Bagaimana mengurangi produksi Asi saat bayi meninggal?

11.05.00


“Rahma maaf nih sebelumnya, mau nanya asinya keluarga nggak”
“keluar mbak..”
“Sakit nggak?
“Awalnya sakit karena Asinya nggak boleh dikeluarin, alhamdulilah sekarang udah nggak sakit lagi" :)

Dialog di atas sudah tak terhitung saya ulangi, hampir setiap orang yang saya jumpai akan menanyakan hal itu, hehe, yup, untuk ibu dengan bayi meninggal selain duka kehilangan anak, rasa sakit pada payudara yang membekak setelah melahirkan menjadi kesedihan tersendiri. Rasa sakitnya barangkali sebelas dua belas dengan ibu-ibu yang konon katanya sakit juga saat bayinya menolak menyusu di awal kelahiran. Saya mengalami kondisi ini dua hari setelah melahirkan, badan berasa panas dingin, payudara kayak membatu, bekas operasi kayak ketarik-tarik. Sama suster nggak boleh diperah karena payudara akan kembali memproduksi Asi jika Asinya dikeluarin. Lalu apa solusinya suster? Sabar, hehe.

Hal-hal berikut bisa dilakukan untuk mengurangi produksi Asi saat bayi meninggal:

1. Minum obat pengatur hormon agar produksi Asi berkurang. Saya diberi obat ini oleh dokter setelah dua hari melahirkan.
2. Kompres payudara dengan air es. Awalnya saya kompres pake air panas, ternyata yang di anjurkan pake air es. Alhamdulillah bengkaknya berkurang setelah di kompres
3. Gunakan bra penyangga yang baik dapat mengurangi ketidak nyamanan fisik yang dirasakan.
4. Menghindari mandi air panas dan rangsangan pada puting susu.
5. Tidak memerah Asi, produksi asi akan berkurang setelah beberapa hari.
6. Bisa juga didonorkan, tapi harus hati-hati dan menjaga betul hubungan dengan bayi diberikan donor asi.
7. Bersabar

Salam,

Semoga bermanfaat.

You Might Also Like

0 comments

I'm Proud Member Of