Liburan Panjang Di Wakatobi

11:08:00 PM



Haloo! setelah sepuluh harian di kampung, akhirnya wacana untuk nulis kenang-kenangan mudik berdua saja dengan Ruwaid bisa saya tulis di blog. Mungkin ada yang nanya gimana rasanya mudik berdua saja sama anak usia hampir dua tahunan? jujur saya encok, hahahah. Saya sampai keringat ijo di pesawat pas bocah maksa manjat di jendela pesawat, mau masuk kolong kursi, semua isian jok belakang kursi pesawat dikeluarin, dan terakhir dia minta digendong berdiri. hahaha. TOBAT.


Alhamdulillah, kami tiba dengan selamat di kampung (Wangi-wangi, Wakatobi) setelah perjalanan lumayan panjang dari Ambon, lebaran di Makassar, setelah itu lanjut Ke Wakatobi berdua saja karena suami saya harus masuk kerja. Dari jauh-jauh hari sejak ada rencana pulang kampung ke Wakatobi, saya sudah membayangkan banyak hal-hal seru yang bisa saya lakukan bersama Ruwaid, selain bisa silaturahim lebih lama ke orang tua dan keluarga, bisa jalan-jalan juga.

Alhamdulillah, bisa lama-lama di kampung jadi salah satu kebahagian tersendiri setelah resign dari pekerjan akhir tahun 2016 lalu, sekarang pulang kampungnya lebih santai, nggak dikejar-kejar cuti lagi. Perjalanan kami juga jadi semacam nostalgia masa kecil untuk saya, masa kecil yang puaaaaas ngebolang di laut. Benar-benar puas banget, dulu waktu masih kecil laut di belakang rumah orang tua saya jernihnya udah kayak air galon, ikan-ikan kecil bisa hidup dengan santai, air laut pasang jadi sorga dunia untuk anak-anak, waktunya main di laut sampai dijemput paksa pakai pentungan sama orang tua. Hahaha.

Nah, Ruwaid sudah jalan-jalan ke mana saja? 
Karena di sini hujan hampir tiap hari, kami baru ke tempat-tempat yang nggak jauh dari rumah orang tua saya. Ruwaid tiap kali di ajak lihat laut langsung mau nyebur. Ruwaid... Main pasir yuk, berenang yuk, mancing yuk, naik perahu yuk, jalan-jalan yuk, hehe. Jadi anak yang bahagia ya!



Kemarin, pas lagi jalan-jalan dekat rumah, saya sempat ketawa sendiri, saya ingat dulu waktu masih kecil saya sama teman mancing di pinggiran jempatan, saat giliran teman saya ngelempar kail, kami sempat bingung kok kailnya hilang yaa, pas saya nengok ke teman saya, saya langsung syook, kail pancingannya nyangkut di hidungnya dia, susah dipercaya tapi ini beneran. haha

Mungkin bukan cuma saya saja yang level bahagianya bisa naik banyak hanya karena kenangan. Pulang kampung ini mengingatkan saya pada kenangan masa kecil yang manis-manis dan bikin bahagia, setiap kali mendatangi sudut rumah orang tua saya, saya mengenang lagi di sana pernah ada apa.



Dan Ruwaid seperti menikmati sekali pulang kampung kami, dia udah nggak betah aja di rumah, mau jalan-jalan terus, dikit-dikit minta ke luar rumah. Semoga pulang kami ini menjadi salah satu bagian yang akan dikenang Ruwaid nanti, saat membaca tulisan ini saat udah besar nanti. Rasanya ingin membuat sebanyak mungkin kenangan manis bersamanya :')

Sekian dulu ya cerita-ceritanya. Insyaallah kami di kampung masih 20 harian lagi, jalan-jalan yuk :D

You Might Also Like

1 comments

  1. Happy holiday yaa Ruwaid.

    jadi pengen ke Wanci lagi, terakhir kesana beberapa tahun lalu.
    sekarang makin keren yaaahh :)

    salam dari Kendari :)

    ReplyDelete

I'm Proud Member Of