Cinta di rumah Hasan Al banna..

15.02.00

Bismillah. Kali ini saya mau sharing tentang buku yang membuat saya terpesona dua harian ini. Selama masa kehamilan saya membaca beberapa buku kesemuanya ada disekitar buku kehamilan, lebih fokus ke saya sebagai perempuan. Untuk buku kali ini pembahasannya laki banget, hehe ;) 

Bersama ini teriring harap semoga para calon ayah bisa mengambil hikmah dari seorang Hasan al banna yang kebaikannya begitu mengesankan anggota keluarganya.

Buku yang membuat saya terpesona berjudul "cinta di rumah Hasan Al banna". Bicara tentang Hasan Al banna saya hanya mengetahui sedikit saja tentang beliau, terlepas dari pihak yang pro dan kontra, lewat buku ini saya di ajak menyelami bagaimana kekaguman serta rasa hormat anak-anak kepada ayahnya (Hasan Al banna). Dan cukuplah seorang ayah dikatakan berhasil saat pengakuan demi pengakuan terlontar dari lisan anak-anaknya betapa mereka mencintai ayah mereka. Cinta yang tumbuh dari keterikatan hati yang dibangun lewat hubungan yang luar biasa baik.

Buku ini menjelaskan dengan begitu manis interasksi Hasan al banna dengan keluarganya, dan kesemuannya membuat saya takjub. Masyaallah, berkali-kali saya bergumam bahwa anak mana yang tidak akan jatuh hati pada ayah yang demikian mengagumkannya.  Prilaku Hasan al banna dalam mendidik anak-anaknya dalam buku ini  bisa jadi belum  mencerminkan sesuatu yang ideal dilakukan. Semua yang ideal tetaplah merujuk pada Rasulullah shallallahu alaihi wa salam, namun yang tertera dalam buku ini merupakan salah satu contoh lahir bagi mereka yang ingin mentarbiyah keluarganya

Praktek tarbyah seorang ayah pada keluarganya jelas harus dibangun dari visi yang jelas, mau dibawa kemana keluarga yang ia pimpin, dan dalam pencampaian visi tersebut seorang ayah harus menjadi yang terdepan dalam ilmu dan usaha pencampaiannya, menjadi teladan yang istiqomah. Maka mari kita masuki rumah hasan Al-Banna untuk melihat bagaimana beliau mendidik keluarganya.
  • Walau sesibuk apapun, Hasan Al Banna selalu menyempatkan makan pagi bersama anak-anaknya, dan tidak ada suara keras dalam rumah mereka.
  • Hasan al banna membiasakan memberikan pelukan pada anak-anaknya.
  • Beliau juga tak segan membawakan bekal anak-anaknya yang tertinggal ke sekolah. 
  • Salah satu metode yang diterapkan Hasan al banna dalam mendidik dan mendisiplinkan anak-anaknya adalah dengan memberikan uang jajan pada mereka dengan pembagian tiga kategori harian, pekanan, dan bulanan.
  • Terhadap sang istri, Hasan Al Banna berusaha meringankan bebannya dengan membantu membeli kebutuhan rumah.
  • Beliau juga tidak pernah membangunkan istrinya saat pulang larut malam dan menyiapkan sendiri makanan kecil untuk tamu-tamu yang datang ketika larut.
  • Dalam menasehati anak-anaknya, beliau tidak menasehati secara langsung, melainkan dengan contoh. 
  • Saat membiasakan anak-anaknya mencintai Al Qur’an, beliaulah yang pertama membaca Al Qur’an dan mengajak mereka untuk menyimaknya.
  • Ketika menghukum anak yang melalaikan aturan rumah, Hasan Al Banna memukulnya tapi sama sekali tidak keras, hanya untuk mengingatkan bahwa si anak telah melakukan kesalahan.  
  • Hasan Al Banna juga menyimpan secara rapi riwayat masing-masing anak dalam map tersendiri. Mulai riwayat kelahiran, penyakit, obat-obat apa yang pernah dikonsumsi, sampai pelajaran yang kurang dikuasai tiap anaknya dicatat dengan rapi. 
  • Beliau bahkan menyempatkan untuk berkomunikasi dengan guru anaknya untuk menambah latihan tertentu guna memperkuat bidang ilmu yang dirasa kurang dikuasai sang anak. 
  • Rak-rak buku menjadi saksi, setiap anak-anak hasan al banna memiliki rak buku tersendiri. Beliau mendatangi anak-anaknya di kala mereka bermain, menjadi teman belajar dan berdiskusi, Beliau menjalin hubungan baik dengan guru-guru di tempat anak-anaknya bersekolah, beliau rutin menanyakan kondisi anak-anaknya pada guru-guru disekolah. Terkadang Hasan Al Banna meminta bantuan para ikhwan untuk memantau anak-anaknya dan memberikan les tambahan.

Poin yang paling penting dari buku ini adalah keterlibatan seorang ayah dalam mendidik anak sangatlah penting, maka wahai para ayah bersemangatlah bekali diri dengan ilmu dan tata kembali keimanan dan visi mau dibawah kemana rumah tangga kita :)


Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (At-Tahrim: 6)

Penulis: M. Lili Nur Aulia
Penerbit: Pustaka Da’watuna
Halaman: 92 halaman

Resensi lengkap buku:  rachmaaprilia.blogspot.com, cinta di rumah hassan al-banna pdf

You Might Also Like

0 comments

I'm Proud Member Of