99 Cahaya langit eropa dan kisah perang Tabuk

11.27.00

Saya sempat heraan, apa gerangan yang rame-reme di sekitaran gramedia, biasanya kalaupun ada yang heboh tidak sampai seheboh ini, orang-orang sampai duduk dilantai, dalam pikiran saya ‘ada gratisan kali ya di dalam sana’ masuuuuk ah.. *pencinta gratisan* hehe.. 

Woilahhh... Ternyaata yang heboh-heboh disekitaran gramedia itu masih lanjutan kehebohan dari studio 21. Saya penasaran dong, mau tahu jugaa ada filem apa di sanaaa walaupun pantang masuk, eh ada macam-macaam tapi untunglah filem horor yang menampilkan hantu-hantu seksi sudah tidak rame lagi. Haji backpacker kayaknya oke tuh, “udah tunggu di tivi ajaa rahma”. 

Tujuan saya ke gramediaa hari ini adalah buku lapis-lapis berkah karya ustadz Salim A. Fillah, sayang bukunya tidak ada. Masih kepo yang berlanjut... Saya menyambangi rak buku haji backpaker. Mulailah saya berkhayal macam-macaam.... Puncak hayalan saya ada ditanaaaah suci. Buku haji backpaker pas bersampingan dengan buku 99 cahaya langit eropa. Emang nggak fokuss.. Yang di tuju yang haji backpacker, yang dibawa pulang malah 99 cahaya langit eropa. Padahal sudah tayang di tivi tapi saya masih kepo ajaa. 

Saya baru baca novel lagi setelah tiga tahunan ini saya absen dari melirik-lirik novel, setelah saya pikir-pikir apa sebab saya tertarik dengan buku yang ada ditangan saya sekarang ini adalah sejarah islam di Eropa. Mulailah saya membacaa, eh nggak nyangkaaa hampir ludees dalam sehari saja.. Hehe. Rekorrr.. Seperti biasaa... Saya membaca dari belakang.. Setelah tahu endingnya baru pindah ke bagian depan. Saya sempat heraan lah ini novelnyaa pakee rata kiri gini, kenapa tidak dirata kiri kanan yaa.. Kan jadi kelihatan rapi.. Setelah melewati halaman demi halaman, saya baru ngehh... Ketikan rata disatu sisi saja ternyata berpengaruh pada minat untuk melanjutan bacaan alias nggak bikin ngantuk,,, *agak sotoy ini*

Cerita di buka dengan kisaah Kara Mustapha Pasha.. Siapa diaa.. Tanyaa gugeel saja.. Kisah tokoh inilah yang membukaa ceritaa di novel ini. Selanjutnya kita bertemu persahabatan fatma dan hanum *penulis novel 99 cahaya langit eropa*. Tokoh Fatma lah yang membuat saya ingin terus lanjut ke halaman selanjutnya.. Tanya kenapa? Misi yang dibawa fatma benar-benar mengguncang hati saya.. Misinya begitu mulia yakni menyebarkan kebaikan islam dengan cara damai. Sepahaman saya cara ini lebih ke akhlak, menyebarkan islam ini dengan kebaikan-kebaikan individu penganutnya. 

Saya memejamkan mata cukup lama saat sampai pada bagian cita-cita fatma dan dua shahabatnya dalam menyebarkan kebaikan islam di lingkunganya. Dari keseluruhan isi novel ini, bagian fatma dan keinginannya untuk menyebarkan kebaikan islam adalah yang paling menarik untuk saya. Dan juga pastinya cerita panjang dari buku ini adalah hidayah untuk berhijab bagi Hanum. Hidayah itu tidak terlepas dari proses, sabar berproses, dan terus bergerak. 

Kisah selanjutnya adalah perjalanan Hanum dan Rangga menapaki jejak-jejak islam di Eropa. Yang menjadikan scene ini menarik adalah paparan Marion tentang sejarah islam di Eropa dan juga lafadz kalimat tauhid pada beberapa lukisan terkenal..Wow.. Saya baru tahu. Novel ini berhasil membuat saya mupengg, mau lihat juga. Hehe. Eh tapi anehnya dengan mengangkat sejarah yang begitu komplit novel ini tidak dilengkapi dengan data-data semacam daftar pustaka yang dapat menyelesaikan rasa penasaran pembaca... Ih ini benaran nggak sih garis lurus yang di maksud marion itu gimana ceritanyaa? *tapi tetap keren...

