The Life Changing magic of tidying Up

06.46.00


Saya mengenal Marie Kondo, master berbenah, dari instagram. Awalnya saya hanya melihat foto-foto cara melipat pakaian yang ia contohkan. Kemudian saya tahu kalau Marie Kondo adalah ahli dalam urusan berbenah. Tidak lama setelah itu saya mendengar kabar bahwa bukunya yang berjudul 'The Life-Changing Magic of Tidying Up' diterbitkan dalam bahasa indonesia. Karena penasaran saya langsung membeli bukunya.

Buku The Life-Changing Magic of Tidying Up mengupas tuntas seni beres-beres dan metode merapikan ala Jepang. Marie Kondo memperkenalkan metode merapikan yang ampuh tiada duanya, KonMari. Keampuhan metode yang kini semakin marak diterapkan di Jepang dan telah dikemas dalam program televisi  laris, "Tydi Up With Konmari" ini, telah menular ke seluruh dunia. Saking ampuhnya, tak seorang pun klien Kondo kembali ke kebiasaan berantakan (dan calon kliennya harus masuk daftar tunggu selama tiga bulan).

Pertama kali membaca buku Marie Kondo saya langsung jatuh hati, merapikan adalah satu cara untuk berbahagia itulah yang saya rasakan, lebih dari itu saya lebih menghargai lagi apa-apa yang saya miliki dengan menyimpan barang yang hanya membawa kebahagian di hati saya. Ada 7 Hal yang saya pelajari dari Buku Marie Kondo, inilah yang saya pelajari.

Pelajaran #1 : Merapikan berdasarkan Kategori bukan lokasi

Merapikan berdasarkan lokasi adalah kesalahan berulang yang saya lakukan selama bertahun-tahun. Dan hasilnya rapi-rapi itu hanya bertahan sebentar kemudian berantakan lagi, hehe. Keseringan beres-beres tidak menjadi tuntas karena sudah keburu capek duluan membersihkan satu lokasi. Akar masalahnya, orang sering menyimpan jenis barang yang sama lebih dari satu tempat, ketika membenahi tiap tempat secara terpisah, kita luput bahwa ada barang yang sama ditempat lain, alhasil kita terus menerus berbenah tanpa ada habisnya. Menetapkan satu tujuan, seperti "hari ini membereskan pakaian, besok buku" terasa sangat efektif untuk saya, dan hal ini sudah terbukti di seluruh klien Marie Kondo. Apakah kamu tidak ingin mencobanya juga?

Pelajaran #2 : Menyimpan barang-barang yang benar-benar menggetarkan hati, kemudian teguhkan tekad untuk membuang sisanya.

Point 'membuang' benar-benar terasa sulit awalnya. Praktek berbenah pertama yang saya lakukan adalah membereskan semua pakaian yang saya miliki. Sesuai arahan Marie Kondo, saya coba merasakan setiap helai baju yang saya miliki, dan apa yang terjadi? tidak ada satu bajupun yang saya singkirkan, haha. Padahal di sisi lain saya sadar kalau tidak semua baju yang ada di lemari saya gunakan.

Selang berapa hari dari praktek pertama, saya mencoba lagi membenahi semua pakaian yang saya miliki, dan yeees, Berhasil! saya menyingkirkan hampir separuh pakaian yang saya miliki.

Hal yang sama berlaku juga untuk jilbab, buku, tas, sepatu, dan barang-barang saya yang lain. Dan Rasanya ploooong, hehe. Memang benar, agar bisa sepenuh hati  mensyukuri hal-hal yang paling penting bagi kita, pertama-tama kita harus rela membuang barang-barang yang sudah tidak bermanfaat.

Sejauh ini semua barang-barang yang saya simpan hanyalah barang yang benar-benar saya cintai dan membawa kebahagian. Efeknya saya jadi lebih menghormati barang-barang yang saya miliki.

Pelajaran #3 : Mencerahkan Hidup dengan menyimpan secara Apik

Manfaat yang paling terasa dengan menyiapkan tempat untuk setiap barang adalah mengecap lebih banyak waktu untuk menikmati hidup. Tidak ada lagi panik mencari-cari barang yang terselip entah dimana hanya karena tidak menyimpan ditempat seharusnya.

Salah satu sebab kenapa sulit mempertahankan kerapian rumah adalah karena kita tidak mengalokasikan tempat tersendiri untuk setiap barang. Jadi putuskan di mana mesti menyimpan setiap barang, semuanya, dan setelah selesai menggunakannya kembalikanlah barang tersebut di sana.

Pelajaran #4 : Menghormati barang-barang yang  Saya miliki

Kamu tahu point ini benar-benar nonjok banget!

Setelah membaca buku Marie Kondo, point inilah yang paling saya syukuri. Marie Kondo mengajarkan untuk berterima kasih pada barang-barang yang kita miliki, sekecil apapun barang itu. Dan harusnya memang seperti itulah karena barang-barang yang kita miliki sejatinya sudah membantu kita menjalani hidup. 

Pelajaran #5 : Salah satu keajaiban berbenah adalah membuat kita percaya diri akan kemampuan mengambil keputusan

Setuju!!

Bisa memilah barang-barang yang benar-benar membahagiakan untuk disimpan adalah prestasi. Dan efeknya sangat terasa setiap kali saya ingin mengambil keputusan. Apapun itu. 

Pelajaran #6 : Mengikhlaskan Justru lebih penting dari pada menambah

Masyaallah. Saya pribadi masih sering lebih senang menyimpan barang-barang yang sebenarnya tidak terlalu saya butuhkan, saya hanya senang saja, dan hati saya ini entah mengapa sangat berat memberikan barang itu pada orang lain. Ada yang merasakan hal serupa?

Buku Marie Kondo sudah mengubah saya. Mengikhlaskan barang-barang yang tidak saya benar-benar butuhkan pada orang yang lebih membutuhkan sangatlah melegakan, terlebih jika itu dapat menularkan kebahagian pada orang lain.

Pelajaran #7 : Dikelilingi oleh hal-hal yang membangkitkan kegembiraan niscaya membahagiakan anda.

Pakaian yang saya simpan hanyalah pakaian yang benar-benar membuat saya bahagia saat memakaianya walaupun hanya itu-itu saja yang saya pakai.
Sepatu saya hanya dua pasang, tapi saya benar-benar menghargainya, saya juga memperlakukannya dengan sangat baik.
Buku-buku di rak saya sudah berkurang lebih dari separuhnya, saya hanya menyimpan buku-buku yang benar-benar ingin saya baca, dengannya saya bisa melihat dengan seksama sampu setiap buku yang saya miliki.

Dikelilingi oleh hal-hal yang membangkitkan kegembiraan sangatlah membahagiakan.

Terima kasih ya sudah membaca tulisan ini :)

Salam hangat dari Ambon Manise

You Might Also Like

3 comments

  1. Saya banget tuh.. begitu banyak barang barang yg kurang berfungsi sebetulnya, tapi kok rasanya beraaattt banget untuk dilepaskan

    BalasHapus
  2. Jadi pengen intip IG nya, aku orangnya berantakan bingittts

    BalasHapus
  3. Aih, jadi pengen beli buku prakteknya mengingat kamarku sudah penuh huhuhu... Thanks reviewnya, mba ;)

    BalasHapus

I'm Proud Member Of