Bahagia Bekerja di Rumah

20.37.00


Sejak menjadi ibu, saya merasa tantangan paling seru yang harus saya selesaikan adalah bagaimana mengatur waktu. Di awal-awal, saya benar-benar keteteran, apalagi saat itu saya masih bekerja di luar rumah. Setelah resign dan fokus kegiatan hanya di rumah saja, saya coba menemukan cara untuk membuat hari saya lebih teratur lagi, anak terurus, kerjaan rumah selesai, dan me time juga dapat. Nggak langsung berhasil, tapi paling nggak saya mulai menikmati keberadaan saya di rumah sebagai 'Work at home mom'.

Ngomong-ngomong tentang me time, saya masih ingat banget omongan salah seorang ibu direktur di tempat saya bekerja dulu, beliau mengatakan bahwa me time itu nggak harus keluar rumah, ngemol, atau ke salon, beliau malah suka ber me time di dapur, memasak untuk keluarganya. Intinya, kita bisa berbahagia dengan peran kita sebagai seorang ibu, dengan menerima kenyataan bahwa waktu untuk diri sendiri berkurang. Untuk saya, ber me time dengan membaca buku dan menulis di blog sambil nungguin anak tidur sudah sangat menyenangkan.

Untuk membuat hari saya lebih 'bahagia' di rumah, saya membuat beberapa pengingat untuk diri saya. Semoga ini bisa bermanfaat juga untuk teman-teman yang baru memulai status barunya sebagai work at home mom :)

#1 Ucapkan terima kasih untuk setiap hari yang baru

Hal ini benar-benar membantu membuat mood baik sepanjang hari. Tidak bisa dipungkiri berada di rumah sepanjang hari dengan rutinitas yang sama tidak jarang membuat jenuh, tapi balik lagi bisa jadi kejenuhan itu bukan karena kita sebenarnya jenuh tapi bisa karena syukur -terima kasih- kita berkurang.

Saya sering tersenyum sendiri saat memandang Ruwaid tidur dipangkuan saya, bersyukur banget,  dan benar jika ada yang bilang kalau bayaran terindah untuk ibu yang berada di rumah adalah bisa melihat tumbuh kembang anaknya senti demi senti :)

#2 Mengatur prioritas

Menjadi ibu yang bekerja di rumah, goal utama saya adalah menemani anak. Jadi sebisa mungkin saya menghindari perasaan lelah karena kerjaan yang tidak habis-habis sedang disatu sisi anak butuh perhatian. Anak adalah Goal utama saya, jadi lain-lain bisa dikerjakan saat anak tidur atau ada suami yang bisa bantu jaga anak.

#3 Atur Jam kerja

Yes. Perempuan yang berada di rumah juga bekerja. hehe. Makanya saya lebih suka menggunakan istilah work at home mom untuk ibu yang tidak bekerja kantoran.

Awalnya saya merasakan kalau pekerjaan rumah seperti nggak tamat-tamat. hahahaha

Setelah berbagai percoban dan gagal akhinya saya bisa menyimpulkan bahwa bangun sedini mungkin adalah solusi. Karena bukan hanya menyelesaikan kerjaan rumah dan menjaga anak yang menjadi tugas seorang ibu, ya, seorang ibu juga adalah hamba Allah, yang memiliki kewajiban dan kebutuhan untuk beribadah. Dan keadaan ruhiyah sungguh sangat mempengaruhi bagus tidaknya kinerja seorang ibu.

Saya biasa bangun sebelum shubuh, di malam hari saya sudah merencanakan dan menyiapkan semua yang akan saya lakukan di esok harinya.

Untuk urusan dapur, saya belanja dalam jumlah besar bahan makanan yang akan kami pakai selama sepekan. untuk hal ini, menyusun menu makanan selama sepekan sangat membantu.

Untuk urusan bersih-bersih, saya sangat terbantu dengan metode Konmari ala marie kondo, nggak terlalu repot untuk urusan ini.

Untuk urusan nyuci dan nyetrika, biasa nya dua hari sekali dan saya lakukan dipagi hari sebelum sholat shubuh.

Setiap ibu punya standarnya masing-masing yaa, ini ala-ala saya aja.. hehe

#4 Jangan lakukan semuanya sendiri 

Jadi nge londri pakaian itu hukumnya nggak apa-apa, beli makanan di warung pun demikian. hehe.

Untuk point ini, saya bilang ke suami, kalau dalam satu pekan saya mau punya waktu libur masak, dan itu adalah hari jum'at dan hari sabtu :)

#5 Keluarlah dari rumah dan berdandanlah di dalam rumah :D

Saya coba praktekan hal ini, dan menakjubkan, ke warung dekat rumah juga udah bikin hepi. haha. 

Selanjutnya, bekerja di rumah dan nggak ada yang lihat bukan alasan untuk tampil kucel dan memakai daster kusam. Yang saya rasakan, mandi sepagi mungkin, kemudian dandan, dan berpakaian wangi membuat mood prima. 

#6 Bergaul

Keluar dari lingkaran "menderita seorang diri" adalah obat. Bergaul tidak harus keluar rumah, aktif berbagi di grup whats app sangat menyenangkan untuk saya, saling bertukar kabar dengan sahabat-sahabat yang tidak sempat saya temui juga menjadi hiburan tersendiri. Ya, bergaulah dan berbagilah. 

#7 Memanjakan diri dengan melakukan yang kita cintai

Seperti yang saya ceritakan di atas, me time saya setelah jadi ibu adalah membaca dan menulis di blog. Ini bisa saya lakukan di sela-sela jam tidur anak. Karena bahagia berawal dari rumah.

Tujuh point di atas coba konsisten saya lakukan, dan semoga bisa membuat saya lebih berbahagia lagi menjalani peran saya bekerja di rumah :)



You Might Also Like

0 comments

I'm Proud Member Of