Hal menarik lain dari novel selain suguhan pemandangan eropa adalah kostum para pemainnya dong ketika difilemkan.. Dewi sandra cantik banget kaka. ... Pengusung Hijaber dian pelangi konon ada juga di filemnyaa.. *Saya belum tuntas lihat filemnya*... Eh yang masih heboh-heboh tentang masalah jilbab lilit-lilit... Terus saja berbuat kaka... Dian pelangi dengan kampanye hijabnya bisa jadi adalah caranya untuk menyebarkan kebaikan agama ini walaupun aturan berhijab itu masih dibelakangi... Untuk kita yang sudah diberi hidayah berhijab yang syar’i tetap saja istiqomah berdakwah... Dan ingat terus untuk menjaga dakwah kitaa.. Sebab jilbab syar’i yang kita kenakan sangat sensitif dengan akhlak... 

Untuk saya pribadi novel ini menjadi sangat menarik dengan pemaparan sejarah islam masa lalu diluar komentar-komentar miring tentang novel ini *paling nggak saya jadi tahu nama-nama tempat bersejarah yang pernah ada kejayaan islam di sana* Di tiap tempat yang dikunjungi hanum ada yang menggetarkan dalam mencapai kejayaan islam, betapa kejayaan agama ini diperjuangan dengan peluh dan darah oleh generasi terdahalu. Terbayang bagaimana peperangan demi peperangan dilalui , baru panas terik dan jauhnya jarak saja sudah membuat saya malu sendiri..

Lalu apa hubungan tulisan ini dengan perang tabuk? 

Saya ke gramediannya setelah pulang tarbyah, sebelum bertemu cerita hanum sebelumnya emosi jiwa saya sudah terkuras oleh cerita perang tabuk *perang antara kaum muslimin melawan bangsa Romawi* dari murabyah saya. Jika fatma bersumbangsih menyebarkan islam dengan caranya yang damai, dengan akhlaknya yang mulia, maka dalam sejarah perang tabuk diselipkan salah seorang tokoh yang membuat mata saya basah karena keinginannya untuk memberikan sesuatu untuk agama ini.. 

Perkenalkan Ulbah bin zaid. Ia hadir dengan segala harapnya untuk bersumbangsih untuk agama ini di tengah riuhnya persiapan perang tabuk, disana ada Ustman, Abu bakar, umar, abdurrahman bin auf, Thalhah yang menginfakan harta mereka dalam jumlah yang membuat saya merinding... Oh banyaknyaa... Bukan hanya harta, juga jiwa mereka sertakan. 

Lalu datang Ulbah yang fakir... Yang ingin juga memberikan apa yang ia punya untuk agama ini. Namun, apa yang hendak ia berikan jika harta pun ia tak punya, sedang jiwa tak diperkenankan ikut jika perbekalan perang tak lengkap. Maka lagi-lagi ulbab dengan harapnya membuat saya menitikan air mata.. Dengan harapnya yang membuncah.... Ia berdo’a "“Ya Allah, tidak ada yang dapat aku infakkan sebagaimana yang lainnya telah berinfak. Seandainya aku memiliki seperti yang mereka punya, aku akan lakukan untukMu, demi jihad di jalanMu. Yang aku punya hanya kehormatan, kalau Engkau bisa menerimanya, maka saksikanlah bahwa semua kehormatanku telah aku sedekahkan malam ini untukMu!” T_T

****
Novel 99 cahaya langit eropa dengan kemewahan berlatar eropa sungguh membuka mata saya dengan kehadiran tokoh fatma yang membawa cita-cita untuk menyebarkan kebaikan agama ini dengan caranya yang sederhana.. Dengan akhlak yang baik. Sungguh jika kita membaca lagi lembaran-lembaran sejarah Nabi kita...maka di sana akan kita temukan banyak hati yang luluh karena keluhuran akhlak beliau. 

Dari tokoh Ulbab hati saya tersentuh luar dalam lewat hati yang begitu ingin berkontribusi untuk agama ini. Selanjutnya adalah tanyaa... Saya.. Apa yang yang sudah saya lakukan untuk agama ini? 

Mari berbuat.. "Sampaikanlah walau satu ayat" 

11 Oktober 2014

You Might Also Like

0 comments

I'm Proud Member Of