How to embrace your ramadhan

09.54.00


Dipenghujung ramadhan tahun lalu saya serasa dipanah oleh tanya yang menjadi status di bbm teman saya, tanya itu bisa jadi tidak ditujukan ke saya. Tapi saat melihat ke dalam diri, rasa-rasanya tanya itu memang ditujukan ke saya. Isi status teman saya itu singkat saja “Kemana perginya ramadhan?” 

Demikianlah status itu, sangat singkat namun saat direnungkan lebih dalam, ada perasaan nelangsa, ditambah lagi perenungannya dibulan-bulan sekarang ini dimana ramadhan sudah berlalu jauh. Maka kemana perginya ramadhan yang lalu?

Iya, tiap tahun ada ramadhan, bahkan ada yang sudah lima puluh tahun beramadhan, tapi tetap saja. Katanya ramadhan itu “La’allakum Tattaqun” tapi ramadhan berlalu, perasaan kembali biasa-biasa saja, kembali dengan rutinitas yang sama, dan ada sebagian yang kembali melakuni dosa-dosa yang ditinggalkan selama ramadhan.

Apa yang salah?

Bukankah ilmunya sudah kita hafal mati!
Bacaan tentang ramadhan menjamur dimana-mana!
Imbalan-imbalan Ramadhan pun sudah kita ketahui.
Ta’lim-ta’lim serupa alarm, semunya mengajak kita untuk mendekati Ramadhan!
Target-target pun sudah terpampang di dinding kamar kita!
Apa yang salah? :’(

Tanya ini terjawab oleh ceramah ustadz syafiq basalamah yang berjudul Bertemu kembali dengan ramadhan. Iya, Mungkin kesungguhan kita yang tidak pernah bersungguh-sungguh mendekati Allah. Mungkin kesabaran kita menetapi takwa di bulan ramadhan belum mengakar kuat hingga saat ramadhan berlalu takwa itu pun pelan-pelan  luntur.


Lalu apa yang harus kita lakukan untuk menyambut ramadhan? Dari penjelasan ustadz Badru salam dalam ceramah beliau yang berjudul "Bersemilah Ramadhan" disebutkan beberapa cara menyambut Ramadhan, yaitu:

1. Mempersiapkan hati kita menuju bulan Ramadhan.

Bagi seorang mukmi ketaatan itu adalah sesuatu menggembirakan hatinya. Sabda Nabi menyebutkan bahwa seorang mukmin adalah yang bergembira saat melakukan ketaatan dan bersedih hati saat terluput dari kebaikan.

Maka persiapan pertama kita untuk menyambut ramadhan adalah menata hati agar bisa berbahagia dengan datangnya Ramadhan.  Selanjutnya, periksa hati kita, apakah kita berbahagia dengan datangnya Ramadhan.

2. Berdo'a

Memohon kemudahan kepada Allah agar kita dapat menyempurnakan ibadah kita di bulan Ramadhan, kemudahan dalam mentaatiNya. Do'a adalah senjata kita yang utama untuk mencapai kesempurnaan ibadah di bulan Ramadhan, sebab tanpa pertolongan Allah kecenderungan hati kita ini adalah berat dalam beribadah.

3. Berusaha mempelajari Fiqh Ramadhan

Al imam ibnul qoyim menyebutkan bahwa salah satu tanda hati yang sehat adalah  ia semangat meluruskan amalnya, bagaimana agar bisa beramal sesuai yang dituntunkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. 

Kita sebagai umat Rasulullah harus mengupayakan semaksimalkan mungkin untuk berpuasa seperti puasanya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Ittiba'/ mengikuti Rasulullah adalah salah satu parameter kecintaan kita kepada Allah.

Untuk mempelajari Ramadhan dan serba-serbinya silahkan klik tautan berikut "Bagaimana Rasulullah berpuasa"  Khusus untuk muslimah ""Muslimah dan Ramadhan"

4. Membiasakan ibadah sebelum bulan Ramadhan

Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa Rasulullah memperbanyak puasa di bulan sya'ban. Biar kita nggak kaget juga :)

5. Berusaha merenungi hikmah-hikmah apa dari bulan Ramadhan

Para ulama mengatakan bahwa mengetahui hikmah bulan ramadhan tidak lah wajib, namun dengan mengetaui hikmah dan keutamaan Ramadhan insyaallah kita akan lebih semangat. Ini juga sesuai fitrah kita, yang semangat jika di kasih iming-iming.

6. Mempersiapkan harta dan kesehatan  (ini tambahan dari ceramah yang lain)

Klik tautan ini juga agar ramadhan kita bertenaga:

Bersemilah Ramadhan 

“Dan orang yang bersungguh-sungguh (berjihad) untuk mencari (keridhaan) kami, benar-benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat” (QS: Al-Ankabut: 69).

Gambar dari sini

23 Rajab 1436H

You Might Also Like

0 comments

I'm Proud Member Of