Kepada Allah - berprasangka baiklah :)

20.58.00

Kemarin, malam serasa lebih panjang dari malam-malam sebelumnya. Bukan karena malam minggu. Bukan itu. Kemarin malam itu saya merenung agak lama, menutup mata rapat-rapat, dan banyak menyesal. Bisa dibilang saya sadar lagi betapa kepada Allah saya sering berprasangka tidak baik.*Semoga kesadaran ini enggak cepat hilang* :)


Kegalauan saya dalam perenungan bermula saat membaca kisah seorang laki-laki yang selalu berperasaan positif, selalu berprasangka baik pada setiap ketetapan Allah. Dikisahkan bahwa laki-laki tersebut bersama anaknya memiliki cita-cita yang amat mulia, mereka ingin berjihad. Kemudian, sebagai langkah awal dari niat baik itu, mereka membeli seekor kuda dan merawat kuda tersebut dengan sebaik-baik perawatan.

Orang-orang  dibuat terpesona dengan kuda tersebut, pujian pun mengalir deras karena kagagahan sang kuda. Menanggapi pujian tersebut mereka pun mengatakan bahwa “kami tidak tahu apakah ini baik atau buruk untuk kami, kami hanya bisa berhusnuzon kepada Allah”


Suatu hari, anak dari laki-laki tersebut menaiki kuda yang telah mereka pelihara, dan qadarallah, si anak terjatuh dari kuda  hingga membuat ia cacat. Orang-orang kembali berkomentar, komentar kali ini lebih pada sikap menyalahkan “ternyata kuda yang kelihatan gagah itu tidaklah sebaik dugaan kami karena ia telah membuat anakmu cacat “

Tak banyak komentar,tak juga ada pembelaan diri, laki-laki itu berkata Lirih ”kami tidak tahu apakah ini baik atau buruk untuk kami, kami hanya bisa berhusnudzon kepada Allah.” Tak Berselang lama dari perisitiwa kecalakaan itu. Daerah tempat mereka bermukin didatangi kabar kalau seluruh pemuda di daerah tersebut diwajibkan ikut berperang, peperangan yang tak terlalu jelas apa yang diperjuangkan, agama kah atau yang lain.

Dan Qadarallah, anak dari laki-laki tersebut tidak diikutkan berperang  karena kondisinya yang tak baik.

Masyarakat setempat lagi-lagi memberikan komentar ”ternyata kejadian kemarin itu memiliki hikmah.” Dan kembali ayah dari anak tersebut memberikan jawaban yang sama “kami tidak tahu apakah ini baik atau buruk untuk kami, kami hanya bisa berhusnudzon kepada Allah.

Setelah kejadian itu, mereka kembali menjalani hidup seperti biasa.cita-cita untuk berjihad tidaklah terlupakan. Namun, kuda yang telah mereka rawat baik-baik tiba–tiba saja menghilang.

Orang-orang pun ramai mencemoh si kuda yang tak tahu berterimakasih. Laki-laki itu masih tak banyak bicara. ia masih memberikan jawaban yang sama “kami tidak tahu apakah ini baik atau buruk untuk kami, kami hanya bisa berhusnudzon kepada Allah. Dan Subhanallah, Kuda itu ternyata pergi untuk kembali, ia kembali dengan sekerumunan kuda yang banyak. Kuda tersebut barangkali menyampaikan kabar ke teman-temannya kalau ia telah menemukan tuan yang baik.

Untuk saya, kisah di atas luar biasa menyinggung. Saya ini sering terburu-buru menyimpulkan sesuatu. Kadang-kadang berpikiran buruk, sering uring-uringan, sering berandai-andai, sering lupa juga bahwa Allah tahu segalanya dan tak ada yang tersembunyi untukNya. Kesadaran ini harus saya rawat baik-baik karena masih sering saya dibuat kagum setengah mati oleh rumput tetangga, hingga membuat saya tidak fokus merawat rumput sendiri, sering ngiler ngelihat kehidupan orang lain. hehe, stok ingatan saya yang terbatas seperti memudahkan saya untuk sering lupa bahwa Allah tahu setiap harap dan butuh dalam diri saya. Bisa jadi jika rumput yang saya miliki sehijau rumput tetangga maka saya akan silau, dan dibuat repot oleh si rumput. Melakukan yang terbaik dititik saya berdiri saat ini adalah pilihan yang paling menenangkan. Right?  :)

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)

Kisah diceritakan kembali oleh saya..semoga maksudnya tersampaikan :)





You Might Also Like

2 comments

  1. Nasihat nya sangat bagus. Syukron saudaraku. Subhaanallooh... Sikap berfikir positif memang harus kita miliki.
    Kata guru ana, Husnuzhon adalah salah satu sikaf kita dalam bersyukur. jika kita husnuzhon terhadap segala hal, maka Allah akan menambah kebaikan untuk segala hal daam hidup kita.

    Semoga Barokah
    <'@II< maH-Taj ^_^ !!

    BalasHapus
  2. HUaaaaaaa.....Rahmmaaaaa!!! Masya ALLAH.. anugerahNya yang diberikan kepadamu berupa kemampuan menulis seperti ini membuatku iri... semangat tebar kebaikan sobat... pena kadang bisa lebih tajam daripada pedang,,harus lebih bersemangat bukan hanya dalam hal mengejar kebaikan tapi juga bersyukur pada setiap keadaan

    BalasHapus

I'm Proud Member Of