Puasa dan Rindu

08.57.00


Saya tidak tahu pasti adakah hubungan puasa dan rindu sebelum saya melewatkan tahun-tahun yang panjang jauh dari keluarga. Rindu itu ada pada keinginan untuk bersegera melipat waktu, memandang berulang-ulang tiket di tangan, membayangkan sesak yang sama saat harus berebut tempat di kapal pelni, rindu itu ingin buru-buru pulang setengah berlari membuka pintu, rindu itu pada keluarga yang jauh tapi selalu di hati.

Semakin ke sini, rindu dan puasa semakin jelas hubungannya saat saya melihat jiwa-jiwa yang merindukan hari-hari puasa melebihi rindu pada sang kekasih, saya coba belajar menghayati rindu mereka pada rindu yang saya rasakan pada suami saya yang jauh. Saya coba mencocok-cocok kan rasa bahagia saat berbuka setelah menahan diri seharian dengan perasaan bahagia yang akan saya rasakan nanti saat waktu pertemuan datang setelah menunggu sekian lama.

Rindu..

Sepertinya ini yang membuat saya merasa seperti ketinggalan setengah hati saya di tempat dan mereka yang jauh, tempat dan mereka yang jauh itu adalah masjid Nabawi, masjidil haram, raudah, dan bapak saya.

Saya bisa tetiba bahagia saat membicarakan tempat yang jauh itu, rindu yang saya rasakan membuat saya bisa bercerita panjang kali panjang hanya karena melihat tayangannnya di layar kaca. Sesekali saya akan melihat jam untuk mencocok-cocokan waktu kemudian menerka di sana sedang sholat apa, saya rindu sekali pada tanah suci.

Dan bapak..

Semoga beliau baik-baik di sana, sayangi beliau Ya Allah :'(

Gambar dari sini

Day 22: #NulisRandom2015
22 Juni 2015 

 



You Might Also Like

0 comments

I'm Proud Member Of