Tahsin

20.12.00

Dulu, saya pernah mengaku suka pada langit. Kemudian, rasa suka ini hilang dengan sendirinya. akhir-akhir ini, saya menemukan kesadaran baru bahwa sebenarnya saya tidak benar-benar menyukai langit. Saya tidak setia lagi berlama-lama menatap langit, hanya sesekali saja, itupun karena ada misi penyelamatan cucian. Oke. Ini tidak penting. 
 
Dulu, Saya juga pernah tergila-gila pada pancing memancing. tapi, ini juga tidak bertahan lama, berakhir setelah peristiwa naas yang menimpa teman saya. Kail pancingan yang harusnya untuk memancing ikan malah nyangkut dihidung mancungnya. Ini juga tidak penting. 

Dulu, orang-orang yang saya sukai adalah mereka yang tidak banyak bicara, ada kekaguman tersendiri, tapi, sekarang ada yang berubah, saya lebih merasa nyaman berada di samping mereka yang bisa terbuka tentang apa saja, tidak terlalu sungkan, suka berterus terang dan bisa mengundang tawa. Mulai penting.

Dulu, ada pemikiran sempit yang bercokol di kepala saya  tentang jaim (Jaga gambar), terkhusus untuk mereka yang mengajarkan kebaikan. Dalam pemikiran saya, mereka idealnya harus lebih banyak diam, Jaim. Karena saya termaksud orang yang susah Jaim, olehnya itu mereka yang bisa melakukan perkara ini berhasil membuat saya kagum. Guru mengaji saya di tempat kerja kemudian mengubah pemikiran saya ini. Beliau adalah tipe orang yang bisa mengundang tawa tapi penyampaian ilmunya tetap bisa diterima. Tidak tau bagaimana ceritanya, saya menemukan pada diri beliau kejujuran yang bersifat terang-terangan, belajar bersama beliau itu serasa tak berjarak, kesalahan dimaklumi, selalu ada kesempatan untuk mencoba lagi.  dan yang paling penting , tawa itu tidak berlebihan, sederhana, dan membahagiakan

Sedikit cerita, ini suatu kenikmatan yang pantas saya kabarkan, di tempat kerja saya, setiap jum’atnya ada program belajar Tahsin, belajar Ilmu Tajwid. Tak membutuhkan waktu lama untuk melihat kemampuan saya dalam membaca  Al –qur’an. Hasilnya, Ilmu tajwid saya amburadul, banyak yang tidak tepat. Kesimpulannya, Saya harus belajar lebih giat lagi.

Di tulisan kali ini saya ingin berbagi tentang hasil belajar saya selama kurang lebih dua tahun ini (Tidak terasa sudah dua tahun belajarnya, tapi masih banyakan salahnya )

Kita mulai saja ya..

Pernah dengar Ilmu Tajwid kan ?

Saya baru familiar dengan istilah tajwid setelah memasuki dunia kampus, telat banget ya, kelamaan Nguras laut.hehe

Kesadaran untuk belajar tajwid ini muncul setelah saya tahu bahwa salah menempatkan tempat keluar  huruf dari Al-Qur’an dapat menyebabkan pergeseran makna yang jauh. Hadeechh. Alhasil bukannya dapat pahala tapi malah mendulang kesalahan. 

Kabar baiknya, ternyata tujuan belajar Ilmu Tajwid adalah Untuk menghidarkan lisan kita dari kesalahan. 

Hukum mempelajari Ilmu Tajwid adalah Fardhu kifayah sedang hukum mempraktekannya adalah Fardhu ‘ain. Hukum Fardhu ‘ain disini berkenaan dengan membaca Al-Qur’an yang harus benar. Intinya, belajar Ilmu tajwid itu seperti naik haji, belajar bila mampu, InsyaAllah Mampu. Optimis.InsyaAllah.


“Bacalah Al Qur’an itu dengan Tartil “ 
(QS. Al-Muzzammil: 4)
  
Ilmu Tajwid secara bahasa adalah Tahsin atau memperbaiki. Menurut istilah adalah Membaca Al Qur’an dengan benar sebagaimana bacaan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam  dan para shahabat radhiyallahu anhu, dengan cara mengeluarkan huruf dari makhrajnya, memenuhi sifatnya, dan memperhatikan hukum bacaannya.

Makhrajul Huruf adalah tempat keluarnya huruf-huruf hijaiyah. Dalam melafadzkan huruf hijaiyah seringkali terjadi kesalahan pengucapan, kesalahan ini terjadi karena berbagai sebab. Oleh karena itu, dalam pengucapan huruf-huruf Al-qur’an harus kembali kepada lahjah atau dialek orang arab, karena dengan lahjah merekalah Al Qur’an diturunkan

Bagian mengeluarkan huruf dari makhrajnya bisa menyebabkan urat lidah terkilir..hehe. nggak ding, bercanda. Belajar makhrajul huruf sebaiknya dipelajari setelah kita tahu definisi, hukum, keutamaan, dan tujuan belajar Ilmu tajwid. Urutan belajar ini tidak baku, mungkin beda orang, beda metode. Jadi begini, banyak manfaatnya jika kita tahu lebih dulu definisi, hukum, keutamaan, dan tujuan belajar Ilmu tajwid. Dengan mengetahuinya di awal insyaAllah belajarnya lebih bertenaga, agar kita tidak tersesat dan  tahu jalan pulang. 

