Makkah-madinah, dari platik sendal sampai gelas minuman...

14.31.00

Tentang makkah dan madinah, selalu ada rindu yang tumbuh subur tanpa harus disiram-siram. Cukup melihat tayangan dua kota suci ini ditelevisi rasanya sudah sangat membahagiakan, cerita pertemuan yang sudah berlalu sekian tahun kembali terulang, suara adzan di dua masjid suci, kawanan merpati yang akrab dengan pengunjung masjid, jalanan yang selalu padat oleh orang-orang yang berangkat sholat, muda-mudi yang tanpan rupawan cantik jelita membuat mata susah berpaling, penjual yang berderet-deret ditrotoar, bangunan tinggi yang membuat mulut menganga, semua itu membuat saya sulit tidur jika mengingatnya, dan suami saya menjadi korban dari cerita berulang saya ini, hehe, sudah tak terhitung saya mengulang cerita perjalanan umrah yang saya lewati ke suami, dan disetiap cerita berulang itu suami saya selalu sama saja bersemangatnya. Dulu-dulu saya sempat heran melihat ibu, bapak dan kakak saya yang selalu berbinar-berbinar saat menceritakan perjalanan mereka ke tanah suci, sekarang saya mengerti, kerinduan pada tanah suci rupanya tidak akan pernah selesai baik sudah pernah melihatnya terlebih lagi jika belum.

Semoga ada rezeki, di buku agenda saya terpampang niatan umrah ditahun 2016-2017 bersama suami. Aamiin. Masih satu atau dua tahun lagi, tapi hampir setiap hari saya dan suami membahasnya, hehe. Ditambah lagi dua minggu ini setiap ahad di acara khazanah yang tayang ditrans tujuh ada kilas balik sejarah masjidil haram dan masjid nabawi, sudah, saya kembali lagi mengulang cerita yang sama. Suami saya kembali mendengarkan dengan setia, ia juga sesekali menanyakan bagaimana manasik umrah.

Sudah dua pekan berturut-turut suami saya yang menceritakan hasil tontonannya, kali ini tentang Raudhah, wahh saya langsung semangat lagi, tahu apa selanjutnya, saya yang memonopoli obrolan, saya menceritakan lagi proses mengantri yang padat meraya saat masuk raudhan.. Haha. Padahal cerita ini sudah saya ceritakan berulang-ulang sebelumnya.


Kata suami saya, “Tadi di tivi ditampilkan orang berebutan sholat di raudha, ada yang nggak mau di geser sedikit pun, keukeh nyaa... Hehe. Suasannya seperti berebutan, sesak banget, tapi ada seorang jama’ah yang akhirnya tidak ikut berebutan tempat diraudhah, beliau malah mengambil air kemudian berkeliling dan membagikannya ke jama’ah yang letih mengantri. Masyaallah”

Suami saya melanjutkan ceritanya...”Ustadznya mengatakan bahwa jama’ah itu adalah muslim yang cerdas, bisa melihat peluang amal yang pahalannya jauh lebih besar, andai ia sholat maka ibadahnya hanya darinya saja, tapi dengan membagikan minuman itu, ia mendapat banyak keutamaan dari sekian banyak jama’ah” :)

“Tadi juga diceritakan kalau tanah masjid nabawi adalah tanah waqaf dari dua anak yatim, muslim yang cerdas, dan pahalannya tidak akan putus-putus”

Ingatan saya langsung meluncur ke masjidil haram.. “Waktu ke tanah suci saya juga pernah melihat yang demikian, saat jama’ah memasuki masjidil haram kan sendalnya di buka, sebagian besar jama’ah memilih untuk membawa masuk sandalnya. Pihak masjidil haram menyediakan plastik di sudut pintu masjid untuk tempat sendal para jama’ah. Model plastiknya mirip plastik buah kiloan yang ada disupermarket. Agar ribet juga pas diambil soalnya kadang susah menyobeknya. Dan rupanya ada salah seorang jama’ah yang menangkap peluang amal di tempat itu. Hari itu, saya mendapati seorang kakek tua yang sudah lebih dulu menyobek plastik jadi saat jama’ah lewat dan bergegas mengambil plastik mereka tidak perlu lagi repot-repot” Masyaallah.

Dari Jabir radhiyallau ‘anhuma bercerita bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.” Hadits dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’


Obrolan di atas adalah sebagian dari obrolan panjang kami tentang tanah suci, dari makkah dan madinah sampai gelas minuman dan plastik sendal. Hehe...

Rindu Rasanya pada dua tempat iini. Ya Allah sampaikan lah kami. :)
Gambar dari sini dan sini

You Might Also Like

0 comments

I'm Proud Member Of