The secrets of ‘jodoh’

14.08.00


Sudah lama tidak membahas hal fenomenal ini, hehe, tapi pesona obrolan ini seakan tidak lekang oleh waktu, galaunya pun demikian. Untuk yang seumuran saya barangkali obrolan ini tidaklah terlalu cetar lagi, tidak cetar tapi membadai di jiwa bagi mereka yang belum dipertemukan dengan jodohnya. Haha.

Galau kala itu sungguh aneh tapi nyata padahal saya yakin betul bahwa jodoh pasti bertamu, bahwa si pemilik tulang rusak tidak akan menjadi pangeran yang hilang. Setelah di ingat-ingat lagi ternyata galau kala itu karena keseringat ditanya “kapan”.. Haha. Galau tapi enggan masuk pasar bebas. Puncak kegalauan itu hadir saat usia panik bertamu.

Setelah menikah terbukti sudah bahwa pengalaman adalah guru terbaik, jadi tengsin sendiri mengingat kegalauan di masa-masa penantian dulu, jangan ditanya berapa lembar puisi yang saya tulis, berapa banyak waktu yang saya habiskan untuk menatap langit, berapa kali saya harus patah hati karena yang disenter menengok pun tidak pada saya. Hahaha. Demikianlah suka duka penantian.

Untuk yang sedang menanti ada beberapa rahasia “jodoh” yang harus kita ketahui, khusus untuk perempuan, konon pencarian kita ada pada upaya kita memperbaiki diri. Berikut ada tiga hal yang harus kita pelajari dalam masa-masa penantian kita. 

1. Berusahalah menjadi pribadi yang seunantiasa terus menerus memperbaiki diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih taat pada Allah serta Rasul-Nya.

Ingatlah janji Allah Ta’ala dalam firman-Nya. Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak akan mengingkari janji. 

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ أُولَئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ لَهُمْ مَغْفِرَةٌوَرِزْقٌ كَرِيمٌ“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga).” (QS. An-Nuur: 26).

2. Perbaiki niat

Tanyakan pada diri sendiri apakah tujuan anda menikah? Karena beribadah? Menunaikan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam? Menyalurkan hasrat kondrat manusiawi?

Pasti akan didapat jawaban yang berbeda-beda. Sesuai dengan apa tujuan mereka menikah. Namun Allah Ta’ala telah berfirman dalam kitab-Nya,


“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (Qs. Adz-Dzariat: 56).

3. Bekali diri dengan ilmu

Ketika bahtera rumah tangga telah melaju jauh, berkibar bak kapal pesiar yang akan terus berjalan mengarungi samudra kehidupan yang penuh dengan kebahagiaan. Dalam sebuah perjalanan mengarungi samudra pastilah terdapat berbagai ritangan dan hambatan. Ombak yang datang menghantam, hujan, angin, dan badai yang kapan saja mengancam. Oleh karenanya, nahkoda kapal haruslah siap kapanpun rintangan itu datang menghadang. Mustahil seorang nahkoda dapat mengendalikan kapalnya tanpa berbekal ilmu. Begitu pula dengan kita yang sedang menanti pasangan yang diidamkan. Persiapakanlah diri dengan ilmu-ilmu yang bermanfaat. Agar senantiasa lebih siap dan bijak dalam

Semoga Allah Ta’ala mempermudah langkah kita untuk menuju ke jenjang pernikahan, mempertemukan kepada seseorang yang diidam-idamkan. Allahu a’lam

Sumber bacaan: muslimah.or.id
Sumber gambar dari sini

You Might Also Like

1 comments

  1. (((berapa kali saya harus patah hati karena yang disenter menengok pun tidak pada saya)))
    I love your 'lugu' style dek hahahahahaha..

    BalasHapus

I'm Proud Member Of