Keluarga Berencana Besar..

16.17.00


Salah satu hal yang tidak terelakkan saat hamil adalah kepo yang melambung jauh. Haha. Mau tahu ini, mau tahu itu. Tujuannya apa lagi kalau bukan untuk kebaikan si buah hati yang ada diperut.Alhamdulillah, kepo yang saya rasakan bersambut dengan banyaknya interaksi dengan ibu-ibu di tempat kerja, banyak hal-hal baru yang saya tahu dari mereka. Saran-saran pun mengalir deras, pertanyaan dari saya juga tak kalah derasnya, gosip terbaru berkenaan dengan kehamilan dan melahirkan pun tak tertinggal. Haha. Dasar ibu-ibu.

Pembahasan yang paling hot di tempat kerja saat ini adalah salah satu rekan kerja yang hamil lagi, iya lagi, padahal beberapa bulan sebelumnya baru saja melahirkan bayi kembar. Tema anak dengan kelahiran ‘rapat’akhirnya naik ke permukaan, tanggapan yang datang pun ada macam-macam. 

Kebetulan sebelum mengetahui berita di atas, saya ngobrol panjang dengan ibu-ibu muda yang memasang KB spiral unntuk mengatur jarak kelahiran. Alasan pemasangan KB spiral ini juga ada macam-macam, mulai dari pertimbangan ekonomi sampai ke pengasuhan. Jadi pas aja kalau  muncul  reaksi ‘wah’ dari ibu-ibu saat membahas kelahiran anak yang rapat, di satu kubu ada yang mengatur jarak kelahiran dengan memasang KB spiral, di sudut lain ada yang hamil lagi dengan jarak sangat rapat. Jika mendengar obrolan yang beginian saya langsung kepikiran masa-masa galau penantian untuk hamil, di sisi kehidupan yang lain ada yang yang mengatur sedemikiaan rupa biar nggak  hamil lagi, di sisi yang lain ada yang pontang-panting usaha biar hamil.



Bagaimanapun keadaan dilapangan, saya percaya bahwa setiap pasangan punya alasan masing-masing untuk urusan ini. Untuk saya pribadi, saya baru saja dibuat tersepona oleh 11 Gen Halilintar, 11 anak dengan perawatan dan pendidikan terbaik. Emejing. Jauh sebelum ini saya juga pernah nganga-nganga melihat 10 bersaudara bintang al-qur’an, 10 bersaudara semuanya hafal al qur;an. Masyaallah.

Eh tapi, itu keluarga gen halilintar kan tajir, jadi punya anak segambreng juga nggak masalah. 10 bersaudara yang hafal al qur’an itu juga wow, orang tua mereka kan anggota DPR, nah ini kehidupan ekonomi berdua dengan suami saja sudah ISIS (ini susah, itu susah) <------ Salah satu contoh bisikan setan. Hehe.

Terlepas dari berbagaia keadaan hidup yang kita jalani, sebagai seorang muslim tempat kembalinya segala urusan adalah aturan Allah dan Rasul-Nya. 


Dan ternyata Rasulullah menganjurkan untuk memiliki keturanan yang banyak, tanpa ada syarat harus kaya dulu. Ada haditsnya, Dari Ma’qil bin Yasar al-Muzani radhiyallahu ‘anhu dia berkata: Seorang lelaki pernah datang (menemui) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata: Sesungguhnya aku mendapatkan seorang perempuan yang memiliki kecantikan dan (berasal dari) keturunan yang terhormat, akan tetapi dia tidak bisa punya anak (mandul), apakah aku (boleh) menikahinya? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Tidak (boleh)”, kemudian lelaki itu datang (dan bertanya lagi) untuk kedua kalinya, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kembali melarangnya, kemudian lelaki itu datang (dan bertanya lagi) untuk ketiga kalinya, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Nikahilah perempuan yang penyayang dan subur (banyak anak), karena sesungguhnya aku akan membanggakan (banyaknya jumlah kalian) dihadapan umat-umat lain (pada hari kiamat nanti).” Bagi seorang perempuan yang masih gadis. kesuburan ini diketahui dengan melihat keadaan keluarga (ibu dan saudara perempuan) atau kerabatnya, lihat kitab ‘Aunul Ma’buud, 6/33-34). (HR Abu Dawud (no. 2050), an-Nasa-i (6/65) dan al-Hakim (2/176), dishahihkan oleh Ibnu Hibban (no. 4056- al-Ihsan), juga oleh al-Hakim dan disepakati oleh adz-Dzahabi).

