Selalu Ingin Ke Tanah Suci Lagi

11:10:00 AM



Beberapa bulan lalu, saat pulang dari pasar ikan saya melihat poster besar travel haji dan umrah yang ada dipinggiran jalan kota Ambon. Di poster itu ada gambar ka'bah dan bangunan-bangunan tinggi disekitar Masjidil haram. Saya langsung ingat wa ina (Ibu) dan keinginannanya ke tanah suci, mendadak saya mengucapkan kalimat talbyah, suami saya yang lagi fokus bawa motor sampai kaget, haha, akhirnya kami berdua serta Ruwaid sepanjang jalan mengucapkan kalimat talbyah sambil saya mengulang lagi cerita perjalanan umrah saya lima tahun lalu, cerita ini sudah saya ulang 1001 kali, tapi semangat saya bercerita masih sama saat pertama kali menginjakan kaki di tanah suci.

Tanah suci adalah tempat terjauh yang pernah saya kunjungi, tempat yang paling ngangenin yang pernah saya datangi, kata teman saya sekali ke sana pasti akan dibuat rindu terus-terusan, seperti ketinggalan dompet rasanya selalu ingin kembali ke sana. Dan memang begitulah, walaupun mungkin ada yang beranggapan bahwa sekarang ke tanah suci seperti lifestyle tapi menurut saya tidak, tanah suci memang memang ngangenin.


Tidak terasa sudah berlalu lima tahun, makin jauh waktu berlalu rasanya semakin ingin kembali ke sana. Kadang saat melihat foto teman-teman yang lagi umrah, saya sering menebak lokasinya, saya mengingat-ngingat lagi tempat yang pernah saya datangi selama di tanah suci. 

Tanah suci untuk saya penuh kenangan, lima tahun lalu saya kesana dua hari setelah dokter mendiagnosa bapak saya terkena kanker,  enam bulan setelah pulang ke tanah air bapak meninggal dunia. Selama di tanah suci kemana-mana saya mendorong bapak di kursi roda, berulang kali kami thawah bersama. Jika masuk waktu sholat saya akan mencarikan bapak tempat sholat, saya akan berpesan kepada beliau agar tak kemana-mana nanti setelah sholat akan saya jemput disitu, begitu berulang saya dan bapak membuat janji, masjid yang banyak undakan menjadi tantangan tersendiri karena harus mendorong bapak, beberapa kali saya dan bapak harus sholat di trotoar karena tidak lagi mendapat tempat di dalam masjid. Kenangan-kenangan ini selalu datang setiap kali saya melihat atau mendengar cerita tentang tanah suci.

Mungkin kalau ada kesempatan ke sana lagi, saya akan menangis sepanjang jalan yang pernah saya lewati bersama bapak, hehe, sekarang juga saat membuat tulisan ini mata saya berkaca-kaca. Satu yang saya sesalkan dulu saat di tanah suci adalah waktu bersama wa ina (ibu) jadi sedikit sekali karena harus menemani dan menjaga bapak. 

Salah satu do'a yang saya ulang-ulang dua tahun terakhir ini adalah bisa menabung dan punya kesempatan menemani wa ina ke tanah suci, beliau sangat ingin ke sana. Tadinya saya menganggap keinginan wa ina adalah keinginan yang sama dimiliki setiap orang, tapi setelah menikah dan merasakan bagaimana kedudukan suami di hati istri, saya berpikir bahwa keinginan wa ina berumrah  selain untuk beribdah barangkali menjadi salah satu cara beliau melepas rindu ke bapak, bagaimanapun wa ina pasti rindu, ia dan bapak bersama lebih 50 tahun, saat bapak sakit kanker saya tidak mendapati orang yang lebih setiap menunggui bapak selain wa ina. Mungkin nanti di tanah suci wa ina bisa mendapati bapak dalam bentuk kenangan saat mereka dulu berhaji bersama. Apapun itu, ingin sekali rasanya mewujudukan keinginan wa ina untuk ke tanah suci lagi di umur beliau yang sudah mendekati 75 tahun :')

Semoga dimudahkan dan diberi kesempatan, saya ingin sekali menemani wa ina ke tanah suci. Bisa memegang tangan beliau saat thawah dan sa'i, menunjukan jalan, sholat sama-sama di Raudhah, dan bisa mengajak wa ina ke tempat-tempat yang pernah saya datangi bersama bapak. :')

Ya Allah mudahkan.

You Might Also Like

0 comments

I'm Proud Member Of