Syukur dan syukur

09.58.00


Benar bahwa untuk menyelami nikmat yang sudah kita dapatkan salah satu caranya dengan melihat ke bawah. Cerita tentang syukur ini bermula setelah sebulan ini saya kembali 'ngepet' ke tempat kerja, ini salah satu bentuk ikhtiar yang saya jalani untuk menjaga janin yang ada dalam kandungan saya. Dalam perjalanan sebulan ini saya tidak bisa memungkiri ada banyak keluhan yang terlepas dari mulut saya, mulai dari macet sampai kondisi jalanan yang guncangannya sering membuat saya kuatir.

Hari-hari terlewati dengan cepatnya, saya mendapati diri saya sudah banyak mengeluh. Kemudian saya coba mencari kenikmatan yang bisa saya timang-timang setiap kali melewati perjalanan satu setengah jam yang harus saya lewati. Dan saya tidak menyangka bahwa kenikmatan itu hadir dalam bentuk syukur. Iya, jalanan yang rusak parah menjadikan perjalanan yang saya tempuh melambat, pada momen ini saya bisa menyaksikan banyak hal, dan kesemuanya membuat saya bersyukur atas banyak hal.  

Terlisankahlah syukur atas nikmat sehat, saat saya melihat seorang laki-laki paru baya yang duduk lemah di teras rumahnya dengan kaki yang digerogoti luka. Di kesempatan lain syukur atas atas nikmat pekerjaan kembali menggema di hati saat saya menyaksikan seorang ayah dan anak berlelah-lelah mendorong gerobak sampah. Ada banyak syukur yang mengalir dalam perjalanan ini yang tidak bisa saya ceritakan satu-satu.

Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An Nahl: 18).

Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).” (QS. Ibrahim: 34).

Alhamdulillah ala kulli hal :)

Gambar dari sini 

You Might Also Like

0 comments

I'm Proud Member Of