Random thought

11.51.00

Sekarang hari jum'at. Kemarin shubuh saya sudah bersemangat saja membaca al kahfi karena takut tidak keburu ditempat kerja eh ternyata baru hari kamis ya, hehe, mungkin pengaruh umur yaa sekarang-sekarang ini saya jadi sering lupa hari, lupa tanggal, dalam kepala saya hanya ada tanggal gajiaan. *kemelaratan mulai melanda*

Aktivitas rutin yang saya lakukan di setiap jum'at malam adalah membuat rencana dan evaluasi dari jum'at ke jum'at, pekan kemarin lumayan oke, pelanggaran paling fatal itu ada dibagian rencana untuk menahan lisan dari membicarakan hal-hal yang tidak penting. Saya belum berhasil untuk bagian yang satu ini. Padahal di buku agenda harian selama satu tahun ini, hampir setiap pekan rencana ini selalu masuk.

Pekan ini menjelang akhir tahun, saya membaca lagi catatan setahun ini, tulisan saya banyak yang tidak terbaca, ada yang miring-miring, ada yang hurufnya kurang, masih pengaruh umur, buku agenda tahun ini lebih mirip buku akutansi, banyak angka-angka, rencana keuangan, lengkap dengan daftar utang, lengkap dengan nama-nama mereka yang yang menjadi pelipur lara, lengkap dengan proses pengobatan bapak yang membuat urat malu saya putus *nangis-nangis gak pake malu di emperan rumah sakit* lengkap dengan tulisan-tulisan 'Rahma jangan lebay'. hehe. Ada juga bagian reminder 'belajar menerima' buku harian saya banyak kata-kata horornya.

Saya lebay? setelah lepas dari dunia kampus, saya menemukan banyak sisi-sisi lebay dalam diri saya dan sudah saya hapus satu-satu, beberapa membuat saya kuatir, sebagian banyak membuat saya sadar, sisanya adalah saya yang sekarang ini, lebay-lebay itu bagaimanapun wajahnya di mata orang lain tetap saja kita butuhkan, bahwa hidup yah begini. Belajar menerima bagaimana diri apa adanya. Menerima kelebay an maksudmu? iyaaa. :D menerima kekurangan dan kesalahan adalah kelebihan menurut saya sebab tak sedikit menolak mati-matian kematian sisi kurangnya, menolak mati-matian kalau dirinya lebay padahal lebaynya sudah stadium lanjut. Mengetahui kekurangan adalah pintu untuk memperbaiki diri jika mau.

Kamu tahu apa sebab kenapa orang bisa sakit jiwanya? sebagian besar karena tidak bisa menerima diri dan hidupnya. Jadi terima saja kalau situ memang lebay. :D

Setahun ini, saya menerima banyak hal, dari yang sedihnya membuat kepala sakit sampai yang bahagianya membuat saya ingin muntah. Yaa, ada banyak hal yang harus kita terima apa adanya tanpa bertanya lagi kenapa bisa, ada hal-hal yang harus kita lepaskan bukan karena kita ingin melepaskan, ada orang-orang yang tidak harus kita pertahankan sebab membiarkannya pergi tanpa banyak tanya akan lebih membuatnya tenang, ada hal-hal yang tidak boleh kita sesali saat tak mampu dicapai walaupun jarak tinggal sejenkal, dan ada laki-laki yang setiap kali menelpon selalu saja membuat saya berekting kuat padahal mata sudah basah kuyup *curhat* air mata yang jatuh tidak harus ditahan kan yak, biarkan saja ia lepas.

Kakak laki-laki saya yang ini memang ajaib, muka boleh sangar tapi hati selembut hello kitty. Kemarin tepat seratus hari bapak kami meninggal, di telpon ia bercerita lagi tentang bapak, tentang apa-apa yang masih ia ingat dari bapak. Ada beberapa bagian yang ia seperti  kehilangan kata-kata, diam lama sekali, katanya 'bapak pergi seperti sudah lama sekali' giliran saya yang diam. Rasa kangen itu bisa membuat waktu jadi terasa lama. 

Katanya lagi 'kemarin jam tiga pagi tiba-tiba saya ingat bapak, saya langsung mendatangi kuburan bapak, saya sempat bertanya 'bapak sekarang bapak ada dimana, perjalanan bapak sudah sampai di mana?

Saya masih diam *menyeka air mata* walaupun kakak saya tidak menceritakan kesedihannya, tapi laki-laki kalau sudah meneteskan air mata, maka yakin saja ada yang berat di hatinya. 

Lebay yaa. hehe. inilah sisi lebay dalam diri saya yang masih terawat.

Di akhir obrolan, kami salaman 'Takdir bapak memang sudah demikian' mari melajar lagi menerima ketetapan Allah dengan selapang hati.

20 Desember 2013

You Might Also Like

0 comments

I'm Proud Member Of