Umrah #2

16.30.00


Catatan yang  ini masih lanjutan dari catatan sebelumnya, tadi sempat terpotong karena jam istirahat sudah selesai sedang tulisannya belum jadi.

Selamat membaca..

Bismillahirrahmanirrahim.

Ada kesan bagi sebagian orang bahwa manasik haji dan umrah membingungkan.  Kalau melihat buku manasik haji kakak saya maka  jelas membingungkan. Banyak sekali yang harus di hafalkan. Kesan itu lahir disebabkan buku-buku yang dijadikan pegangan manasik haji dan umrah selama ini disusun berdasarkan pembagian hukum, syari’at, rukun, wajib, sunnah dan disertai doa-doa tertentu saat melaksanakan rangkaian demi rankaian manasik haji dan umrah. Orang menganggap doa-doa tersebut harus di hafal. Hal ini adalah wajar  apabila kemudian haji dan umrah membingungkan padahal tidak ada satupun doa-doa haji dan umrah yang termaksud rukun atau wajib, semuanya hanya bersifat anjuran. Selain itu do’a-do’a yang di tulis dalam buku-buku sebagiannya adalah  tanpa dasar. 

Apabila manasik haji dan umrah disederhanakan maka keduanya adalah ibadah yang berupa perpindahan dari suatu tempat ke tempat yang lain. Untuk haji ada aturan waktunya, sedang untuk umrah bisa sepanjang waktu kecuali pada musim  haji.

Sebelum masuk ke penjelasan manasik Umrah, ada baiknya kita mengerti  hal yang berkaitan dengan Ihram dan ihram dari Miqat, hal ini patut kita pahami baik-baik karena miqat dan Ihram merupakan salah satu rukun dan wajib dari Umrah.

v       Ihram dari Miqat
 
Miqat ihram adalah tempat orang yang akan menunaikan umrah atau haji memulai berihram.Miqat ihram ada lima yaitu Miqat Hulayfah, Juhfah, Yalamlam, Qarnul Manaazil, dan Dzatu ‘Irq.

Saat membaca bagian ini saya di landa kebingungan.

Kemudia saya bertanya sama kakak saya, tapi penjelasan kakak saya juga membingungkan. Jadi begini, miqat ini tergantung dari mana arah kita datang. Tenang saja, tempat miqat ini akan diarahkan oleh pembimbing haji dan umrah. Intinya  miqat adalah tempat kita memulai berihram..

v       Ihram

Nah pemirsa, di Bagian ini kita sering salah paham. Saya baru tau Kalau makna Ihram adalah niat untuk memulai manasik haji atau umrah. Saya kira ihram itu adalah nama kain yang dipakai laki-laki pas naik haji atau umrah..

Orang yang akan berhaji atau berumrah  wajib memulai berihram dari salah satu miqat di atas. Bagi yang secara sengaja melewati miqat tanpa berihram harus kembali ke miqat terdekat. Apabila tidak kembali maka wajib menyembelih seekor kambing di makkah dan seluruh daging hewandi berikan kepada penduduk faqir miskin makkah (penduduk mayoritas ulama )

Jadi kembali ke point pertama, jangan lupa mempelajari Miqat di atas.
 
Pakaian Ihram

Pakaian Ihram Pria hanya berupa ridaa’ (Kain penutup tubuh bagian atas) dan ‘Izaar (Kain penutup bagian bawah) serta sandal .

“Ber-irhamlah kalian dengan memakai ‘Izaar dan ridaa’ serta sandal “ (HR.Ahmad)

Sedang wanita tidak memiliki pakaian ihram khusus, baik dalam warna ataupun bentuk. Wanita memakai pakaian kesaharian dengan tidak menampakan bentuk tubuh dan tidak berhias. Wanita di larang memakai sarung tangan dan cadar saat berihram

Wanita yang berihram hendaknya jangan memakai cadar dan sarung  tangan “ (HR. Al Bukhari )

Setelah Rapi..

Selanjutnya..

Niat untuk ber-Umrah..

Di anjurkan saat niat Umrah untuk melafadzkan Manasiknya..

