Assalamu'alaykum Ambon

19.26.00


Halo, apa kabar resolusi?

Tahun 2016 sudah berlalu, untuk saya 2016 sangat berwarna, hamil lagi dan melahirkan bayi yang sehat adalah kebahagian yang amat saya syukuri. Salah satu resolusi saya di tahun 2016 kemarin adalah Resign. Alhamdulillah kesampaian dan sekarang saya sudan di Ambon Manise ikut suami. 

Perjalanan kami ke kota Ambon berjalan lancar. Kami sengaja mengambil penerbangan malam dengan harapan Ruwaid bisa tidur sepanjang perjalanan. 

Kami sampai di kota Ambon tanggal 25 desember 2016. Dari bandara kami naik taksi (di Ambon tidak ada taksi, yang ada hanya mobil sejenis Avanza yang disewakan) menuju hotel Le Green. Pilihan alternatif selain 'taksi' adalah Damri dengan catatan proses menunggu bagasi tidak lama. Tadinya kami mau naik damri menuju hotel, tapi karena proses pengambilan bagasi sangat lambat jadilah kami ketinggalan damri. Untuk menunggu damri selanjutnya juga makan waktu, karena baru ada lagi siang hari. 

Esoknya kami pindah ke kontrakan. Saya sempat syok saat tahu kalau air pam di kota Ambon ini hanya mengalir dua hari sekali. Hikmahnya, syukur pada nikmat air itu jadi lebih terasa.

Cerita lainnya adalah tanya sampahnya dibuang kemana? di sini tidak ada mobil khusus yang mengangkut sampah ke rumah-rumah, kalau tidak ingin sampah menggunung di rumah maka si empunya harus bergegas mencari tempat pembungan sampah yang nantinya akan di angkut oleh mobil  dinas kebersihan daerah. Dari hasil nanya-nanya, saya dapat informasi kalau ada anak-anak yang biasanya menawarkan jasa mengangkut sampah.

Akhirnya saya bertemu si anak, transaksi pertama kami, saya memberinya upah 10 ribu untuk mengangkut segambreng sampah, kata teman saya upah yang saya berikan merusak pasar, haha. Kemarin si anak datang lagi menawarkan jasaaa. Dari luar rumah ia berteriak.

Si anak: Sampah...
Saya: nggak dek
Si anak: saaampah...
Saya: Tidaak dek
Si anak: (kembali berteriak) Sampah...
Saya: Tidak dek
Si anak: Ada sampah ka seng? 
Saya: Seng.. 

Pada akhirnya saya akan sering menggunakan kata seng... hahaha. Selama disini saya sering tertawa mendengar obrolan anak-anak yang main di depan kontrakan. Saya membayangkan Ruwaid menggunakan kata beta, osse, seng, ale, dan teman-temannya.

Assalamu'alaykum Ambon... Ramahlah pada kami :)

Sumber gambar: http://abdulromli.it.student.pens.ac.id

You Might Also Like

0 comments

I'm Proud Member Of