Maling punya cerita

13.23.00

Salah satu trik untuk mengelabui maling adalah pura-pura tidur. Trik ini tidak hanya untuk mengelabui maling, bisa dipakai juga saat perang atau menghindari penagih utang. Saya mengenal trik ini sejak masih berseragam putih merah.

Waktu kuliah dulu, selain musim kering dan musim hujan, dikenal juga musim maling dan musim nyeduh. 

Musim maling tidak bisa diprediksi kedatangannya. Muncul tiba-tiba dengan jenis maling yang bervariasi, dari kelas ayam sampai yang sudah ahli, dari maling  jemuran sampai maling barang elektronik. Dari sekian banyak jenis maling, mungkin maling pompa airlah yang mendapat kutukan paling banyak. 

Musim nyeduh biasanya datang di akhir bulan. Penghuni kostan mendadak jadi perompah, cari utangan kiri kanan, dan aktif menyeduh mie instan. Tingkat kemelaratan naik dengan tajam saat musim nyeduh datang. hehe

Saat musim maling bertamu, kondisi mendadak tegang. Harusnya siaga satu  tapi  kenyataannya saya tidak pernah benar-benar siap menghadapi musim maling. Pada Musim maling tiga tahun yang lalu, kamar saya tiga kali menjadi target  tapi tak satupun yang saya sadari. Untuk kasus pertama, saya tahu dari cerita heboh orang-orang di warung nasi, kata mereka ”Semalam  kamar  ketiga di pondok orange  hampir kemalingan lewat jendela”. Saya tidak terlalu mengikuti alur cerita karena sedang fokus makan. Diakhir cerita, saya baru sadar  kalau kamar yang dicerita itu adalah kamar saya. waah malam itu saya tidur dengan tenang sekali.

Kasus kedua, tempat kejadian perkara masih serupa kasus pertama.  Kejadiannya sekitar jam dua malam, saya dikagetkan oleh suara teriakan yang memanggil-manggil nama saya. Awalnya, saya pikir ada yang keserupun. Mungkin saja, saya menjadi salah satu bintang tamu dalam kesurupannya itu. Saya melanjutkan tidur. Tapi, suara panggilan itu tak kunjung berhenti. Saya mulai panik. Di akhir cerita, ternyata, si pemanggil ingin memberikan Informasi kalau di jendela kamar saya ada Laki-laki berhelm yang sedang berusaha membuka jendela.  Penjaga kostan layaknya polisi bombay, baru datang setelah kejadian Usai. 

Kasus ketiga, untuk kasus ini, tetangga kostan sibuk mencari bantuan, ia menghubungi asrama ikhwa yang bersebarangan dengan kostan kami. Ikhwa penjaga masjid pun direpotkannya. Senior di kostan menyiapkan segala sesuatunya dengan baik, ada rapat kecil-kecilan untuk mengatur starategis bagaimana menjebak maling. Sangking seriusnya, beliau sampai membeli berkilo-kilo cabe. Saya sempat heran, mau diapakan cabe sebanyak itu. Ternyata cabe tersebut ditumbuknya sampe halus, kemudian dicampur air dan dimasukan ke botol trika. hahaha. katanya untuk menyemprot maling. #Mungkin malingnya punya firasat tentang semprot menyemprot ini ,dia sudah siap dengan memakai helm. Persiapan telah matang tapi malingnya tak kunjung datang. ditunggu sampai bermalam-malam, tapi yang tidak datang juga. Mungkin musim maling telah usai. Kami kembali tidur dengan tenang Rupanya malingnya membaca situasi, ia datang saat kami lengah. Masih jendela kamar saya yang menjadi target. Seperti kasus sebelumnya, saya dalam keadaan tenang dipulau kapuk saat maling beraksi. Alhamdulillah Malingnya tidak juga berhasil melakukan aksinya. Entah karena apa, ia meniggalkan sandal  dan tidak pernah datang lagi setelah aksi malam itu.

*****
Setelah tiga tahun berlalu, cerita maling kembali menghantui. Cerita ini baru ada lagi setelah dua tahun saya hijrah ke Kota ini, Bekasi. Seperti perumahan pada umumnya, Rumah yang satu menempel dengan rumah yang lainnya. Rumah yang saya tinggali berada di depan jalan utama perumahan. Tidak terlalu banyak aktivitas, selain penghuni perumahan, ada beberapa penjual yang setiap pagi, siang, sore menjajakan bermacam-macam jualan, sesekali pengamen ikut meramaikan, terkadang ada juga yang minta sumbangan. Penghuni tetap jalanan itu adalah anak-anak kecil yang menjadi tetangga kiri-kanan. tetangga kiri -kanan saya adalah orang Makassar, saya mengenal mereka dengan baik.

Tetangga kanan saya adalah tipikal yang ramai, heboh dan asyik, memiliki dua anak laki-laki yang masih kecil dengan tingkat kenakalan yang sudah kronis dan merepotkan. Anak-anak si tetangga kanan bisa kita dapati disetiap kumbangan air dan tanah, dimana ada gundukan tanah, maka di situ ada mereka . 

Sedang, tetanggga kiri saya adalah tipikal yang tenang-tenang saja.

Beberapa hari yang lalu, tetangga kanan saya kemasukan maling , sebelumnya , mereka sudah kecurian mobil. Memang malang tak dapat ditolak, mobil mereka yang terpilih untuk hilang padahal sudah diamankan di dalam pagar yang tinggi. Padahal lagi,  tetangga kiri saya memiliki empat mobil, sebagian mobilnya dibiarkan nongkrong di jalanan karena sudah tidak muat digarasi.

Saya tahu berita kemalingan ini dari tetangga  kiri. Terjadilah obrolan, obrolan memanjang dan melebar. Kata tetangga kiri, maling yang kemarin masuk ke rumah tetangga kanan  memakai modus penjul kopi keliling. Setelah diperiksa ternyata kopinya kadarluasa semua, dihapenya juga ada pesan masuk yang bunyinya “gimana sudah berhasil ?“

 #Sindikat kopi, temannya sindikat mama yang suka minta pulsa..hehe

Obrolan ditutup oleh tetangga kiri dengan kata-kata yang maknanya dalem, kata beliau “kita tidak boleh terlalu menautkan hati pada apa-apa yang dititipkan Allah kepada kita, setelah berusaha menjaga selanjutnya tawakal, Allah lah sebaik-baik penjaga”

Jangan sampai selama ini kita hanya menambah pengaman pintu, mempertinggi pagar, bahkan ada yang ekstrim, meminta  perlindungan orang pintar, atau menyiapkan racikan cabe tapi lupa memohon penjagan kepada Allah .

Tetap Waspada.

16 Mei 2013

You Might Also Like

2 comments

  1. jdi ingin tertawa ada istilah maling nyeduh... soalnya prnh ngerasain jdi anak kos, bru prtngahan bulan aja udah nyeduh alias cari pnjaman ke kwn.. :D

    BalasHapus
  2. maling bertebaran di mana-mana, kita di tuntut untuk wasdapa. " ya Allah lindungilah kami dari kejelekan -kejelekan makhlukmu "

    BalasHapus

I'm Proud Member Of