Ya Allah, aku mah apa atuh..

10.11.00

Semua tentang kepergian Ruwaifi adalah syahdu.Pertemuan saya dengan buku yang berjudul “Ya Allah aku mah apa atuh” adalah bagian dari kesyahduan itu.

Di awal-awal meninggalnya Ruwaifi saya bersama suami beberapa kali main ke toko buku, sampai akhirnya saya bertemu buku ini. Bisa dibilang buku ini menjadi teman yang menemani jatuh bangunnya perasaan saya, tidak berlebihan jika saya mengatakan bahwa buku ini diterbitkan untuk orang yang lagi gelisah, galau,merana, dan nggak istiqomah bermove on seperti saya ini. Kesimpulannya, buku ini diterbitkan untuk saya, hehe. GR ya.


Buku ini dari tulisan disampulnya saja sudah membuat saya seperti butiran debu, memaksa saya untuk mengakui bahwa saya, iya saya ini, bukan siapa-siapa,pertanyaan yang sempat terbersit kenapa saya di uji dengan kepergian Ruwaifi menemukan jawabannya di buku ini. Tidak hanya tentang jawaban itu saja, tapi juga mengenai hubungan saya dengan Allah, tentang sangkaan-sangkaan saya kepadaNya. Saya sering lupa bahwa RencanaNya selalu yang terbaik.

Jadilah bukan saya saja yang harus ngelap mata saat membaca buku ini, suami saya sampe sesegukan di kamar. Pas baca...

"Kunci dari segala persoalan hidup adalah tidak berkualitasnya hubungan dengan Allah. Kita berputus asa denganNya sehingga merasa apa yang kita hadapi tidak terhubung. Padahal, segala sesuatu dalam pengetahuanNya, dan Allah mudah akan membalikan segala urusan kita dalam sekejap mata"

"Karenanya, jika ditimpa persoalan sulit seakan dunia mau runtuh, periksalah hubungan kita dengan Allah. Apakah ada hak-hak Nya yang kita langgar? Perintah-perintahNya yang kita acuhkan? Atau larangan-larangannya yang terus menerus kita lakukan?"

"Perbaikilah hubungan kita dengan Allah, niscaya Dia dengan mudah akan membereskan urusan dunia kita"

"Apa yang tidak mungkin dilakukan oleh Raja dari segala Raja?"


Sedang saya... Air mata saya berjatuhan di toko buku, pas baca...

“Apakah kamu bersedih karena kematian anak? Tahukah kamu ada orang lain yang ditinggal mati oleh seluruh anggota keluarganya dalam waktu bersamaan"

-----

Setelah dibuat mewek-mewek sama si buku, hehe, di halaman lain buku ini saya digiring untuk mensyukuri banyak nikmat yang kadang nggak dianggap nikmat, dibuat ingat lagi bahwa ada kuasa penuh Allah dalam diri kita, bukankah Dia yang menciptakan kita, mengurus keperluan-keperluan kita, dan kepadaNya kita akan kembali.

Eh hampir lupa, di buku ini ada juga loh pembahasan JODOH. Untuk si hati yang gelisah karena tak juga menemukan tambatannya, buku ini akan menghiburmu.

-----
Buku ini tentang bagaimana agar kamu, iya kamu, eh saya deng, dan tentu kita semua, lebih mesra dengan Allah. Kemesraan yang akan melahirkan prasangka baik kepadaNya.

TERAKHIR...

Ayo atuh dicari bukunya :)

Judul Buku: Ya Allah, aku mah apa atuh tanpa cinta cintaMu, aku bukanlah apa-apa.
Oleh: @Nashihatku
Penerbit: Salam

17 Desember 2015

You Might Also Like

0 comments

I'm Proud Member Of