Bikin Ramadhanmu beda!

11:16:00 AM

Di penghujung sya'ban tahun lalu, saya nggak sengaja ikut pengajian di masjid dekat kantor. Saya nggak ada bayangan materi apa gerangan yang akan saya dengarkan dalam kajiaan tersebut, pokoknya ikut ajaa dulu.

Tidak menunggu terlalu lama, kajian pun dimulai, setelah mengucapkan puja-puji kepada Allah.. Ustadznya langsung ngasi tembakan dan tepat mengenai hati sayaa. Ustadznya, nanya persiapan untuk ramadhan? Saya yang kala itu emang belum siap,merasa tertohok, kepedeaan jugaa sih kalau udeh siap, orang ramadhan berulang ini, pasti yah gitu-gitu aja.

Dan selanjutnyaa, setiap apa yang keluar dari lisan pak ustadz membuat saya geer, seolah-olah semuaanya ditujukan ke sayaa. "Kita ini, jangan terlalu berharap akan dengan mudah bebas dari godaan tidur setelah shubuh saat ramadhan nanti jika dari sekarang tidak dibiasakan, jangan berharap juga bisa tilawah banyak juz jika sehari-hari tak aktif bertatap muka dengan Al-Qur’an. Jangan menghayal bisa bangun sholat tahajud dengan mudah jika dimalam-malam sya’ban ini kita masih khusyu’ tidur di sepertiga malam terakhir. Pokoknya, tanpa persiapan yang matang dari sekarang, jangan berharap Ramadhan kita bisa sukses"

Jleeb..

Belum selesai..

Cerita berpindah pada kisah seorang ulamaa, yang menutup toko saat sya'ban mulai menampakan diri hanya untuk mempersiapkan ramadhan, generasi lebih dahulunya lagi malah sudah berdo'a ajaa untuk dipertemukan dengan ramadhan dari enam bulan sebelumnyaa.. saya.. belum ada persiapan apa-apa.. pada ramadhan sisa berapa hari lagi?

Itu pengalaman tahun lalu, tahun ini ya Allah masih sama ajaa.. Mengaku rindu tapi gaya masih nyantr-nyante begini. Persiapan juga masih ala kadarnya, belum lagi persiapan pemilu capress berhasil mengalihkan duniaa kitaa *nambah-nambah dosaa aja sih yak.. ngomongi aib orang lain* Yah jadinya sya'aban sadar nggak sadar akhirnya terlalaikan. Konon, sya’ban memang banyak dilalaikan, ini bukan kata saya tapi kabar dari Rasulullah. Sya’ban yang diapit Rajab dan Ramadhan hampir-hampir pudar pesonanya, gimana nggak, Rajab adalah salah satu dari bulan haram, sedang Ramadhan merupakan bulan yang suci. Bahkan, sebagian dari kita ada yang sudah mulai disibukan dengan perburuan tiket murah buat mudik padahal sya’ban baru dimulai.

Hari ini udah enam sya'ban ya? Belum terlambat, ayuk sama-sama memulai persiapan yukk. Sebelum bersiap-siaap nggak ada salahnya kita membaca lagi bagaimana Rasulullah di bulan sya'ban.. Check it out..

Aisyah Radhiyallahu mengabarkan bahwa nabi shallallahu alaihi wa sallam banyak berpuasa di bulan sya’ban kecuali dalam beberapa hari saja beliau melewatinya tanpa berpuasa. Kemudian, kabar ini mengundang tanya, kenapa Rasulullah banyak berpuasa, kenapa?

Jawaban dari pertanyaan ini datang dari Usamah bin Zaid Radhiyallahu anhu, beliau bertanya langsung kepada Rasulullah, wahai Rasulullah kenapa engkau memperbanyak puasa di bulan sya’ban. ada beberapa sebab mengapa rasulullah banyak berpuasa di bulan ini, di antaranya:

Pertama, karena bulan sya'ban banyak dilalaikan manusia. Ada kaidah penting berkaitan dengan hal ini. Rasulullah bersabda “barangsiapa yang beribadah pada saat fitnah, maka pahalanya seperti berhijrah kepadaku” Makna fitnah bisa berarti dilalaikan, jadi beribadah saat orang sibuk-sibuk dengan urusan dunia janji pahalanya lebih dahsyat dari yang biasa. Contoh lainnya, sholat lail, mengapa sholat lail menjadi sholat yang utama setelah sholat wajib, karena itu tadi, waktu malam banyak dilalaikan oleh manusia, kebanyakan lebih memilih tidur. Para shalaf terdahulu memperbanyak ibadah diantara sholat magrib dan insya, saat hal ini dipertanyakan, jawaban mereka adalah karena waktu antara sholat magrib dan isya banyak dilalaikan.

Kedua, Rasulullah bersabda "Karena bulan sya’ban menjadi bulan dimana amalan seorang hamba diangkat, dan aku ingin ketika amalanku diangkat, aku dalam kondisi berpuasa"

Ketiga, menurut para ulama, sya’ban adalah bulan pemanasan ibadah sebelum memasuki bulan ramadhan.

Nah demikianlah Rasulullah melewatkan sya'ban.. Pre ramadhan check list berikut jugaa bisaa di jadikan refensi..*maap yaah.. pake bahasa inggris.. saya juga nyontekk

1. Fast on Monday and Thursday
2. Don't Sleep After Shubuh
3. Qiyamul lail
4. Pray Rawatib
5. Pray Duha
6. Recite Qur’an a juzu’ per day
7. Perform salah on Time
8. Practice sadqh
9. Witr Before sleep
10. Zikr Morning & Evening

Persiapan lainnyaa.. bisaa dengan membacaa lagi ilmu-ilmu yang berkenaan dengan ramadhaan, berilmu sebelum beramal.. biar lebih oke..sip.. Persiapan fisik dan materi jugaa jangan ketinggalan, kan Ramadhan nanti kitaa mau bagi-bagi duit.. hehe.. sedekaah.. sedekaah.. Merencakanan target-target di bulan ramadhan jugaa boleh.. misalnya target menikah setelah ramadhan.. haha.. pas syawal dong.. ini nih contoh targetnyaa..

1. Peningkatan prestasi ibadah
2. harus udah bersih setelah ramadhan nanti... "kalau bulan lain itu banyak nodaanya, maka bulan ramadhan adalah sabunnya"
3. Sisi pengendalian diri... aduk ini untuk saya banget nih..
4. Peningkatan Ilmu agama dan hafalan.. yang minimal kalau nggak bisaa 30 juz, juz 30 nyaa okee..
5. Rancang strategi seapik mungkin agar bisaa istiqomah di sebelah bulan setelahnyaa.. cari patner untuk di temani istiqomah.. hehe.. *nikah*
6. Ramadhan tahun ini harus lebih baik..

Dan masih bunyak lagi target lainnya, saling mendo'akan yah biar persiapan ramadhan kita sukses. Berazzam jugaa untuk tidak mengulangi penyesalan yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya saat ramadhan akan berlalu. Tahun ini bikin Ramadhan kita beda!

Salam manis dari pinggiran ibu kota..

4 Juni 2014

You Might Also Like

0 comments

I'm Proud Member Of