Memenuhi sifatnya, dibagian ini, saya belibet banget, banyak yang ketukar-tukar,, tapi tetap optimis. oh iya, sebagai tips tambahan, untuk bagian ini ada bagusnya sifat-sifat huruf disalin sampai berulang-ulang, insyaAllah, bisa hafal dengan sendirinya. Selamat mencoba ya.

Memperhatikan Hukum Bacaan. Nah, sampailah kita, dibagian hukum bacaan. Kuncinya, masih sama, banyak latihan dan sabar tentunya. Hukum bacaan ada banyak. di antaranya, hukum Nun sukun, Mim sukun, Idghom, mad, Qolqolah, dan pelajaran lainnya seperti, Tafkhim dan Tarqiq (Bacaan tebal dan tipis), Istilah-istilah asing,  serta pembahasan hukum pada pembuka-pembuka surat. #saya belajarnya baru sampe sini.

Banyak kan? hebat kalau tidak bingung. Awal belajar hukum-hukum bacaan, jujur saya keteteran, sekarang juga masih. Mungkin karena banyak jadi agak rumit menghafalkannya, namun kembali lagi ke kaidah awal, tidak ada yang tidak mungkin untuk mereka yang bersungguh-sungguh..

Semangat-semangat!

Selanjutnya, Keutamaan Membaca Al Qur’an dengan ilmu tajwid yang benar, Ada buanyak. 

Mau tahu?

Di antara keutamaan membaca Al -qur'an adalah :

1. Memberikan Syafa'at pada hari kiamat.

“ Bacalah Al Qur’am , sesungguhnya ia pada hari kiamat akan datang menolong pembacanya “ (HR.Muslim)
2. Merupakan Amal terbaik
 
“Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya” 
(HR.Bukhari)

3. Mendapatkan derajat yang tinggi
 
“Orang yang membaca Al Qur’an dengan mahir akan bersama malaikat yang mulia lagi taat”
 ( HR. Bukhari  Muslim)

4.  Mendapat sakinah dan Rahmat
   
“Tidak berkumpul suatu kaum disalah satu rumah Allah untuk membaca dan mempelajari kitab Allah kecuali turun atas mereka sakinah dan rahmat , diliputi oleh malaikat serta Allah sebut dihadapan (malaikat) di sisiNya " 
(HR.Muslim)

5.  Mendapatkan sebaik-baik Anugrah Allah
 
Rasulullah bersabda dalam hadits Qudsi , Allah berfirman “ Barangsiapa yang sibuk dengan Al Qur’an dan dzikir karena meminta pada-Ku akan Ku beri sebaik-baik pemberian-Ku kepada orang-orang yang minta , dan kelebihan kalam Allah Subhanahu wa ta’ala atas kalam lain seperti kelebihan Allah atas makhluknya “
 (HR.At-Tirmidzi)

Subhanallah, keutamaannya banyak sekali. Itu baru sebagian, semoga dengan mengetahui keutamaan ini bisa menambah semangat kita untuk mempelajar Ilmu tajwid. Sebagai referensi, buku berjudul  “Memperbaiki Bacaan Al Qur’an metode Tartil 12 Jam“ yang ditulis oleh Muhammad Izzuddin S.Ag bisa dijadikan pegangan untuk belajar. Bukunya pas mantab, oke punya. Terakhir, kalau bisa belajarnya jangan sendirian, belajar sendiri itu banyak khilafnya karena tidak ada teman saling mengingatkan.

Salam semangat Tahsin.

10 Mei 2013














You Might Also Like

6 comments

  1. ukhti..
    saya juga paling demen blajar tahsin, dan alhamdulillah sekarang saya sudah bisa jadi tenaga pengajar tahsin. :')

    waloun masih terus belajar...

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah masyaallah..udah ngajar ya..

      saya masih dikelas murid..hehe.. insyaallah semoga bisa jadi pengajar juga..Aamiin..do'akan ya..

      Hapus
  2. exercise must go on...
    hhee, sama2 belajar kak ^^

    fighting!

    BalasHapus
  3. Weiiiii... maaf ya lama nggak maen kesini. baru nyadar pas lihat di kotak moderasi ada komen dr mbak Rahma. ehehehe...

    Hei, Ma. kosongin waktu tgl 2 bulan depan ya. insyaAllah kita ketemuan di istiqlal yuk. saya mau dengar kamu praktekkan tahsinmu disana. ahahahahaha :-D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahaha..matimija'..
      bermasalah terus ka' di huruf yg ada 'Z' nya , #bisa2nya dulu itu saya di pilih jadi pengajar sains nya MPM..kerumah ku mi nanti sebelum ke Istiqlal , ajarika' mengaji yang benar.

      Hapus

I'm Proud Member Of