“Labbayka ‘Umrotan “
“ Aku memenuhi panggilan –Mu , untuk menunaikan ibadah Umrah “

Sebaiknya , Ihram dilakukan setelah shalat wajib dan setelah berada di kendaraan..

Setelah berirham disunnahkan Bertalbiyah.


Bacaan Talbyah..

“Labbayka Allahuma labbaika ,labbayka laa syariika laka labbaika,
innal hamda wan ni’mata laka wal mulka , laa syarirka laka “

“Aku penuhi panggilan-Mu Ya Allah , aku penuhi Panggilan-Mu  Tidak ada sekutu bagi-Mu. Aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji , nikmat dan kerajaan untuk-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu”

Waktu Talbiyah di mulai saat berihram dan berakhir saat mulai thawah

“Nabi shallallahu alaihi wa sallam menghentikan Talbiyah saat umrah apabila telah memegang hajar aswad (Mulai thawah) “

Untuk Ihram ada hal-hal yang di larang di dalamnya.. Klik disini biar lebih jelas.
Selanjutnya..

Kita Masuk ke pembahasan Rukun dan wajib Umrah. sudah tau kan perbedaan rukun dan wajib? InsyaAllah sudah ya.

 Rukun Umrah
  1. Ihram
  2.  Thawah di masjidil Haram
  3. Sa’I di shafa dan marwah
Wajib Umrah
  1. Berihram dari Miqat
  2. Halq atau Taqshir
Catatannya sudah puanjang. Sabar ya , sebentar  lagi selesai. kita sudah ada di tahap akhir.. 

Penjelasan Manasik Umrah:

Manasik Umrah #1

Ihram

Untuk Ihram Rinciannya sudah ada di atas.

Manasik Umrah #2

Thawah Tujuh Putaran 

Rinciannya :
  1. Setelah tiba di Masjid Al Haram, kemudian menuju ka’bah untuk thawaf
  2. Saat memulai thawah hentikan talbiyah dan mulai idthtiba’*
  3. Thawah di mulai dan berakhir di hajar Aswad
  4. Setiap putaran thawaf  selalu di mulai dengan mengusap hajar aswad  dengan tangan kanan lalu menciumnya, jika tida , memegang hajar aswad lalu mencium tangan, jika tidak, menyentuh Hajar aswad dengan selain tangan (Semisal tongkat) dan mencium benda tersebut, jika tidak, menghadap dan member isyarat  dengan tangan kanan ke hajar aswad dan membaca Allahu akbar lalu berlalu dan tanpa mencium tangan.
  5. Saat melewati Rukun yamani kita memegangnya, jika tidak memungkinkan berlalu tanpa melakukan apa-apa. ( tidak melakukan apa-apa ya, tidak ada tuh lambaian tangan, siulan apalagi kerlingan)
  6.  Di antara Rukun yamani dan hajar aswad membaca “Rabbana ‘atina fid dunyaa hasanah , wa fil akhirati hasanah wa qinaa ‘Adzaabannaa”
Seusai tujuh putaran mengembalikan idthibaat dan menuju maqam Ibrahim, lalu membaca

"Wattakhhizuu mim maqaami ibraahima musholla “ [QS. 2:125)
 
Tidak ada dzikir atau bacaan tertentu pada waktu thawaf, selain yang disebutkan pada no. enam, seseorang yang thawaf boleh membaca Al Qur’an atau do’a dan dzikir yang ia suka. Di beberapa buku manasik haji, dijelaskan bacaan-bacaan setiap kali putaran, hal ini tidaklah di contohkan. Kalau mau berdo’a yah berdo’a saja. Terserah mau do’a apa saja asalkan baik.
 
Manasik Umrah #3

Manasik Umrah yang ke tiga adalah Sa'i.  Sa’i tujuh  kali dari ari shafa ke marwah di hitung satu kali. Begitu pula sebaliknya. Sa’i berakhir di marwah. Ketika sa’i, tidak ada dzikir-dzikir tertentu, maka boleh berdzikir, berdo’a, atau membaca bacaan-bacaan yang dikehendaki.

