Sahabat yang shalih; Nikmat kebaikan setelah islam

11.18.00

Ialah Umar bin khatab memiliki seorang sahabat karib yang dipanggil dengan sebutan Iyasy bin Abi Rabi’ah. Keduanya hijrah bersama-sama ke Madinah. Iyasy termasuk dalam keluarga yang kaya di Mekkah. Tatkala Al-Harits—saudara laki-lakinya—dan Abu Jahal mengetahui bahwa Iyasy turut keluar berhijrah hijrahnya, keduanya sangat marah. Mereka bertekad hendak memintanya kembali dan menyusulnya hingga ke Madinah. 

Ketika Al-Harits dan Abu Jahal telah mendapati Iyasy, mereka berkata kepadanya, “Sesungguhnya ibumu telah bersumpah tidak mau berteduh dan mandi hingga engkau kembali.” Jiwa Iyasy mulai terbesit untuk kembali ke Mekkah. Namun Umar berkata kepadanya, “Mereka hendak membuatmu murtad dari agamu. Jangan khawatirkan ibumu. Jika ia berdiri di bawah panas, niscaya akan akan letih dan akan berteduh.”

Iyasy lalu berkata, “Aku memiliki harta yang banyak Mekkah. Jika aku kembali, maka aku akan dapat membawa hartaku dan dapat berbuat baik kepada ibuku,” Umar berkata lagi, “Wahai Iyasy, jika engkau telah pergi maka engkau tidak akan dapat kembali lagi.” Iyasy berkata, “Aku akan datang dengan membawa hartaku dan aku akan kembali.”

Umar lantas berkata kepadanya, “Engkau tahu wahai Iyasy, bahwa aku adalah penduduk Mekkah paling banyak harta. Aku akan membagi hartaku untukku setengah, dan untukmu setengah.” Iyasy tetap menolak dan ia bersikukuh akan kembali. Umar lalu berkata padanya, “Ambillah untaku dan kembalilah semoga ia mengingatkanmu dengan keadaan kaum muslimin.”

Kembalilah Iyasy ke Mekkah pada keluarganya. Maka benarlah Ia disiksa oleh keluarganya, ia dipaksa ingkar, dalam kepayahan iyasy nyaris ingkar, namun  unta Umar pemberian menjadi  pengingat baginya untuk teguh pada keimanan.

------------------------ 

Kisah di atas selalu membuat saya rindu tiap kali membacanya, rindu itu mengantarkan saya pada nikmat pernah mengenal sahabat-sahabat yang baik ditiap fase kehidupan yang saya lewati. Dan setiap mereka, entah itu dalam bentuk laku, pemberian, atau hanya sekedar ucap, berhasil menorehkan ingatan untuk selalu dan selalu kembali mengokohkan langkah yang sering 'menjauh'.


"Tidak ada nikmat kebaikan yang Alloh berikan setelah Islam selain saudara yang shalih. Maka jika salah seorang kalian merasakan kecintaan dari saudaranya, peganglah kuat2 persaudaraan itu"
 (Umar bin Khattab)
Sumber gambar: Tumblr








You Might Also Like

2 comments

I'm Proud Member Of