Ratapan anak rantau

13.30.00

Rasa lapar saat hujan deras dapat mengundang ratapan. Mungkin bisa jadi film syahdu nan sedih andai difilmkan dengan judul “Ratapan anak rantau”. Ratapan ini semakin menjadi-jadi saat persediaan makanan habis dan air di galon pun ikutan habis. Lengkaplah sudah penderitaan ini.

Saya tidak ingin membusuk seorang diri dalam keadaan lapar sepeti ini, sedang pilihan untuk keluar mencari makanan pun terasa berat. Perpaduan malam, hujan deras, dan lapar menghasilkan kesan horor yang berlebihan. Saya mulai memutar otak memikirkan rencana terbaik untuk menyelesaikan hubungan lapar dan hujan .

Saya akan menunggu hujan reda saja, ini keputusan paling sabar yang pernah saya buat. 

Saya mulai menunggu sambil sesekali mengintip jalanan yang di tinggal penghuninya. Banyak pikiran aneh yang masuk tanpa izin. Tidak seperti biasanya, biasanya kalau lapar  begini pikiran saya tersumbat sana-sini alias tidak bisa berpikir lebih panjang. Singkatnya, hanya makanan yang dapat menyelesaikan urusan lapar. Panjangnya, Ini hasil pemikiran saya, baca dengan serius ya :p


Pertama 

Saya teringat kartu undian yang saya beli sore tadi, tadi saya selipkan dimana?

Bulan ini ada dua undian yang saya ikuti, pertama undian ke jepang, kedua undian dengan hadiah total sampai 100 juta. haha. Saya sedang tidak gila. Konon katanya seorang yang berjiwa visioner harus menangkap setiap peluang, ikut undian juga termaksud peluang.

Saya berdo’a dengan lirih, berharap bisa menang undian. Walaupun baru ikut sore tadi, tapi saya sudah punya perencanaan jika menang. Nanti, uang hadiah undian akan saya pakai untuk menambah tabungan umrah kedua orang tua saya. Semoga menang. #Pas mantab, lagi hujan, waktu yang baik untuk berdo’a.

Kedua

Saya teringat keputusan sepihak yang saya ambil tiga hari yang lalu. Keputusan yang agak kejam karena menyangkut perasaan. Untuk yang ikut tersangkut urusan ini, bisa dibilang apa yang saya lakukan ini adalah latihan kesabaran, tidak ada maksud lain selain untuk kebaikan bersama. Di mana latihan bersabarnya?, begini,  saat kita menyembunyikan apa yang kita rasakan, sedang yang lain berlomba mengungkapkan. saya pikir ini juga bagian dari kesabaran. #saya belum bisa dibilang sabar karena masih aktif melaporkan berita tidak penting berupa laparnya saya. hehe. maklum ya, kan sedang latihan.

Ketiga

Dalam keadaan lapar yang melilit, saya masih sempat ngobrol dengan seorang teman di Lampung sana tentang beberapa hal. Di antaranya tentang beasiswa S2. Tadi, Jepang sempat di singgung-singgung, saya bilang kalau saya mau ke jepang tapi bukan untuk kuliah, yah jalan-jalan saja selama dua minggu atau tiga mingguan, setelah itu kembali ke tanah air. Lainnya, saya mengkuatirkan otak saya jika harus di banting-banting di negri sakura sana. Saya takut otak saya akan meleleh atau mengalami pendarahan jika dipaksa berpikir  :D

Beberapa malam yang lalu, ada teman yang lain menanyakan perkara serupa. Saya ditanya andai ada kesempatan untuk kuliah lagi, saya mau ambil jurusan apa, saya bilang sama dia, mungkin kalau mau S2 lagi saya akan ambil jurusan yang khusus mempelajari agama. Jawaban saya ini cukup membuat otaknya berputar, Rahma ada apa denganmu? 'Saya lagi sadar'. Semoga begini terus karena saya ini gampang berubah pikiran.

Keempat

Saya memikirkan kejadian dua malam yang lalu. Saya yang gampang tertidur akhirnya mengalami gangguan tidur karena buku kecil berjudul “Tata cara mengurus jenazah”. Saya lupa bagaimana kisahnya, tau-tau buku itu menemani saya tidur-tiduran. Saya membuka halaman-halamannya dengan jiwa yang tidak tenang   Jujur, saya ketakutan tapi saya tidak ingin berhenti melanjutkan bacaan. Saya sempat membenarkan posisi sambil memperbaiki gorden yang agak tersingkap. Mulai parno. 

Informasi penting, membaca buku tata cara mengurus jenazah itu tidak cocok di malam hari. Pelajaran penting berikutnya, Saya takut mati namun ketakutan saya ini tidak bisa berbuat apa-apa selain berusaha sekuat hati untuk memperbaiki diri agar saat waktunya datang saya sudah benar-benar siap. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana hebatnya mereka yang bisa siap menghadapi perkara kematian. 

Kelima

Tentang klakson. Saya adalah tipikal pengendara yang anti menggunakan fasilitas klakson yang ada pada kendaraan. Kenapa? Karena saya tidak ingin diklaksoni. Diklaksoni di jalan raya itu seperti tampil di atas panggung dan ditonton ribuan orang. Bawaannya grogi aja. Tapi, pemikiran ini berubah saat saya hampir ditabrak truck beberapa hari yang lalu. Suara klakson itu benar-benar sampai ke hati. sampai ke hati karena sadarlah saya bahwa klakson itu adalah pengingat. Kesimpulannya, banyak hal-hal yang datang dalam wujud mengagetkan dalam kehidupan ini dan kebanyakan tidak kita sukai, tapi anggap saja itu sebagai pengingat, segera pulang, jangan lama-lama di jalanan.

Terakhir

Hujan pun reda, saya mengambil payung kemudian berjalan ke warung terdekat. Dari kejauhan saya melihat sosok warna putih, ah pasti ini bukan hantu atau teman-temannya, pikirku. Seingat saya, dalam sejaran film horor, tidak pernah ditampilkan sosok hantu yang memakai payung. Sosok putih itu semakin mendekat, benar memang bukan hantu jenis baru. Ternyata beliau bapak pemilik warung yang baru pulang sholat Isya. 

Diam-diam saya kagum pada bapak yang memanggil saya dengan panggilan ‘nak’.  Beliau beruntung karena terpilih untuk tetap istiqmomah melakukan sholat berjamaah walaupun hujan sedang keras-kerasnya. Semoga beliau tetap istiqomah, semoga suami dan anak-anak saya kelak juga seperti beliau yang istiqomah sholat berjamaah.

Pulang dari warung, Saya langsung memasak nasi  dan menggoreng telur. hadech garamnya habis  maka jadilah telur tanpa garam. rasanya aneh.

Setelah makan saya pun berlayar dengan tenang. Zzzzz

Sekian..

2 Mei 2013
Kalau ingin tau arti kecewa maka tanyakanlah kepada pendukung Barcelona. Saya tidak tahu pasti apa sebab musabab kekalahan tim tangguh yang terkenal dengan tiki-takanya itu. Kalah sampai tujuh kosong rasanya terlampau tragis. Kasihan juga. Saya turut berduka cita.:D







You Might Also Like

2 comments

  1. waaah sama dong, anak rantau >.<
    masa sih km sampai susah makan? :O

    BalasHapus
  2. aku juga sudah lama tinggalkan kampung halaman, yang asyik waktu sedirian ya baca

    BalasHapus

I'm Proud Member Of