5 Persiapan Sebelum Memulai MPASI

05.18.00


Ruwaid sudah hampir enam bulan, artinya sebentar lagi kami akan berpetulang di menu-menu MPASI. Jujur saya kuatir, ini bukan hanya perkara dia akan bergantung pada tiap suapan yang akan saya berikan, lebih dari itu, saya takut salah mengolah makanan untuknya. Kekuatiran yang saya rasakan semakin bertambah-tambah saat melihat menu-menu makanan bayi yang disajikan dimedia sosial, aduh rumit! hehe

Dengan segala kelemahan saya dalam urusan mengolah makanan, saya mendadak menjadi monster yang berpetualang di malam hari hanya untuk mengintip satu-satu menu makanan apa yang bisa saya contek untuk  Ruwaid.

Mudah-mudahan Ruwaid tangguh dan pemakan segala seperti saya. Kata ibu saya, dulu saya tidak menunggu enam bulan dulu baru diberi makan, baru beberapa hari lahir langsung disuapi pisang sama bubur, beberapa bulan setelahnya, ASI yang biasa saya minum diselingi teh, setelah itu saya makan nasi sama ikan seperti makanan orang rumah, hehe. Ibu saya bahkan masih ingat makanan apa saja yang beliau suapkan pada saya, padahal sudah berlalu sekian puluh tahun. Kelak saya juga akan begitu.

Alhamdulillah perkembangan teknologi bernama internet memudahkan sekali untuk banyak belajar di masa ini, dari internet saya tahu kalau bayi baru boleh makan di usia enam bulan, walaupun ada beberapa kasus dimana bayi boleh diberi makan di usia empat bulan.  

Jadi gimana nih persiapan MPASI Ruwaid?

Saya baru beli panci buat ngukus-ngukus, hehe...

Setidaknya ada 5 persiapan yang saya lakukan.

1. Banyak nanya

Saya bertanya kesana kemari, hehe, tentang banyak hal, dari apa yang harus disiapkan sampai tempat beli ayam kampung di kota Ambon ini.

Selain banyak nanya, saya juga nonton beberapa beberapa Video dokter Tiwi di youtube yang mengupas tuntas tentang MPASI, linknya bisa dilihat di SINI. Penjelasan dr. Tiwi yang paling bikin kaget adalah fakta kalau si anak yang susah makan salah satu penyebabnya adalah kesalahan ibunya dalam memulai MPASI. Belum lagi si anak dibiasain makan sambil digendong keliling kampung. 

Hal menarik lain yang dokter Tiwi jelaskan adalah tentang menu makanan bayi yang nggak harus heboh banget, kayak di instagram-instagram. Yang penting Nilai Gizi terpenuhi, maka si ibu boleh santai. 

2. Menetapkan Goals MPASI yang ingin saya dapat untuk anak

Sebelum mendengar penjelasan dokter Tiwi, saya sempat bingung harus mulai dari mana MPASI untuk Ruwaid, setelah baca-baca beberapa artikel di internet, saya memutuskan untuk memulai MPASI Ruwaid dari menetapkan Goal apa yang ingin saya dapat untuk anak. Kira-kira seperti ini Goals yang ingin saya dapat.

Yang pertama, saya ingin Ruwaid mengenal adab makan sejak hari pertama MPASInya, seperti membaca bismillah setelah mulai makan dan Alhamdulillah setelah selesai. Kedua, makan harus duduk, itu sunnah. Kalau nggak mau duduk makannya disetop dulu. Ketiga, gimana caranya biar si anak ini nggak pilih-pilih makanan, bisa makan apa saja seperti ibunya. 

3. Menyusun Menu MPASI

Menu MPASI bisa dengan gampang kita dapatkan di forum FB yang khusus membahas MPASI, di instagram dan utub lebih komplit lagi karena foto-fotonya cantik dan dilengkapi dengan cara membuatnya. Saya udah coba nyusun menu sederhana dengan untuk MPASI Ruwaid di bulan pertama, rencananya mau saya asistensi ke teman saya yang sudah berpetualan lebih dulu di dunia MPASI. Hehe

4. Beli Alat tempur

Dari hasil nanya-nanya, perlengkapan makan ternyata bisa sederhana saja, walaupun pada hakikatnya sangat susah menahan diri untuk tidak membeli barang-barang lucu yang akan dipakai makan oleh si buah hati, hahaha, mak sendok bayi harganya 100 rebong. 

Dari beberapa teman yang saya tanya, ada yang perlengkapan MPASI bayinya komplit banget, semua perlengkapannya serba dicolok ke listrik, tapi ada juga yang sederhana banget modal panci doang sama saringan kawat. 

Untuk perlengkapan ini ada tiga point yang harus saya siapkan, yaitu, alat untuk mematangkan saya menggunakan panci biasa, untuk menghaluskan makanan saya rencana menggunakan food maker nya pigeon, untuk penyimpanan makanan yang dibekukan saya belum beli, untuk alat makan saya pake pigeon. 

Perlengkapan tambahan lainnya, celemek, kursi untuk tempat duduk si anak (untuk sementara pake bouncernya doi), talenan, baki, pisau, sudah itu saja.

5. Mental harus siap dan punya prinsip sendiri.

Kata teman saya, dia sempat syok pas pertama kali nyuapin anaknya makanan, si anak muntah dan menolak untuk makan. Ditambah idealisme kanan dan kiri yang bikin mumet, si kanan bilang harus homemade, si kiri bilang, udah kasih makanan instan aja. Disinilah pentingnya ilmu biar kita nggak gamang saat melihat MPASI anak lain, dan juga idealisme ibu-ibu mereka.

Rencananya acara makan-makan Ruwaid akan saya mulai tanggal 5 maret nanti. Untuk sementara ini, baru 5 point di atas yang saya siapkan, selamat berpetulang!

 :)

You Might Also Like

1 comments

  1. Ummu Ruwaid... Tenang dan jangan panik... Sebenarnya nyantai aja persiapannya. Tgl 5 maret dah berlalu donk ya... ?

    Pengalaman ku, karena pnya mertua daerah Ternate yg terkenal hasil pisang yg banyak dan bagus2, berikan MPASI berupa buah pisang yg di kukus 5 menit sj. Pisang emas, tengahnya yg hitam di buang dulu. Mgkn ini telat respon nya ya hahaha... 😁

    Selamat berjuang... Teknologi canggih Internet akan bnyk memberikan informasi tp klo mau tanya pengalaman ke aku boleh kok.

    Jangan lupa niatkan dan doa baik klo menyuapi anak, insya Allah akan berdampak baik... Aamiin

    BalasHapus

I'm Proud Member Of