pregnancy, love, and plan

11.52.00


Sebelumnya tidak pernah terpikir bahwa kehamilan selain membawa perempuan pada perasaaan bahagia yang susah dijelaskan, juga ternyata membawa banyak kekuatiran. Salah satu kekuatiran yang paling sering saya rasakan saat hamil ini adalah kelakuan saya yang nggak baik akan berpengaruh kepada anak saya. Kekuatiran saya makin bertambah saat mendengar ceramah-ceramah agama yang menceritakan bahwa kesholehan seorang anak adalah salah satu buah dari kesholehan orang tuanya.
 
Karena seriusnya perkara kesholehan orang tua ini para salaf dahulu sungguh-sungguh beribadah demi kebaikan anak cucu mereka. Sa’id ibnu musyyaib berkata “sesungguhnya ketika sholat aku ingat anakku, maka aku menambah sholatku”. 


Dari ceramah-ceramah itu juga saya jadi tahu bahwa ternyata pembentukan generasi rabbani itu dimulai dari pemilihan pasangan, eh udah jelas ya bahwa laki-laki yang baik hanya untuk wanita baik-baik. Kalau sudah begini saya jadi banyak ngaca, Ya Allah saya yang begini ini, yang tidak sempurna ini.

Fitrah sebagai seorang ibu dan harapan yang melambung jauh untuk memiliki anak sholeh menggerakan seorang perempuan untuk mulai berbenah diri, menata keimanan, dan membangun ketakwaan dalam diri, masa-masa hamil jadi berasa ramadhan. hehe.

Di tulisan kali ini saya mau sharing apa-apa saja yang bisa dilakukan ibu hamil untuk berbenah diri, menata keimanan, dan membangun ketakwaan diri. Tujuannya, semoga dengan dengan ini kita mendapat ridho Allah, dari Rahim kita semoga lahir generasi Rabbani yang taat kepada Allah sebelum taat kepada Orang tuanya, yang bersabar, yang mengakar tauhid di dadanya, yang berakhlak mulia, dan selalu berjamaah.

Lalu apa saja yang harus dilakukan? Pertama-tama harus punya rencana yang tertulis rapi. Kenapa harus ditulis? Kehamilan sembilan bulan itu sangat amat singkaaaat, nggak berasa cepat sekali berlalunya. Tanpa perencanaan dan target yang jelas maka keinginan untuk berbenah diri itu akan menguap bersama morning sick dan segala kegalauan dimasa-masa kehamilan.

Dari hasil ngobrol-ngobrol dengan teman-teman, dan membaca pengalaman-pengalaman para ibu hebat, saya merangkum beberapa hal yang bisa diupayakan saat hamil. Tapi sebelumnya Niat harus sudah terpancang kuat, selanjutnya, berazzam untuk Istiqoma, membaca setiap hari kenapa kita harus memiliki anak sholeh, dan menjaga diri dari perbuatan maksiat, setelah itu mulailah kita merancang amalan-amalan yang bisa kita lakukan. Ini beberapa contohnya, insyaallah pencapaiannya dibuat jadi amalan rutin, tujuannya semoga bisa menjadi kebiasaan.

Pertama.

Perbanyak tilawah. Gak harus ODOJ tapi kalau bisa itu lebih baik lagi. Untuk point pertama ini targetnya adalah memperbanyak tadabur al qur’an, dan membiasakan si kecil mendengar ayat-ayat Allah sejak dari kandungan langsung dari lisan orang tuanya. Harus buat target berapa kali khatam ya. Ibu-ibu di kantor cerita kalau beliau menargetkan untuk khatam 5x, masyaallah padahal udah mules-mules tapi anaknya nggak keluar-keluar sebelum ibunya khatam 5x. Hehe

Kedua

Ikut program Jodoh (Just one day one hadits)

Pesan dan kesan untuk program ini adalah masyaallah. Yang tadinya berasa berat, tahu-tahu udah hafal hadits-hadits Rasulullah. Kalau istiqomah mengikuti ke dua level program hasilnya bisa hafal seratus hadits. Waktunya juga singkat, hanya lima bulanan saja. Metodenya sangat bagus, benar-benar melatih kita untuk istiqomah menghafal setiap harinya. Gimana cara ikut program ini? Info pendaftarannya banyak di media sosial, atau kalau pun tidak ikut program jodohnya langsung, bisa juga berpatner dengan pasangan kita. Infonya bisa lihat disini: facebook-Program-JODOH, dan bisa donlod dikatanya disini programjodoh.com.

Point dua ini secara nggak langsung mengenalkan hadist-hadist Rasulullah pada si kecil.

Ketiga


Menjaga Ibadah harian.

Caranya: Buat tabel amal harian yang siap di centang setiap harinya. Untuk point ini istiqomah kuncinya. Jangan malas-malas mengisi tabel apa-apa saja yang sudah terlewati.

