Pemimpin dan keshalihan pribadi

22.58.00

Saya sampai gagal fokus pas ngelihat gambar pak prabowo muda disandingkan dengan Al-ghazali *putra ahmad dani* . Ulala. Mirip euy. terbukti lagi nih bahwa berat badan bisa mengurangi sisi-sisi ketampanan. *colek yang di ambon... diet dong.. dieeet* hahaha...

Kali ini saya ketinggalan info. saya baru ngeh kalau pemilihan presiden nggak lama lagi setelah menguping pembicaraan ibu-ibu di toilet kantor. Dan wooow.. pak jokowow beneran mencalonkan diri jadi presiden, eng ing eng perasaan beliau pernah mengumbar janji-janji manis untuk merampungkan urusan jakarta. Ih tapi hebat ya, fansnya masih banyak ajaaa termaksud ibu saya. hehe. Trus siapa gerangan yang akan menjadi teman duel jokowi? jrengg.. jrengg...

Setelah melototin kompi, baca-baca artikel dan melihat geliat muda-mudi di medsos berkenaan dengan hal ini, baru deh sekarang saya berani ikutan nuliss tentang topik paling panas di negri kitaa walaupun masih grogi jugaaa.. saya sempat binun,, itu termaksud ghibah nggak sih saat pendukung capres yang satu mengumbar aib capress yang laen?

Beberapa hari ini di timeline facebook saya hampir sesak dengan beritaa pencalonan JKW-JK dan Prabowo-Hatta. Sebagian mengumbar aib JKW, sebagiaanya lagi mengangkat tinggg-tinggi prabowo. Sampai disini jelass yaah.. teman-teman facebook saya sebagian banyaknya adalah pendukung Prabowo. Nah.. sisanya adalah merekaa yangg heboh-heboh mengkampanyekan Golput. Ini baru facebook, melirik ke twiter.. lebih sadis lagi.. akun trio macan menelanjangi ke duaa pasangan dengan santai dan mengagumkan. *kepala beta sampe pening.. mana nama tempat kerjaa saya ikut di sebut-sebut jugaa.. alamaak*

Di sini..di sini adakah yang galau seperti saya.. hendak ku labuhkan kemana hatiku ini? atau jangan-jangan dari jauh-jauh hari sudah memilih golput aja? Aduh jangan golput dongg kaka. walopun sensasi pemilu kemarin masih berasa, berasaa kecewanyaa karena calon-calon yang jelas-jelas belangnya malah melenggang bebas, sedang mereka yang TOP malah nggak lolos. Tapi kitaa nggak mau kan pemimpin bangsa ini datang dari pihaak yang niatnya udah terbaca nggak lurus. Trus yang galau musti milih siapa musti gimana? pilih yang paling sedikit mudharatnyaa jika pemimpin ideal yang kita harapkan belum ada.

Benar... kalau demokrasi bukan cara islam.. kalau agama memerintahkan untuk tidak melirik mereka yang ngotot meminta kekuasaan, tapi gimana dong kalau ternyataa kita tinggalnya di negara yang menganut cara itu. Tetap ngotot dengan cara yang kita inginkan atau ikut terlibat dengan membawa misi perbaikan?

Rasanyaa jadi mengharu biruu ya.. jikaa keadaan berlomba-lomba pada kepemimpian kita banding-bandingkan dengan paraaa shahabat terdahulu.. aduhh jauuuuuh.. Adalah Umar Radhiyallahu anhu memberikan contoh terbaik dalam perkara ini, dikisahkan bahwa sebelum beliau meninggal dunia, beliau menunjuk beberapa shahabat untuk bermusyawarah memilih khalifah pengganti dirinya. Yang menarik, beliau tak memilih said bin zaid , adik ipar sekaligus menjadi jalan datang nya hidayah kepada bagi beliau. Said bin Zaid juga merupakan salah satu shahabat yang dijamin masuk syurga, dari sisi keimanan pun tak diragukan. lalu mengapa umar tak menyertakan said bin zaid dalam pemilihan khalifah pengganti dirinya. ah ternyata dari jauhh sebelumnya.. umaar radhiyallahu anhu sudah berazam " Biarlah beban kepemimpinan ini saya yang menanggungnya, anggota keluargaku tak perlu merasakan hal serupa " Masyaallah. Di bagian ini, kita harus meng-insyafi bahwa menjadi pemimpin yang amanah itu tidaklah mudah. Trus kok bisaaa yaah jaman sekarang kepemimpinan di perebutkan? *bisik-bisik aja yah alasannya* hehe.

