Ketika Kamu Nggak Bisa Nahan Godaan Promosi Gamis dan Jilbab

10:20:00 PM

Sudah sepekan ini saya diliputin perasaan ingin beli baju gamis dan hijab, perasaan ini timbul tenggelam, datang dadakan dan susah banget diusir. Padahal saya sudah janji sama diri sendiri untuk nggak beli kalau nggak butuh, tapi, tapi, hahaha. Mimpi untuk hidup minimalis begitu menggelora sama besarnya dengan godaan gamis dan hijab yang ada di instagram. Ya Allah, mau gimana lagi, godaan di saat sekarang ini enggak jauh-jauh, benar-benar ada dalam genggaman. Bermodal handphone dan internet bangking bisa jajan sembarangan, dari tempat tidur. Sekarang godaan bukan lagi tahta dan harta, tapi hijab dan gamis yang lambaiannya membuat hati bergetar. 😂😂

Puncaknya hari ini, saat saya tergerak menghungi kontak si penjual. Tapi tiba-tiba saya ingat lagi, baju yang di lemari perasaan banyak yang dianggurin deh, masa mau beli lagi. Akhirnya handphonenya saya simpan, dan saya keluarin semua gamis-gamis yang saya punya, memang sih pilihannya nggak sebanyak dulu sebelum saya mutusin untuk menyimpan sedikit saja, tapi yang sekarang juga masih memenuhi semua kebutuhan saya dalam berpakaian. 

Untuk lebih meyakinkan diri lagi kalau saya memang nggak butuh yang baru. Saat anak tidur, saya memakai semua baju gamis dan hijab yang saya punya, bolak balik saya ganti. Kesimpulannya, sepekan ini saya laper mata. 😆😆

Sebenarnya sudah dua tahun belakangan saya nggak beli-beli baju, setelah menerapkan prinsip hanya beli jika butuh, saya selalu berhasil mengusir keinginan untuk jajan. Tapi nggak saya pungkiri, kadang saat melihat teman pakai baju gamis yang manis, saya ikutan naksir. Nah ngomongin hidup minimalis, hampir tiap bulan saya membahasnya di blog ini, sebagai pengingat untuk diri saya. Karena dorongan untuk beli ini datang begitu saja saat lagi punya uang, makanya saya pikir perlu menuliskannya di blog ini, apalagi kalau ada dorongan-dorongan untuk jajan yang nggak perlu-perlu amat.

Nah mungkin ada yang tanya, saya udah berhasil belum menerapkan prinsip hidup minimalis dalam keseharian saya? jawabannya belum, hehe, jadi baru sedikit saja yang saya terapkan, yang sedikit ini sudah sangat membantu. Yang saya rasain terutama untuk pakaian, jumlah sedikit lebih menanangkan, lebih gampang diatur. 

Untuk godaan baju dan gamis gimana caranya biar nggak gampang tergoda? setahun ini saya sudah berhasil dengan mencoba beberapa cara walaupun harus ngelap iler, udah bebe bebe karena naksir banget. Haha. Cara ini mungkin bisa teman-teman coba juga when you nggak bisa nahan godaan promosi gamis dan hijab model baru

1. Membaca cerita Rasulullah dan para shahabat dalam berpakaian

Saya lupa kapan tepatnya pertama kali mendengar cerita tentang pakaian Rasulullah yang ditambal-tambal, pakaian Umar Radhiallahu anhu yang itu-itu aja, pakaian shahabat yang harus ganti-gantian sama istrinya karena yang mereka cuma itu, dan kisah Abdurahman bin auf yang menangis karena punya banyak harta.

Tadinya saya pikir semua itu bagian dari kezuhadan para shahabat, setelah baca-baca lagi, saya mendapat sisi yang lain yang bikin takut tentang barang-barang yang kita miliki, makin banyak makin lama hisabnya. Ini adalah poin pertama banget yang menggerakan saya untuk sedikit demi sedikit mengurangi apa yang saya punya.

2. Sedikit lebih menanangkan

Saya pernah cerita tentang beberapa teman saya yang hijabnya cuma tiga empat lembar, disaat bersamaan jilbab saya ada sekodi, hehe. Saya lihat dulu mereka lebih santai dan tenang dengan apa yang mereka pakai, sedang saya kala itu benar-benar terbawa suasana ingin mengikuti tren apa lagi nih.

Sebenarnya sih ini tergantung orangnya ya, saya hanya pikir dengan punya sedikit baju dan jilbab, saya akan fokus ke fungsinya.

Saya juga pernah dengar cerama ustadz yang bilang bahwa setiap kali berpakaian kita harus tanya diri kita, niatnya apa, biar terlihat menarik dimata manusia atau gimana?

Ya nggak bisa dipungkiri fitrah perempuan ingin terlihat menarik, disinilah ujian hijab, hijab dipakai untuk menutupi.

3. Setelah dua point di atas baru deh ke tahap bersih-bersih lemari buat yang mau mencoba hidup minimalis, kenapa penting untuk mulai bersih-bersih lemari, ini sebenarnya untuk membentuk kebiasaan baru, menyimpan yang dibutuhin, yang bikin nyaman, dan 'menyingkirkan' barang-barang yang jarang dipakai dan nggak dibutuhin. Caranya gimana, dengan mengeluarkan semua gamis dan jilbab yang kita punya, lalu dipilah deh, yang mana yang bikin kita senang, yang dibutuhin, nyaman dipakai, dan nggak berlebihan. Sisanya bisa diberikan kepada yang membutuhkan. Sungguh ini teorinya aja yang mudah, pada prakteknya beuh susah. Haha

4. Siapkan jiwa karena sesungguhnya ada banyak godaan. haha

Jadi ceritanya saya sedang tergoda, untuk melawan godaan yang datang-datangan padahal nggak di undang maka jadilah tulisan ini. Semoga membantu teman-teman yang senasib.

5. Yang dibutuhin sebenarnya nggak banyak, yang banyak itu keinginan. Skill bisa membedakan mana yang butuh, mana yang ingin lagi saya praktekan, hehe, walaupun masih sering khilaf juga beli karena ingin aja, bukan karena butuh, setelah itu nyesal.

6. Beli karena mengikuti keinginan bisa merusak keseimbangan neraca keuangan, bisa menyebabkan kemelaratan diawal bulan. Haha. Kamu akan sadar sudah jadi emak-emak seutuhnya ketika selalu berpulang pada keputusan "mending duitnya dipake buat beli popok anak"



7. Terakhir, pakaian yang jumlahnya nggak banyak tinggal diatur rapi, percayalah yang sedikit lebih gampang diatur dan dirapiin. Yang sedikit juga bikin lebih peka.

***

Singkatnya, itu semua adalah cara-cara yang saya pakai, nggak selalu berhasil sih tapi membantu. Intinya tulisan ini adalah wacana panjang cara saya menasehati diri, hehe. Selamat mencoba ya. Mulai saja dulu dari yang paling gampang.

You Might Also Like

0 comments

I'm Proud Member Of