Di tabel amalan harian, bisa berisi sholat lima waktu yang tepat waktu, sholat sunnah rawatib, duha, dan tahajud, sedekah, bacaan surah al kahfi di dihari jum’at dan al mulk sebelum tidur, pengajian rutin yang di ikuti, dan dzikir pagi petang. Catat progres amalan kita selama sembilan bulan kehamilan agar bisa kelihatan adakah peningkatan, jangan sampai kita berharap memiliki anak sholeh, sedang amalan masih segitu-gitu aja.

Keempat 

 
Ikut program ODOLA (One day one line al qur’an)   

Point ini berisi target hafalan. Harus ditargetkan dalam sembilan bulan mau hafal berapa juz al qur’an, atau minimal ada penambahan hafalan al qur’an kita. Al qur’an setiap halamanya terdiri dari 15 baris, satu lembar berarti ada 30 baris. Se juz ada 10 lembar, jadi total barisnya adalah 300 baris. Insyaallah bisa rampung hampir sejuz kalau istiqomah 1 atau 2 baris setiap harinya.

Kelima


Hafal asmaul husna. Target ini udah saya rencanakan dari kapan tahun tapi nggak pernah kesampaian. Hihi. Ustadz yusuf mansyur menjadi inspirasi dari target yang kelima ini.

Asmaul husna ada 99. Insyaallah bisa rampung dalam dalam 3 bulanan. Istiqomah aja, ajak suami untuk target kelima ini. Bisa dimulai di bulan ke empat saat janin mulai bisa mendengar. Secara nggak langsung kita memperkenalkan Allah pada anak kita melalui nama-namaNya yang indah.


Di tivi one setiap ahad sore ada acara yang khusus membahas asmaul husna, masyaallah, mengenal Allah dan nama-namanya harusnya diupayakan dengan serius oleh setiap kta. 

Biar lebih semangat silahkan dengarkan fiqh asmaul husna berikut.. Klik tautan ini Fiqh asmaul husna oleh ustadz syafik basalamah

Keenam

Banyak membaca dan mendengarkan, mempelajari kehamilan dan seluk beluknya, serta bagaiman mendidik si kecil nantinya. Buku, artikel dan ceramah keagamaan yang membahas ini sangat banyak. Pointnya, balik lagi ke target, kita boleh membaca sebanyak mungkin atau mendengar sebanyak mungkin, tapi harus ada target buku-buku apa saja yang akan kita selesaikan selama sembilan bulan kehamilan, ceramah-ceramah apa saja yang ingin kita selami selami selama sembilan bulan ini. Ini beberapa referensi buku.

Tautan yang ini bisa dilihat-lihat kaka mendidik generasi rabani oleh ustadz syafiq 

Ketujuh

Adab dan sedekah.

Saya kalau bicara adab jadi malu sendiri :( *Sungkem sama suami, sama orang tua*

Adab kan ada buanyaaaaak ya?

Nah pelajari adab dari adab bangun tidur sampai tidur lagi.. Belajarnya pelan-pelan aja.

Yang paling penting untuk point ini adalah adab kita pada Allah, orang tua, dan pasangan.

Semoga kita dimudahkan.

Dan sedekah, programkan S3 (Sedekah seribu sehari).... Dikit banget ya? Cuma serebu aja? Eitss jangan salah, seribu memang tapi istiqomahnya susah banget. Tips untuk amalan ini, sebelum keluar rumah atau beraktifitas jangan lupa sisihkan uang yang mau disedekahkan, pokoknya uang itu harus keluar sebelum hari berganti.

Kedelapan

Menyampaikan kepada si kecil di perut apa-apa yang menjadi harapan kita, memperkenalkan generasi terbaik umat ini, dan mengajaknya pada tempat-tempat kebaikan semisal pengajian. :) 

Kesembilan

Menulis apa saja yang bermanfaat tentang kehamilan yang kita jalani, kemudian bagikan :). Saya pernah membaca di status seorang teman bahwa ada seorang ulama yang mendokumentasikan tahap perkembangan anaknya melalui tulisan dan hal itu membuat ikatan emosional keduanya menjadi dekat.

Kesepuluh 

Menjaga wudhu :)

Terakhir, do'a, do'a dan do'a. Doakan anak-anak kita, iiringi usaha kita dengan do'a.


Dari Abu Hurairah, ia berkata : telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya ada seseorang yang diangkat (ditinggikan) derajadnya di jannah (surga)”. Lalu ia bertanya (terheran-heran), “Bagaimana aku bisa mendapat ini (yakni derajad yang tinggi di surga)?”. Dikatakan kepadanya, “(Ini) disebabkan istighfar (permohonan ampun) dari anakmu (kepada Allah) untukmu”.

Semoga Allah mengkaruniakan kepada kita/menjadikan kita anak-anak yang sholeh/ sholehah. Aamiin.

Syukran jazakumullahu khairan kepada teman-teman yang sudah sharing target-terget di atas. :*

Gambar dari sini

30 April 2015

You Might Also Like

0 comments

I'm Proud Member Of