Hadits ini menunjukkan dianjurkannya memperbanyak keturunan, yang ini termasuk tujuan utama pernikahan, dan dianjurkannya menikahi perempuan yang subur untuk tujuan tersebut. Lihat kitab Zaadul Ma’aad (4/228), Aadaabuz Zifaaf (hal. 60) dan Khataru Tahdiidin Nasl (8/16- Muallafaatusy Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu).

Dan dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu dia berkata: Ibuku (Ummu Sulaim radhiyallahu ‘anha) pernah berkata: (Wahai Rasulullah), berdoalah kepada Allah untuk (kebaikan) pelayan kecilmu ini (Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu). Anas berkata: Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berdoa (meminta kepada Allah) segala kebaikan untukku, dan doa kebaikan untukku yang terakhir beliau ucapkan: “Ya Allah, perbanyaklah harta dan keturunannya, serta berkahilah apa yang Engkau berikan kepadanya.” Anas berkata: Demi Allah, sungguh aku memiliki harta yang sangat banyak, dan sungguh anak dan cucuku saat ini (berjumlah) lebih dari seratus orang. (HSR. al-Bukhari (no. 6018) dan Muslim (no. 2481), lafazh ini yang terdapat dalam Shahih Muslim)

Hadits ini menunjukkan keutamaan memiliki banyak keturunan yang diberkahi Allah ta’ala, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mungkin mendoakan keburukan untuk sahabatnya, dan Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu sendiri menyebutkan ini sebagai doa kebaikan. Oleh karena itulah, imam an-Nawawi mencantumkan hadits ini dalam bab: keutamaan Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu. (Lihat Syarah Shahih Muslim, 16/39-40)

Demikian pula keumuman hadits-hadits yang menunjukkan keutamaan memiliki anak yang saleh, seperti sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Jika seorang manusia mati, maka terputuslah (pahala) amal (kebaikan)nya kecuali dari tiga perkara: sedekah yang terus mengalir (pahalanya dengan diwakafkan), atau ilmu yang diambil manfaatnya (terus diamalkan), atau anak shaleh yang terus mendoakan kebaikan baginya.” (HR Ibnu Majah (no. 3660), Ahmad (2/509) dan lain-lain, dishahihkan oleh al-Buushiri dan dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam Silsilatul Ahaaditsish Shahiihah, no. 1598)

Juga sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Sungguh seorang manusia akan ditinggikan derajatnya di surga (kelak), maka dia bertanya: Bagaimana aku bisa mencapai semua ini? Maka dikatakan padanya: (Ini semua) disebabkan istigfar (permohonan ampun kepada Allah yang selalu diucapkan oleh) anakmu untukmu.” (Kitab al-Maudhuuaat (2/281), al-‘Ilal mutanaahiyah (2/636) keduanya tulisan imam Ibnul Jauzi, dan Silsilatul Ahaaditsidh Dha’iifah” (no. 3580))
Haditsnya sampai panjang begitu, masyaallah.

Sekarang tunjuk tangan yang ingin PROGRAM KBB (Keluarga berencana besar)?

Semoga Allah mengkaruniakan kepada kita keturanan yang banyak dan sholeh/sholeha. Aamiin.  Anak adalah rezki dari Allah, Allah pun yang menjamin rezki-rezki mereka. Jadi ayo ikut program KBB. :)


Gambar dari sini

Jum'at, 17 April 2015


You Might Also Like

0 comments

I'm Proud Member Of