ini, saya tidak menangis tapi kerongkongan saya seperti tersumbat.

100913-Alhamdulillah, harapan ibu untuk membersamai bapak hingga akhir diperkenankan oleh Allah, bapak meninggal dipangkuan Ibu, sebelum meninggal bapak masih sempat menatap ibu dengan tatapan sayu, di situ, ibu begitu tegar melihat ruh bapak pelan-pelan dicabut, Ibu yang sedari awal selalu menampilkan ketabahan masih saja tampil tabah dengan air mata tertahan.

Seorang suami memiliki kedudukan tersendiri di hati istrinya, saya tahu saat ini kesedihan menguasai hati ibu, tapi masyaallah beliau lebih tabah dari siapapun saat ketetapan Allah berlaku pada bapak. Ya Rabb ku, persatukan lagi kedua orang tuaku di syurga-Mu.

You Might Also Like

1 comments

  1. aamiin.. mbak rahma juga sepertinya tegar sekali. :"

    BalasHapus

I'm Proud Member Of