Mengharap cinta, menarget hafalan :)

11.28.00


Setahun yang lalu saya mengikuti seminar al qur’an di salah satu masjid yang ada di bekasi, ustadz bachtiar natsir menjadi salah satu pemateri di seminar tersebut. Secara keseluruhan seminar tersebut membuat peserta seperti saya bersimbah malu, malu semakin bertambah-tambah saat pengisi acara ditampilkan satu-satu, dimulai dari penampilan anak berusia lima tahun yang sudah menghafal lima juz al qur’an, ditutup dengan testimoni seorang nenek yang baru menghafal al qur’an di usianya yang ke 70 tahun. 

Ada pertanyaan ustadz yang sampai detik ini masih teringat baik...

“Kapan kita -saya- akan menyelesaikan hafalan al qur;an”

Sebelum menutup usia! Jawab sebagian peserta.

Jawaban sebelum menutup usia jadi terasa klise, kalau besok saya menutup usia berarti nggak hafal-hafal dong, orang sekarang juz 30 aja belum lancar.

***

Hari ini saat mengikuti kelas tahsin di tempat kerja tanya itu datang lagi “kapan?” bukan hanya kapan tapi beserta kualitas hafalan, sebab menghafal saja belum cukup sampai bisa menjaga ayat-ayat Allah dalam diri kita.

Jadi, kapan?

Tidak ada pilihan selain membuat target kan ya?

Eh tapi selama ini bukankah saya sudah membuat banyak target?

Dari tahun ke tahun, dari bulan ke bulan, hari-hari pun berganti?

Tapi hafalan masih itu-itu saja kan..

Atau mungkin cita-cita untuk menghafal al qur’an itu hanya dibibir saja?

***

Hari ini..

Jika memang cita-cita untuk menghafal kan al qur’an itu benar..

Ayo buat target di usia berapa kita ingin merampungkan hafalan al qur’an kita

30, 40, 50, 60, 70, 80.... tahun

Setelah itu mari susun lagi rencana-rencana apa yang akan kita lakukan untuk mencapai target itu? Ikut kelas tajwid, tahsin, tahfidz, sekarang banyak sekali sarana ke sana, tinggal kita menguatkan azzam.

Siap?!

Semoga dimudahkan, ya, kita mengharap cintaNya dengan menarget hafalan :)

Gambar dari sini

5 maret 2015




You Might Also Like

0 comments

I'm Proud Member Of