A story from the past

11.16.00


Bismillah. Pagi tadi sahabat saya -innah- mengabarkan bahwa ia tidak lulus tes dosen, saya yang siang malam kepo dengan hasil tes ini hanya tertegun, sedikit banyak saya tahu bagaimana perjuangannya hingga ia sampai di titik ia berdiri sekarang ini, kami yang sama-sama mahasiswa melarat banyak melewatkan waktu bersama di kampus, bercerita rupa-rupa mimpi yang kami simpan, kuliah sama-sama, kerja praktek sama-sama, KKN sama-sama, sarjana pun sama-sama. Awal tahun lalu kami membuat janji untuk bertemu disalah satu seminar yang di adakan di kampus, kami bercerita panjang kali panjang sampai saya harus ngelap-ngelap mata karena terharu dengan perjuangan innah dan apa-apa yang ia temui dalam perjalanannya. Aku padamu Innah.

Baik, pintar, pekerja keras, sabar, tekun, selalu mau berbagi, mau dicontekin --biasanya ini adalah ciri-ciri orang yang membuat saya iri, hehe... Maklum sirik tanda tak mampu. Namun susah rasanya sebel sama innah, selain pintar innah juga selalu memberikan inspirasi untuk bekerja keras, ini semakin membuat innah banyak disayang, terutama beta yang suka banget dikasih contekan tugas. :v

Momen kebersamaan kami yang tidak akan terlupa adalah saat KKN di pangkep, ceritanya saya sama nesya lagi nongkrong dipinggirin sumur, eh tahu-tahu nesya jatuh ke sumur, saya panik pembukaan delapan, saya udah mau turun ke sumur ajaaa, innah menarik tangan saya, katanya... “jangan Rahma, sudah banyak yang kejadian si penolong malah yang nggak bisa diselamatkan” iya juga, saya gak kebayang kalau ikutan turun ke sumur, bisa-bisa sama nesyaa tumpuk-tumpukan dalam sumur.. Makacih innah

Innah, saya kagum pada banyak hal yang ada padanya. Saya tahu bagaimana innah dan ketulusannya, dulu waktu jaman kuliah innah sampai mendapat gelar wanita panggilan. Tanya kenapa? Saya yang tidak tahu diri ini seenak-enaknya saja memanggil innah ke kostan hanya sekedar mengajari saya, dan emejingnya innah selalu bersedia, lebih emejing lagi, bukan cuma saya yang melakoni ini, teman-teman saya juga melakoninya. Dan innah mauh-mauh ajaah.  

Cerita diatas tidak lebih keren dari jiwanya yang lapang, bukan sekali dua kali tapi tak terhitung kali innah diconteki, tebak apa selanjutnya? Kami yang menyontek malah dapat nilai A, si innah dapat nilai B. Ya Ampung gusti... Hahaha..

Dari innah saya menghayati betul bahwa perihal rezeki yang sudah ditetapkan Allah. Kita tidak mungkin saling berebut. Ada banyak rencana yang tidak sejalan dengan yang kita inginkan di masa lalu, namun ternyata di masa depan apa yang tidak kita sukai itu menyajikan banyak kebaikan. Allah tahu sedang kita tidak.

Rencana Allah selalu lebih baik. Innah, Pada setiap usaha yang kita tempuh, harapan kita adalah kesuksesan. Namun kita tidak tahu pasti adakah kesuksesan itu akan membawa kebaikan pada hubungan kita dengan Allah. Allah tahu sedang kita tidak. Mintalah kepada Allah hal-hal yang dapat mendekatkan kita padanya, apapun itu. Bisa jadi pada apa yang tidak kita sukai Allah menyimpan kebaikan yang banyak.

Cemumut eah kaka. :D

12 Februari 2015
cocokmi itu judulnya innah? :D:D *soksok pake bahasa inggris*

You Might Also Like

0 comments

I'm Proud Member Of