Ini caranya...
  • Sa’i Tujuh kali  
Untuk bagian ini, biar lebih dapat feel nya saya sarankan untuk membaca baik-baik kisah Keluarga Nabi Ibrahim , bagian Nabi ismail dan siti hajar . kita akan mendapati  keimanan dan tawakal yang Luar biasa dahsyat. MasyaAllah keluarga ini sungguh luar biasa. Semoga kita bisa meneladaninya.
  • Saat mendekati bukit shafa membaca  :
“Innash shafaa wal marwata min sya’aa’rillaahi “
Sesungguhnya shafa dan Marwah adalah sebagian dari syi’ar Allah”
[QS.2:158]

Selanjutnya mengucapkan :
Abda’u bimaa bada allahu bihi
“ Aku memulai dengan apa yang di mulai Allah “
  • Menghadap kiblat setelah naik di shafa , lalu berdzikir membaca :
Laa ‘ilaaha ‘illallaah(u) , wahdahuu laa syariikalah (u) , lahulmulk(u) , wa lahul hamd (u) , wa huwa ‘alaa kulli syay’in qadiir(un) . Laa ‘ilaaha illallahu wahdah(u) , wa nashara ‘abdah (u) , wa hazamal ahzaaba wahdah (u)

“ Tidak ada sesembahan yang benar di sembah kecuali Allah. tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan. Bagi-Nya segala pujian. Dia atas sesuatu Maha kuasa . tidak ada ilah yang benar di sembah kecuali Allah yang esa. Dia memenuhi segala janji-Nya. Dia menolong hamba-Nya dan hanya Dia sendiri yang menghacurkan kan tentara-tentara musuh”

Dzikir ini di baca tiga kali dengan diselingi do’a di antara dzikir tersebut dan mengangkat kedua tangan saat berdo’a.
  •   Selesai Dzikir dan Berdo’a lalu turun menuju bukit marwah
  • Saat sampai di tanda hijau (di tandai dengan lampu neon warna hijau yang digantung di dinging dan langit-langit tempat sa’i ) mulai berjalan dengan dengan cepat hingga tanda hijau selanjutnya (khusus pria)
  • Menghdap kiblat setelah naik ke marwah  lalu berdzikir membaca laa’ilaaha ‘ilallah 3x dengan di selingi do’a di antara dzikir tersebut dan mengangkat tangan saat berdo’a..
Manasik Umrah #4

Akhirnya sampai juga di manasik paling akhir..Semangat..semangat
Halq dan Tashir..

Caranya :
Setelah selesai sa’I 7 kali, bertahallul dengan halq ) atau taqshir (Menggunting seluruh rambut ). Ppria mencukur rambut lebih utama. (Nabi shallallahu alaihi wa sallam mencukur rambut kepalanya dimulai dari bagian kanan)

Wanita memotong rambut sepanjang kuku (caranya: genggam seluruh rambut bagian belakang)

Seusai Halq dan Taqshiir berarti manasik Umrah telah selesai.

Semoga Allah menerima Ibadah umrah seluruh kaum muslimin..aamiin..

Alhamdulillah selesai ..

Selain melakukan manasik Umrah di atas kita juga di anjurkan untuk banyak berdo'a, banyak membaca Al-qur'an, melakukan amalan-amalan sunnah serta sebisa mungkin menjaga diri dari perbuatan yang sia-sia..

****
Yang terakhir sekali, Ayo siapkan diri kita dari sekarang. Siapkan diri dengan ilmu dan tabungan. Walaupun nantinya  takdir berkata lain. Misalnya saja kita tak sempat berhaji atau ber-umrah seumur-umur namun niat kita insyaAllah telah sampai pada-Nya.

Semoga Bermanfaat..

10 January 2013
Catatan ini sengaja saya buat untuk belajar. Belajar dengan cara menyampaikan ke orang lain serasa lebih mudah.

You Might Also Like

4 comments

  1. # sangat bermanfaat..:-)
    Semoga ilmu yang diamalkan menjadi berkah...:-)

    BalasHapus
  2. banyak skali yg harus dibikin kalau mau umrah...

    pantasan banyak yg ikut manasik...

    BalasHapus
    Balasan
    1. ndak terlalu banyak ji.. sedikit ji..

      yg banyak itu kesalahan2 yg di lakukan krn ndak belajar..

      Hapus

I'm Proud Member Of