Bulan Dzulhijjah Yang bercerita

4:17:00 PM


Waktu ke tanah suci di awal tahun 2013 lalu, perasaan saya belum seperti sekarang. Dulu saya belum paham maksud teman saya saat bercerita tentang perjalanannya ke sana. Katanya "setelah ke sana kamu akan selalu merasa ketinggalan dompet, dibuat rindu terus menerus, dan akhirnya kamu akan berusaha agar bisa kembali lagi".

Dan sekarang Dzulhijjah. Setidaknya ada empat kali Dzulhijaah setelah saya bertamu ke tanah haram.  Ada rupa-rupa cerita cara Allah memanggil hambanya untuk datang ke rumahnya. Cerita yang datang bukan lagi sebanyak apa rupiah yang terkumpul, karena pada kenyataannya ada yang dikarunia harta berlimpah namun jiwanya tak terpanggil.

Dzulhijah memang selalu punya cerita, Ada orang-orang selama bertahun mengumpulkan rupiah demi rupiah, tahun demi tahun berganti, dzulhijjah berlalu dengan banyak ceritanya, sampai pada suatu hari ia bertolak ke tanah suci setelah menabung, 30, 40, bahkan sampai 70 tahun. Profesi mereka bukanlah profesi yang banyak di kejar, tukang becak, penjual gorengan, buruh tani, Masyaallah. Tapi Allah mampukan mereka.

Jika mendengar cerita mereka yang berjuang ke tanah suci, air mata saya pasti jatuh. Terharu yang lagi-lagi nunjukin kuasanya Allah, buat Allah semua mudah.

Beberapa hari yang lalu saya membaca kisah orang tua miskin disebuah desa di Ghana, selama bertahun ia menyimpan harap untuk bisa berhaji. Sampai pada suatu hari, drone seorang jurnalis jatuh di atap rumahnya. Ia kemudian mengambil drone itu, dan mangatakan bisakan besawat kecil ini menjadi besar dan membawaku ke tanah suci? T_T

Singkat cerita jurnalis itu membuat tweet dan membuat pemierntah Turki terkesan. Pemerintah Turki kemudian memberangkatkan orang tua tersebut dengan menanggung seluruh biaya hajinya.

Masyaallah. Jangan pernah berhenti berdoa.

Dan Rabbmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu." 
(QS. Ghafir: 60)

#doataktertolak







You Might Also Like

0 comments

I'm Proud Member Of