Be strong

08.46.00

Belum genap sebulan anak saya meninggal saat saya dimasukan ke dalam grup wa yang di huni ibu-ibu muda. Awal kali mendapat undangan untuk ikut bergabung, hati saya sempat terbakar eh terluka.. Hehe.. “Apa maksudnya coba ngundang-ngundang ke grup beginian, nggak tahu apa ya luka hati saya belum sembuh, luka operasi cesar saya belum kering, anak saya baru meninggal” 
Jadilah mata saya gerimis setiap kali menatap layar henpon saat ibu-ibu di grup itu membahas anak-anaknya yang lucu. Belum lagi pas momen memperkenalkan diri, berasa ingin hengkang dari grup itu, tapi... tapi.. tapi enggak jadi. hehe

****
Dua pekan sebelumnya seorang teman menanyakan bagaimana kabar saya, kemudian dilanjutkan dengan tanya ‘apa sebab anak saya meninggal’ lalu tanya ‘di aqiqahin juga ngga sih kalau belum tujuh hari”. 
Tentang tanya ‘sebab’ awalnya saya pikir hanya saja yang sensitip saat di tanya-tanya eh ternyata, setelah ngobrol-ngobrol dengan mereka yang pernah mengalami kejadian serupa saya, ternyata tanya itu memang seperti mengorek luka yang belum kering.

Tidak selesai sampai di situ, tanya-tanya dari teman saya itu ia akhiri dengan pernyaatan bahwa ia sedang hamil lagi, hamil anak ke dua.

Saya... Tersenyum getir, penting ya ngabarin tentang kehamilan di saat orang sedang berduka

Kejadian serupa kejadian lagi kemarin, saya di tag oleh seorang teman saya dengan gambar tespek. Ia positif hamil anak ke dua.

Pedis kehidupan kaka.. haha..

*****

Kejadian di atas hanya beberapa saja dari sekian banyak reaksi orang-orang di sekililing kita atas sesuatu yang kita alami. Kenyataaan pahitnya, kita tidak bisa meminta semua orang untuk mengerti kita, untuk bereaksi seperti yang kita harapkan, satu-satunya pilihan adalah kuat, iya, harus kuat, kuatkan kesabaran!







07 Desember 2015

You Might Also Like

1 comments

I'm Proud Member Of