Suatu Hari Di Tanah Yang Banyak Orang Merindu

7:10:00 AM


Waktu ke tanah suci di awal tahun 2013 lalu, perasaan saya belum seperti sekarang. Dulu saya belum paham maksud teman saya saat bercerita tentang perjalanannya ke sana. Katanya "setelah ke sana kamu akan selalu merasa ketinggalan dompet, dibuat rindu terus menerus, dan akhirnya kamu akan berusaha agar bisa kembali lagi".

Dan sebentar lagi Dzulhijjah. Ada rupa-rupa cerita cara Allah memanggil hambaNya untuk datang ke rumahNya. Cerita yang datang bukan lagi sebanyak apa rupiah yang terkumpul, karena pada kenyataannya ada yang diberi harta berlimpah namun jiwanya tak terpanggil.

Dzulhijjah memang selalu punya cerita, Ada orang-orang selama bertahun mengumpulkan rupiah demi rupiah, tahun demi tahun berganti, dzulhijjah berlalu dengan banyak ceritanya, sampai pada suatu hari ia bertolak ke tanah suci setelah menabung, 30, 40, bahkan sampai 70 tahun. Profesi mereka bukanlah profesi yang banyak dikejar, tukang becak, penjual gorengan, buruh tani, Masyaallah. Tapi Allah mampukan mereka.

Jika mendengar cerita mereka yang berjuang ke tanah suci, saya semakin yakin jika kita jujur kepada Allah, entah kapan, suatu hari dengan izinNya kita akan menghirup udara di tanah yang banyak  orang merindu.


Beberapa hari yang lalu saya teringat kisah orang tua miskin di sebuah desa di Ghana, selama bertahun ia menyimpan harap untuk bisa berhaji. Sampai pada suatu hari, drone seorang jurnalis jatuh di atap rumahnya. Ia kemudian mengambil drone itu, dan mangatakan bisakan besawat kecil ini menjadi besar dan membawaku ke tanah suci? T_T

Singkat cerita jurnalis itu membuat tweet dan membuat pemierntah Turki terkesan. Pemerintah Turki kemudian memberangkatkan orang tua tersebut dengan menanggung seluruh biaya hajinya.

Masyaallah. 

Dan Rabbmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu." 
(QS. Ghafir: 60)

You Might Also Like

0 comments

I'm Proud Member Of