Inspirasi dari Rumah cahaya

09.39.00


Saya membeli buku ini setahun yang lalu, setelah membaca sebagian isinya saya langsung gatal tidak sabaran ingin menyebarkan informasi tentang buku ini. Langsung heboh ke teman-teman yang akan melangsungkan pernikahan bahwa sebelum menikah enggak afdol kalau tidak membaca buku ini dulu. Hehe. Masyaallah, menginspirasi!

Dari beberapa buku yang sudah saya berkenaan dengan pernikahan, buku ini terasa beda dengan dengan buku pernikahan yang pernah saya baca sebelumnya, jika di buku-buku pernikahan yang sering ditemui kerap kali mengutip Q.S Ar Rum:21, tapi di buku ini pembaca diajak berkonsentrasi penuh dengan kajian mendalam 2 ayat yang jadi visi keluarga muslim sesungguhnya. Bermula dari mencari pasangan yang sesuai tuntunan Qur’an dan Sunnah hingga melahirkan generasi yang menyejukkan pandangan mata, menjadi pemimpin bagi masyarakat bertaqwa, terjaga dari api neraka, dan bersama hingga ke surga. Inilah hikmah dari Q.S Al Furqon:74 dan Q.At Tahrim: 6 yang dijabarkan buku ini.

Review buku ini langsung saya kopi
dari website  parentingnabawiyah.com, Reviewnya bikin tidak sabaran untuk segera memiliki buku ini.  

Buku ini dibuka dengan visi keluarga muslim sesungguhnya, selanjutnya, nah inilah inti dari buku ini. Buku ini membahas Parenting Nabawiyah. Parenting? Kan sudah banyak banget buku yang membahas cara mendidik anak? Kalau itu yang ada di benak pembaca, maka harus segera membenahi persepsi. Sekali lagi, ini tentang Parenting Nabawiyah. Tentang konsep keluarga dengan basis nubuwah. Dari mulai landasan, aplikasi, hingga hasil dan evaluasi. Dari mulai pernikahan yang merupakan gerbang awal terciptanya keluarga, menghadirkan cahaya dalam rumahtangga, hingga melahirkan pemimpin dunia yang bertaqwa.

Mengapa harus konsep keluarga Rosulullah? Kenapa mesti Parenting Nabawiyah? Buku ini menyeru kita untuk beriman kepada Rosulullah dengan utuh. Termasuk beriman kepada keberhasilan konsep keluarga Rosulullah yang sukses menghasilkan para pemimpin bumi, pilar peradaban yang membawa cahaya.

Mengimani bahwa ayat-ayat Allah itu mutlak sebagai pedoman bagi muslim. Meyakini sepenuhnya bahwa hadist Rosul sebagai panduan. Maka dalam keseharian kehidupanpun, keluarga muslim akan mendahulukan ayat dan sunnah daripada berbagai penelitian. Pun penting menjauhkan diri dari penelitian-penelitian yang tidak sejalan dengan konsep Islam. Boleh saja menggunakan penelitian, dengan syarat tidak bertentangan dengan Islam. Tentunya dengan lebih dulu mengedepankan Al Qur’an dan hadist. Buku ini mengingatkan bahwa ayat-ayat Allah dan sunnah Rosul bukan hanya sebagai stiker tempelan, tapi butuh digali untuk dilaksanakan. Insya Allah, inilah solusi yang ditawarkan.

Meski pembahasan-pembahasan dalam buku ini tidak ringan, tapi penulis cerdas mengemasnya menjadi alur yang mudah difahami. Tidak dipungkiri bahwa dalam keluarga muslimpun banyak yang bermasalah. Dan buku ini mengajak kita fokus pada masalah keluarga muslim saat ini. “Ada proses yang hilang hari ini. Yaitu, lahirnya para pemimpin-yang merupakan rangkaian proses panjang- dari rahim setiap rumah tangga muslim. Hal ini menjadi teguran keras bagi setiap keluarga muslim. Bahwa gagalnya kelahiran pemimpin istimewa nan adil, adalah bukti kegagalan dalam mendidik pondasi awal mereka sebagai calon pemimpin yang menyejukkan pandangan mata di rumah.”

Dalam hubungan ini, pembahasan visi misi tak berhenti di bab awal, penulis buku ini memperdalam di 2 bab selanjutnya: “Melahirkan Generasi Khilafah” dan Melahirkan “Generasi Pembuka Roma”. Dalam bab-bab ini, kita (khususnya orang tua) diajak untuk menyadari bahwa masa depan bukanlah masa kini, namun masa depan sesungguhnya adalah kebesaran Islam. Hingga diharapkan lahir kembali generasi-generasi sekelas sahabat Rosul dan Muhammad Sultan Al Fatih (penakluk Konstantinopel) yang akan menaklukan Roma. Sesuai hadist Nabi yang disampaikan saat perang Khandaq. Ada cara dan pendidikan khusus yang harus dilakukan untuk melahirkan generasi ini.

Bagi para ayah dan calon ayah, bab “Hati-hati dengan Pemadam Cahaya Keluarga” harus menjadi perhatian khusus. Karena ternyata banyak laki-laki yang mengabaikan Q.S AnNur: 37, sehingga terlalaikan oleh perniagaan dan jual beli (pekerjaan, bisnis, dll) yang menjauhkan diri dan keluarganya dari Masjid dan Al Qur’an sebagai sumber cahaya.

Sinkronisasi Suami dan Istri dibahas dalam bab “Inspirasi At Tahrim”. Dalam buku ini dipaparkan bahwa sangat sulit melahirkan generasi mulia tanpa keselarasan hati dan gerak. Ada rumah tangga yang suaminya bergerak menuju arah kesholihan, sementara istrinya tidak (ataupun sebaliknya). Maka, efeknya tidak hanya kepada diri sendiri, tapi juga untuk anak-anaknya. Kisah Nabi Nuh dan istri, Nabi Luth dan istri, Fir’aun dan Istri, serta kisah Imron dan istri menjadi ibrah yang menarik disajikan dalam pembahasan ini.

Lalu bagaimana solusi untuk mengahadapi berbagai masalah dalam keluarga muslim? Bab “Menyiapkan Landasan untuk Turbulensi Keluarga” dan “Kesholihan Orang Tua untuk Kebesaran Generasi” berusaha memaparkan jawabannya. Diperdalam dengan bab “Belajar dari Keluarga Ibrahim” dan “Belajar dari Keluarga Rasulullah Muhammad” serta beberapa tips-meski tidak seperti kebanyakan buku parenting yang biasa “dibanjiri” tips-, buku ini mampu memberi inspirasi untuk memecah kebuntuan berpikir dan bertindak.

Semoga keluarga kita mendapatkan hikmah dan Inspirasi dari Rumah Cahaya, bersama hingga ke surga… Ya Allah bimbinglah kami…

Info dan pemesanan  via sms/ whatsapp: 087880355911 atau langsung ke sini.

You Might Also Like

0 comments

I'm Proud Member Of