Kasih tak (mungkin) sampai

08.43.00

Tak disangka cinta yang sudah terpendam lama itu akhirnya bersambut. Sambutannya pun tidak pakai lama, langsung disambut, bulan bulan ini lamaran, bulan depannya lagi menikah, kalau semua lancar tahun depannya sudah menggendong anak. 

Di mana pososi saya dalam kisah bahagia ini? Saya sebagai pengamat *pengamat cinta* Pengamat yang yang keponya tingkat dewa, siap menceritakan kisah ini dari sudut lain, pemirsahhh, hehe, Dibalik kebahagian yang memantul-mantul itu diam-diam ada hati yang merana. Sebenarnya saya tidak sampai hati menceritakan ini, namun setelah saya pikir-pikir sebaiknya kasih tak sampai ini saya sampaikan, barangkali bisa menjadi pelipur lara, atau paling tidak bisa memperbaiki nafsu makan.

Begini, Antara kasih yang sampai dan kasih tak sampai terdapat satu kesamaan, yakni sama-sama ada kasihnya, satu sampai, yang satunya tidak kesampaian. Sampai diumur yang sekarang sudah tak terhitung kisah kasih tak sampai yang silih berganti mendatangi saya, dari semua kisah itu saya membanginya menjadi dua keadaan.

Pertama, adalah mereka yang tingkat kemelaratan hatinya sangat payah karena kasih tak sampai, ini bukan tanpa sebab, sebabnya jelas sekali karena sudah banyak yang dikorbankan, mulai dari pulsa, kembang tujuh rupa, jasa antar jemput, sampai uang pelayanan makan pagi siang sore telah dikerahkan, ini baru urusan materi, belum yang berhubungan dengan batin, semisal mununggu dengan waktu yang tidak dibatasi.

Kedua, ini adalah kelompok dengan cinta sesepi larut, menyimpan cinta dibasement hati, dan tahu-tahu belum sempat menyatakan cinta, si dia yang di senter-senter sudah keburu disambar orang. Bagian ini jadi begitu miris hanya karena kalah langkah, sebenarnya dua hati yang terlibat sudah memiliki keterikatan, hanya saja karena terlambat akhinya tak sampai. Begitulah, tak terkira  merananya tapi kemuliaannya terjaga sebab tak diumbar-umbar :)

Saya harus berterimakasih kepada mereka yang sudah bersedia membagikan kisahnya kepadaku, sebab dari mereka keyakinan bahwa yang Allah tetapkan untuk kita tak mungkin lari semakin menguat. Dan memilih menertawakan kebodohan masih lebih menenangkan ketimbang pulang dan patah hati. Semangat.. semangatt..

Untuk kamu yang mengalami kasih tak sampai, tenang, jangan sekali-kali melirik baygon dan teman-temannya dalam keadaan runyam kisah kasih tak tak sampai. Jangan yaah, pakai ini untuk menerapi hatimu. Jika tak berhasil uang kembali. Oh iyaa tips-tips ini sudah ada yang mempraktekannya. Cekidot.

1. Ikhlas kepada Allah, yakin..bahwa urusan jodoh itu sederhana saja, jika Allah berkenan kamu nggak kemana. yaaa. Kalaupun si dia kemana-mana berarti bukan jodoh. Jangan dipaksakan.

2. Berdo'a, minta ganti yang lebih baik. Yang menurut kita oke belum tentu oke dalam pandangan Allah. so... perkencang do'amu.

3. Menahan pandangan, kenang-kenangan tentang dia udah dibakar aja atau kamu naik kereta trus buang apa-apa yang berhubungan sama dia pas kereta mulai jalan. insyaallah nggak ketemu lagi. *trus gimana kalau kenangannnya ada di hape.. buang hapenya ke sayahh...hehe* Usahakan untuk menjaga pandangan, dari pandanganlah awal mula segala masalah hati bermula. Okay.

4. Menjauuh dari yang dicintai, gimana dong kalau saya di undang pas acara nikahannya dia? yaah udah datang ajaa makan gratis. hehe *bercandaa* Kembalikan pada hatimu, jika itu dapat menambah kemeranaamu, yah nggak usah datang.

5. Banyak berfikir dan berdzikir, menyibukan diri dengan hal-hal bermanfaat, menghadiri majelis ilmu. Hati yang merana berkepanjangan tidak lain karena tersibukkan dengan selain Allah. Coba Allah terus yang menjadi sandaran kita, ane yakin patah hati pantang mendekat.

6. Menjaga ibadah, memelihara kemuliaan diri, kesucian dan kehormatan. Keadaan kasih tak sampai bisa menjadi awal perenungan jugaa, jangan-jangan selama ini kita sudah terlalu jauh melangkah menuruti hati yang sedang di mabuk asmara. Jika iyaaa, maka sekaranglah waktunya menata diri, yaa.

7. Membayangkan cela orang yang dicintainya. Saya tidak memungkiri bahwa cinta dapat membutakaan, cieeh, tapi masih bisa membedakan kilau emas aseli sama emas-emasan. haha. Memikirkan hal-hal yang nggak baik darinya dapat mengurangi kadar cinta.

8. Memikirkan bahwa itu adalah ujian, mengilmui bahwa ujian adalah sebab munculnya nilai keutamaan seseorang.

9. Memikirkan berapa banyak hal-hal bermanfaat menjadi luput disebabkan menyibukkan diri dengan kasih yang tak sampai.

10. Menikah. dengan siapa? tunggu sajaa, tetaplah tempuh jalan yang diridhai Allah, dan jangan lupa berdo'a. Jika sudah waktunya maka Allahlah yang akan membawanya langsung ke hadapanmu.

Kasih tak sampai hanya sementara sajaaa, insyaallah nanti akan sampai jugaa koq, pada siapanya, masih rahasia.. Yakin!

Oh iyaa, selama nafas nafas masih di kandung badan kemungkinan untuk sampaih itu masih ada. *Ehhh... ingat umur!

Jum'at romantis dipenghujung february 2014


You Might Also Like

2 comments

  1. huk..uhuk..huk..
    duh jum'at romantis si pengamat cinta yang (mungkin) eh tidak (mungkin)

    rrrrr....rrrrrrrromantis deh nulissny. yang baca mesam-mesem nih

    BalasHapus

I'm Proud Member Of