Di dalam Islam, Urusan kepemimpinan adalah perkara yang sangat penting dan jelas mengandung konsekuensi. Konsekuensi yang tak main-main, setiap orang di akhirat nanti akan ditanya tentang apa yang dipimpinnya. Jadi bayangkanlah, betapa repotnya menjadi presiden jika harus ditanya satu-persatu tentang kondisi rakyatnya. Alhamdulillah, Islam tidak hanya datang dengan ancaman, untuk pemimpin yang adil ada janji manis dari Allah berupa Naungan dihari yang tidak ada naungan selain naungan-Nya.

Dalam memilih pemimpin tidak hanya mempertimbangkan kemampuan memimpin dan mengatur semata, keshalihan pribadi menjadi pertimbangan yang sangat penting. Dengan harapan, sang pemimpin, tidak hanya membawa rakyatnya berhasil dalam urusan dunia saja, dari keshalehan pribadi diharapkan tercapainya kebaikan dari sisi kehidupan dunia maupun akhirat.

Tugas berat kepemimpinan akan berlipat kesulitannya jika dilaksanakann oleh orang yang minim iman dan amal meski memiliki bakat yang baik dalam hal kepemimpinan. Hal ini bisa kita lihat di masa sekarang ini, Urusan duniapun banyak yang terbengkalai karena Kepemimpinan tidak dianggap sebagai amanah melainkan sarana untuk mengeruk keuntungan pribadi. parahnya lagi, kesadaran bahwa setiap amanah akan dimintai pertanggung jawaban layaknya barang langka, jarang ada.

Memperhatikan keshalehan pribadi adalah perkara utama dalam memilih pemimpin. Maka sangatlah tepat jika khalifah yang pertama kali dipilih adalah Abu bakar radhiyallahu anhu. Semua Ulama sepakat mengakui bahwa beliau adalah shahabat yang paling mulia . di dalam ayat, beliau disebut sebagai Tsania tsnain(Al taubah:40), orang kedua dari dua orang, yang dalam konteks ayat, orang yang pertama adalah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Beliau radhiyallahu anhu juga memiliki keimanan, ketaatan dan kepercayaan yang tinggi terhadap risalah kenabia . Kemudian, dipilihlah Umar, Lalu Utsman dan Ali. Salah satu faktor Fundamental dipilihnya meraka adalah tingkat keshalihan mereka di antara para shahabat dengan beberapa faktor pendukung lainnya.)*

Hasilnya kepemimpinan mereka adalah segala sesuatunya menjadi dien oriented. Ingat, Islam menyentuh seluruh aspek kehidupan, maka bukan hanya kemaslahatan dunia yang tercapai, lebih dari itu, Akhirat selalu menjadi yang terdepan dalam segala urusan. Sukses Mulia dunia akhirat.

"Keimanan dan ketakwaan adalah modal dasar dalam membangun peradaban yang kuat
 ~Sultan Murad II ~

Besar harapan, Semoga Negri ini dipimpin oleh pemimpin yang baik lagi shaleh. Aaminn.

Ladies.. tentukan pilihanmu..

Bekasi , 22 Mei 2014





















You Might Also Like

3 comments

  1. Insyallah amin, sebelum ada kepemimpinan yg baik kita perlu mendidik mayarakatnya menjadi lebih baik, krn akan mubazir seorang pemimpin yg baik ikut berlomba maju namun karena minimnya pengetahuan masyarakatnya maka yg terpilih justru pemimpin yg tak baik....
    Karena itu pesan semangat utk mereka yg tak pernah berhenti berdakwah di lapisan bawah utk tak pernah lelah, semoga segera tercapai pemimpin yg baik didukung kesalehan pribadi masyarakatnya.

    BalasHapus
  2. nah itu dia, takutnya malah berantem kayak temenku... Debat jreng..
    hehe.. sebnarnya memng klo kita bisa memilih dan mau mencari tw gak perlu repot gembar gembor ya ukh? cuma emang kita lihat hasilnya. Tapi daripda gak milih, kita hars pilh yg sisi keshalihannya. karna keduanya sama2 muslim. Resikonya kadang diketawain nonis, sesama muslim mash saling cari celah..
    padahal kita punya tujuan terbaik..

    Semoga menjadi lebih baik, jujur saya juga sudah keblinger klo carut marut lagi.. capek...

    BalasHapus

I'm Proud Member Of